Ring Satu Kita

No comment 1968 views
Ring Satu Kita,4.33 / 5 ( 3votes )

Ada satu hal penting yang pernah saya sampaikan di kelas online Wealth Mindset beberapa waktu lalu, bahwa sesungguhnya daya tampung rezeki kita, sangat dipengaruhi oleh siapa saja orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang-orang yang masuk ke dalam lingkaran inti kita. Ring satu kita.

 

Kenapa ?

 

Begini…sebagai manusia, kita punya pikiran yang jadi “processor” untuk mengendalikan kehidupan kita. Di dalam pikiran kita, ada sebuah variabel bernama “BELIEF” atau keyakinan. Nah, keyakinan ini agak sulit menjelaskannya dengan kata-kata. Belief yang kita bicarakan ini, seringkali adalah sesuatu yang tak disadari oleh seseorang. Ada begitu banyak belief yang terbentuk di dalam diri kita, tanpa kita sadari proses pembentukannya.

Misal, dahulu kala saya meyakini bahwa kalau saya terlambat makan siang, lewat jam 13, saya pasti langsung sakit kepala. Setelah saya telusuri skrip program pembentuk beliefnya, baru ketahuan, rupanya ada skrip program yang bunyinya “Ayo makan nasi..jangan telat makan siangnya. Nanti sakit kepala!”

Saya baru ingat, bahwa ibu saya dulu, sewaktu saya kecil sering sekali mengucapkan kalimat itu. Kalimat itu akhirnya terbentuk menjadi sebuah keyakinan yang tak saya sadari. Keyakinan yang akhirnya membuat saya kerepotan. Karena telat sedikit saja makan siang pakai nasi, saya langsung sakit kepala.

 

Nah, dalam konteks rezeki cara kerja belief pun sama. Sangat mungkin, ada skrip-skrip program yang jadi pembentuk belief kita dalam hal menjemput rezeki. Skrip program yang bisa membuat kita sangat mudah menjemput rezeki kita, atau sebaliknya yang membuat kita sangat kesulitan mendapatkan rezeki dariNYA.

Dan yang paling berperan membentuk beliefnya adalah orang-orang yang ada di lingkaran inti kita. Di ring satu kita. Orang-orang yang ada di sekitar kita, biasanya memiliki belief tertentu dalam aktifitas menjemput rezekinya. Belief yang ada di pikiran mereka itu, tanpa kita sadari akan menular, terkoneksi, memengaruhi cara kita berpikir, hingga akhirnya membentuk belief kita.

 

Pertanyaannya, siapa orang-orang yang masuk ke lingkaran inti kita? Siapa yang ada di ring satu kita?

 

Apakah yang ada di ring satu kita adalah orang-orang yang senang mengeluh dengan kesulitan menjemput rezekinya? orang-orang yang selalu mengucapkan kalimat, “Ah, zaman sekarang, nyari uang itu susahnya minta ampun!”

Ataukah orang-orang yang masuk lingkaran inti kita, adalah orang-orang yang dengan tenang menjemput rezekinya? mereka yang selalu mengucapkan kalimat, “Ah, tugas kita itu cuma berusaha maksimal. Wong cicak saja bisa dapet rezekinya dengan mudah. Yakin lah kita yang lebih pinter dari cicak, pasti bisa dapet rezeki dengan mudah juga dari Allah yang Maha Kaya! “

 

Mereka yang akan memengaruhi capaian rezeki kita.

 

Ki Jendral Nasution

 

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 

Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution.

Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply