Memudahkan Maka Dimudahkan

No comment 3611 views

Ada satu hal yang jarang sekali dipahami orang tentang aturan main rezeki yang berlaku di alam semesta ini. Salah satu aturan mainnya berbunyi ; barang siapa yang ingin rezekinya dimudahkan oleh Rabb yang maha membagikan rezeki, hendaklah ia memudahkan jalan rezeki orang-orang di sekitarnya, maka Sang pemilik rezeki akan memudahkan jalan rezekinya. (bukan hadits 😉 )

 

Itu kenapa, di tulisan saya tentang kompetitor beberapa waktu lalu, saya menyebutkan bahwa salah satu strategi menghadapi kompetitor adalah dengan merangkulnya, berkolaborasi dengannya. Sesekali, orang yang datang membeli ke kita, arahkan juga untuk berkunjung ke lapaknya kompetitor. Dengan begitu, berarti kita sudah memudahkan jalan rezeki orang lain.

Itu juga alasan saya, kenapa sering sekali merekomendasikan produk teman-teman lewat akun Facebook saya. Saya tak dibayar oleh mereka. Saya hanya berharap, dengan merekomendasikan produk mereka, semoga itu termasuk memudahkan jalan rezeki orang lain. Dengan begitu, semoga jalan rezeki saya pun dilancarkan juga.

Misal, saya sering bilang kalau mau beli kacang mede ada mbak Widjie via WhatsApp +62 813-1749-1916, atau kalau mau beli kurma ke mbak Ulfah via WhatsApp +62 856-9159-0421, yang paling sering saya rekomendasikan itu mas Fuad, jagonya Facebook Ads. Beliau punya jasa optimasi Facebook Ads. Bisa dihubungi via WhatsApp +62 857-9355-9911. Biasanya saya sarankan ke teman-teman yang ingin menjangkau target market ribuan hingga ratusan ribu orang baru untuk jualannya.

Atau teman – teman yang lain.

 

Sekarang nggak zamannya lagi sikut-sikutan dalam bisnis. Sekarang zamannya kolaborasi. Saling bantu, saling rekomendasi. Biar sama-sama berlimpah dan berkah rezekinya.

Nah, mulai sekarang, agendakan siapa saja yang ingin kita rekomendasikan produknya setiap hari.

 

Ki Jendral Nasution

 

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 

Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution.

Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply