Kenapa Tak Juga Closing?

No comment 2681 views

Cukup sering saya menerima keluhan dari teman-teman marketer beberapa brand yang saya garap penjualannya. Keluhan yang paling sering biasanya, “Bang, saya sudah sering ngiklan, kenapa kok belum ada yang closing ya?”

Pertanyaan ini, saking seringnya, membuat saya sampai menyeragamkan jawabannya.

 

Begini teman-teman, ada banyak faktor yang membuat penjualan seseorang nggak juga closing. Ada banyak sebab yang membuat seseorang sudah banyak membuat iklan, tapi tak juga ada transaksi penjualan. Kita coba bahas 4 saja dulu ya.

  1. Jumlah Calon Customer Yang Sedikit.
  2. Target Market Yang Nggak Sesuai Produk
  3. Trust Yang belum Terbangun
  4. Nggak Memahami Aturan Main di Media Yang Digunakan
    ***

    Ayo, kita kupas satu per satu.

  1. Jumlah Calon Customer Yang Sedikit 
    Biasanya saya akan bertanya ke teman-teman yang mengeluh belum ada closing penjualannya, “Mbak, jumlah friendlistnya berapa?”, “mbak jumlah kontak BBMnya berapa?”
    Lalu biasanya jawabannya, “Friendlistnya 700 bang..” atau “Kontak BBMnya 300 orang bang”Ini jelas masalah serius. Kita perlu pahami bahwa jumlah kontak atau jumlah friendlist itu adalah faktor penentu utama ketika kita jualan di socmed yang gratisan. Kenapa? Jelas karena mereka yang akan melihat postingan iklan-iklan kita. Ketika jumlah kontak atau friendlistnya sedikit, jelas potensi iklan kita dilihat oleh calon customernya akan sangat kecil. Friendlist 700 orang atau kontak BBM 300 orang jelas belum bisa diandalkan untuk jualan. Jadi, tugas pertama ketika kita ingin jualan dengan iklan gratisan di social media adalah menambah jumlah friends atau kontaknya.Friendlist

    ***

  2. Target Market Yang Nggak Sesuai Produk
    Apa produk yang kita jual? Sudah sesuai kah produk yang kita jual itu, dengan orang-orang yang menerima iklan-iklan kita?Mas Udin jualan buku “Mantra Covert Selling” yang harganya Rp.375ribu. Sekian lama ngiklan, belum ada penjualan sama sekali. Selidik punya selidik, selain friendlistnya yang cuma 700 orang, eh..rupanya semua friendlistnya adalah anak SMP yang kalau nulis suka pakai kalimat, “AQ Clalu cHaynk qMu BeIph”. Kontak BBMnya juga isinya cuma 300 orang, dan orang yang selalu nge-broadcast “invit pin temenqu eaa..”Jelas saja nggak ada yang beli dagangannya. Produk yang dijual mas Udin itu adalah buku penjualan khusus untuk para pedagang, para pengusaha, pemilik bisnis, marketer atau siapapun yang berhubungan dengan penjualan, yang ingin meningkatkan kemampuan menjualnya agar bisa menjual lebih elegan dan menghasilkan lebih banyak omzet penjualan.

    Jadi, customer segmentation-nya mas Udin nggak tepat. Karena seharusnya mas Udin lebih banyak menambah friendlist orang-orang yang aktifitasnya jualan. Itupun nantinya akan disaring lagi, khusus yang sangat serius meningkatkan omzet penjualannya. Yang nggak serius, langsung unfriend saja.

    Meskipun, nanti ketika teman-teman belajar Covert Selling, ada sebuah bahasan bagaimana membuat orang yang bukan target market kita, menjadi target market kita. Meski tentu, kita tetap utamakan market yang sesuai target.

    ***

  3. Trust Yang belum Terbangun
    Sebab kita jualan online, maka salah satu faktor yang paling memengaruhi calon customer untuk segera melakukan transaksi adalah ; trust. Kepercayaan.Kenapa?
    Karena ketika kita jualan di social media, maka tak ada satupun jaminan bagi customer, bahwa ketika ia sudah transfer, maka penjual pasti mengirimkan barangnya. Bisa saja si penjual adalah penipu yang kabur ketika si pembeli sudah transfer uang.Sehingga, luar biasa pentingnya usaha untuk membangun trust ini. Tanpa trust habislah kita.
    Nah, itu sebabnya, di kelas-kelas Covert Selling, saya selalu katakan bahwa goal dari Covert Selling adalah interaksi. Karena interaksi lah yang akan menghasilkan transaksi. Tanpa interaksi, tak akan ada transaksi. Kecuali kamu jualan di marketplace.

    Pastikan kita bisa membangun keakraban dengan teman-teman di social media. Nggak usah merasa bersalah, “nanti saya dikira SKSD bang!” Kalau ada yang bilang kamu SKSD, langsung unfriend. Suruh tutup saja akunnya. Untuk apa dia bikin akun di social media kalau tak mau berinteraksi dengan teman-teman yang ada di friendlistnya.

    aturan main

    ***

  4. Nggak Memahami Aturan Main di Media Yang Digunakan
    Yang wajib kita pahami betul adalah bagaimana aturan main di media yang kita pakai jualan. Kalau kita main di social media, maka kita wajib memahami aturan main di social media itu. Nggak memahami aturan mainnya, maka kita nggak akan bisa melakukan apapun.Misal : Kita jualan di BBM. Kita pasang DP, lalu diberikan caption di personal message-nya. Selesai? Belum. Kita perlu jadwalkan dengan serius, berapa lama durasi kita ganti DP dan captionnya itu? 1jam, 2jam atau seharian? Iklan kita itu, kan akan muncul di news feeds/recent updates di BBM teman-teman kita. Logikanya, semakin sering kita update iklannya, maka semakin sering iklan kita muncul di news feeds/recent updates itu.
    Sehingga, semakin besar juga potensi iklan kita dilihat oleh teman-teman yang ada di kontak BBM kita.Ini  aturan main sederhana jualan di BBM. Kalau seseorang tak bisa memahami aturan main seperti ini, maka tak mungkin akan optimal jualannya.

 

Oke, begitu kira-kira sekilas tentang pertanyaan, “kenapa kok belum ada yang closing ya?”
Semoga bisa membantu meningkatkan penjualan teman-teman.
Salam banjir!

Ki Jendral Nasution

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 

Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution.

Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply