Hijrah

No comment 433 views
Hijrah,5 / 5 ( 1votes )

>>>Ketahuilah, hijrah mengandung makna yang begitu berat..tak sesederhana berucap “mari berhijrah”

>>>#Hijrah mengajarkan kita hanya bertaat secara totalitas padaNYA. Kita hanya dengarkan, lalu kita taat pada perintahNYA.


>>>#Hijrah mengajarkan keteguhan iman padaNYA. Tentang kecintaan padaNYA diatas segalanya, maka mari belajar dari Abu Salamah tentang itu..


>>>#Hijrah. Syaikh Mubarakfury di Ar Rahiqul Makhtum menyebutkan; adalah Abu Salamah, yg pertama kali melakukan Hijrah. 1thn sblm Aqabah kubra


>>>#Hijrah. Tak mudah Abu Salamah berhijrah. Krn awalnya ia harus dipisahkan dari istri & anaknya. keluarga istrinya yg melarang ikut.


>>>#Hijrah. “Ini kepentinganmu. Apa pendapatmu ttg istrimu ini? Atas dasar apa kami biarkan kamu berjalan dengannya?” Begitu kata mereka.


>>>#Hijrah. Dan Ummu Salamah, istrinya..hanya bisa pergi ke padang pasir,lalu menangis disana sejadi-jadinya. Begitu setiap hari selama 1thn!


>>>#Hijrah. Dari hijrah juga kita belajar mengecilkan sekecil-kecilnya nilai dunia. Kita belajar dari Shuhaib tentang ini..


>>>#Hijrah, ya dari Shuhaib kita belajar mengecilkan nilai dunia, menjadi nilai terkecil dalam kehidupan. Meniadakan nilai kekayaan..


>>>#Hijrah. “Kau memulai hidupmu dgn ketiadaan. Sampai sekarang kau berkelimpahan. Lalu sekarang kau hendak bawa semua kekayaanmu?” Kata mereka


>>>#Hijrah. “Tak mungkin kami akan membiarkan begitu saja.” Begitu kira-kira bunyi ancaman orang-orang musyrik itu pada Shuhaib.


>>>#Hijrah. Shuhaib ketakutan dgn ancaman itu? Sama sekali tidak. Dia balik menantang, “bagaimana jika kutinggalkan semua kekayaanku?”


>>>#Hijrah. Sy membayangkan wajah kbingungan orang-orang musyrik itu. “Orang ini gila! Bgmn mungkin dgn mudahnya ia menyerahkn semua hartanya?”


>>>#Hijrah. Begitu rendahnya nilai harta bagi Shuhaib. Tak ada sedikitpun kemelekatan pada diri Shuhaib dgn semua harta yg dimilikinya.


>>>#Hijrah. Dan Shuhaib berhijrah dgn santai. Tanpa membawa sedikitpun harta yg selama ini dikumpulkannya di Makkah..


>>>#Hijrah. Lalu perhatikan bagaimana Rasulullah memuji Shuhaib. Rasulullah bersabda, “Shuhaib beruntung! Shuhaib beruntung!”


>>>#Hijrah. Yg jadi masalah utama sebenarnya bukan harta yg ditinggalkan. Tapi tentang bagaimana ia akan hidup selanjutnya dgn tiada harta?


>>>#Hijrah. Seandainya, kau punya usaha restoran yg sukses. Lalu ada suatu kondisi yg menuntutmu menyerahkan restoran itu ke orang lain..


>>>#Hijrah. …krn hendak pergi kkota lain. Dan itu pilihan. Sudikah serahkan usaha yg dirintis bertahun pada orang lain?tanpa keuntungan..


>>>#Hijrah. Ah tak mungkin..pasti begitu berat. Tapi agaknya tak begitu dgn Shuhaib. Ia melepasnya dgn santai..bahkan mungkin tanpa penyesalan!


>>>#Hijrah. Shuhaib nampaknya tak khawatir sedikitpun bagaimana hidupnya di Madinah kelak. Tanpa harta, tanpa kejelasan pekerjaan..


>>>#Hijrah. Karena tenang sekali ia bertanya ; “bagaimana jika kuserahkan harta bendaku pd kalian? Apa kalian akan membiarkan aku pergi? “


>>>#Hijrah. Jika bukan krn #internalBelief tentang konsep rezeki yg begitu sempurna..mustahil ia bisa begitu tenang!


>>>#Hijrah. Shuhaib tentu paham betul bagaimana seharusnya seorang yg mengaku beriman bersikap tentang rezeki dari Tuhannya.


>>>#Hijrah. Maka tak ada sedikitpun keraguan di diri Shuhaib ttg masa depannya. Tentang penghasilannya di Madinah nanti setelah ia Hijrah.


>>>#Hijrah. Rezekinya..sudah ada yg menjamin. PASTI. Lalu..bukankah tak ada alasan utk khawatir dgn masa depannya?


>>>#Hijrah. Tapi..ada satu hal lg yg sy pikirkan ttg Shuhaib. Sy kok yakin sekali, bahwa modal Shuhaib bukan cuma #internalBelief yg sempurna..


>>>#Hijrah. Ada 1lg modal yg nampaknya dimiliki Shuhaib. Bisa menebaknya? Ya..life survival. Ini modal besarnya ketika akan hijrah..


>>>#Hijrah. Tepatnya, life survival yg telah menjelma menjadi “experience”. Yak,pengalaman! Itu modal tak ternilai harganya..

>>>#Hijrah. Begini..suatu pengalaman itu punya struktur & pola. Keduanya selalu punya kandungan perasaan. Menyenangkan atau menyedihkan.

>>>#Hijrah. Terserah apapun itu, yg pasti orang yg cerdas, akan belajar dari pola & struktur itu. Agar ia bisa mendapat masa depan yg nyaman..

>>>#Hijrah. Kita mungkin pernah masak nasi goreng. Pernah gagal & pernah berhasil. Keduanya punya pola & struktur pengalaman..

>>>#Hijrah. Bila ingin dapatkan nasi goreng yg enak, perhatikan pola & struktur kegagalan sbg bahan belajar, “apa yg salah dari cara saya?”

>>>#Hijrah. Bila telah berhasil masak nasi goreng enak, perhatikan juga pola & strukturnya. Untuk apa? Agar kita bisa mengULANGnya lagi!

>>>#Hijrah. Begitupun Shuhaib. Dia pernah menaklukkan pertarungan bisnis di Makkah. Dia pernah jadi orang kaya raya. Ini ada polanya.

>>>#Hijrah. Kesuksesan yg pernah dicapai Shuhaib pun pasti punya pola. Itu kenapa dia sangat yakin meninggalkan kekayaannya di Makkah.

>>>#Hijrah. Artinya,tak ada masalah saat ia datang ke Madinah sebagai orang paling miskin. Toh,ia pernah jadi orang miskin di Makkah.

>>>#Hijrah. Yg perlu dilakukan Shuhaib adalah mengulang kembali pola yg telah ia lakukan saat di Makkah, dia ulang di Madinah. Cuma itu.

>>>#Hijrah. Yg mungkin lebih membuat Shuhaib yakin bahwa ia bisa mengulang polanya dgn mudah, adalah segmentasi pasarnya di Madinah.

>>>#Hijrah. Kultur masyarakat Madinah itu lebih “nyaman”. Orang-orangnya lebih open mind, ramah, bersahabat & lebih modern dari Makkah.

>>>#Hijrah. Ini nampaknya yg membuat pak Shuhaib dgn santainya berkata, “bagaimana jika kuserahkan semua kekayaanku?” pada orang2 musyrik itu.

>>>#Hijrah. Adalah kesempurnaan namanya, saat “#internalbelief” bahwa Allah maha memberi rezeki, bertemu dgn “life survival skill”. Perfecto!

>>>#Hijrah. Dari hijrah kita belajar mementingkan urusan Allah diatas segalanya. Meski itu urusan kita dengan ibu yg sangat kita cintai..

>>>#Hijrah. Iyasy bin Abi Rabi’ah sudah janjian bertemu dgn Umar bin Khattab & Hisyam bin Al Ashy utk berangkat ke Madinah bareng..

>>>#Hijrah. Umar & Iyasy sudah bertemu di suatu meeting point. Namun Hisyam tidak. Ia ditahan orang2 quraisy. Umar & Iyasy berangkat berdua.

>>>#Hijrah. Mereka berjalan ke Madinah & singgah di Quba’. Di Quba’ Abu Jahal & Al Harits menemui Iyasy, mereka berkata, “sesungguhnya ibumu..”

>>>#Hijrah. “Sesungguhnya ibumu bernadzar..tidak akan menyisir rambutnya & tdk akan berteduh dari terik matahari sebelum bertemu denganmu”

>>>#Hijrah. Begitu kata Abu Jahl pada Iyasy. Galaulah Iyasy diberitakan seperti itu. Ia berpikir untuk kembali ke Makkah menemui ibunya.

>>>#Hijrah. Kata Umar, “wahai Iyasy, percayalah..kalau rambut ibumu sudah gatal penuh kutu, ia pasti akan langsung menyisir rambutnya..”

>>>#Hijrah. “…dan kalau sudah tak tahan dibakar terik matahari,ia pun pasti akan segera berteduh.” Begitu kata Umar dgn gayanya yg keras

>>>#Hijrah. Rupanya, kecintaan Iyasy pada ibunya begitu besar. Sehingga ia memutuskan utk kembali & menemui ibunya.

>>>#Hijrah. Disini masalahnya bermula..

>>>#Hijrah. Umar bin Khattab yg kita kenal sebagai sahabat Rasulullah yg ketajaman intuisinya sering mendahului wahyu, sudah mencium keanehan..

>>>#Hijrah. Nampaknya Umar telah mencium ada sesuatu yg tak beres dgn berita yg disampaikan Abu Jahl. Justru ini yg meragukan Umar.

>>>#Hijrah. Jika yg mnyampaikan berita itu orang lain,mungkin Umar akan biasa saja. Tapi yg menyampaikan itu Abu Jahl. Kita taulah siapa dia..

>>>#Hijrah. Sehingga, Umar berkata pada Iyasy. “Baiklah jika itu keputusanmu. Pakailah untaku ini. Sesungguhnya ia sangat cepat larinya..”

>>>#Hijrah. “Jika ada sesuatu yg mengancam keselamatanmu, kau bisa langsung menyelamatkan diri dgn unta ini..” Begitu kira-kira kata Umar.

>>>#Hijrah. Bergeraklah Iyasy bersama Abu Jahl & Al Harits kembali ke Makkah utk menemui ibunya. Ditengah perjalanan, Abu Jahl berkata.

>>>#Hijrah. “Hai Iyasy,untaku sudah sangat kelelahan. bagaimana jika aku menumpang di untamu?” Iyasy mengizinkan. Setelah Abu Jahl naik..

>>>#Hijrah. Abu Jahl membekapnya. Dan menahan Iyasy hingga sampai ke Makkah. Entah juga kabar tentang ibunya itu benar atau tidak..

>>>#Hijrah. Ketajaman intuisi Umar terbukti lg disini. Umar memiliki “awareness” yg luar biasa,hingga beliau mencurigai Abu Jahl sejak awal..

>>>#Hijrah. Sampai disini,kita bisa melihat, bahwa yg dilakukan Umar ribuan tahun lalu, rupanya punya kesamaan dgn sains zaman kini..

>>>#Hijrah. Sekitar 100tahun lalu, ada sebuah buku berjudul “The Science of Getting Rich”, di buku ini ada 3 langkah utk jadi kaya..

>>>#Hijrah. Tapi menurut sy, 3 step ini, bukan cuma utk urusan mendapat kekayaan. Tapi juga utk urusan lain dalam segala aspek kehidupan.

>>>#Hijrah. 3 step itu adalah ; THINK in the certain way, FEEL in the certain way & ACT in the certain way. BerPIKIR, meRASA & berTINDAK.

>>>#Hijrah. Untuk mencapai sesuatu yg diinginkan, seseorang perlu berPIKIR, meRASA & berTINDAK dgn CARA tertentu. Hingga tujuannya tercapai.

>>>#Hijrah. Mari amati yg dilakukan Umar ibn alKhattab pada momen bersama Iyasy tadi. Pertama, Umar mungkin berpikir ; 1.kenapa ada Abu Jahl?

>>>#Hijrah. 2.Ada maksud apa Abu Jahl menemui mereka di Quba’? | 3.Benarkah informasi yg diberikan Abu Jahl tentang ibunya Iyasy? Dll.

>>>#Hijrah. Umar mengkritisi semua info yg berhubungan dgn Abu Jahl & al Harits. Untuk orang sekelas Abu Jahl & al Harits, ia wajib kritis.

>>>#Hijrah. Kedua,setelah THINK in the certain way, beliau FEEL in the certain way. Beliau mendeteksi feel-nya. Apa perasaan yg muncul?

>>>#Hijrah. Sebenarnya, data tentang Abu Jahl yg ada di #DataStorage pikiran Umar agaknya semua data negatif. Begitupun tentu feelnya..

>>>#Hijrah. Feel yg diRASAkan Umar tentang Abu Jahl pun tentu tak nyaman. Ada getaran kekhawatiran dari semua informasi dari Abu Jahl.

>>>#Hijrah. Ketiga, ACT in the certain way. Berdasar apa yg di THINK & FEEL, maka ACT yg dilakukan Umar pun tentu menyesuaikan.

>>>#Hijrah. Ini yg kita sebut-sebut selama ini dgn #LogicalDecision. Umar adalah orang luar yg tak punya hubungan emosional dgn ibunya Iyasy..

>>>#Hijrah. Sehingga, Umar lebih mudah mengkritisi dgn menggunakan logikanya dibanding Iyasy yg langsung tersentuh emosionalnya.

>>>#Hijrah. “Sudahlah,nanti juga ibumu menyisir & berteduh!” Begitu kan kalimat lain dari Umar tadi? Tak ada unsur emosional sedikitpun!

>>>#Hijrah. Lalu Umar pun menyerahkan untanya pada Iyasy krn Umar sangat mengkhawatirkan keselamatan Iyasy .. Dan terbukti kan?

>>>#Hijrah. Jadi, andai Iyasy mau sedikit kritis lalu gunakan #LogicalDecision nya, tentu ia tak akan ditangkap & disiksa oleh Abu Jahl..

>>>#Hijrah. Dari sini kita belajar banyak. Jika sudah berurusan dgn Allah, seharusnya tak ada urusan lain yg lebih penting.

>>>#Hijrah. Dari Hijrah pula kita belajar bagaimana seharusnya membangun “winner mentality” ya, mentalitas pemenang..

>>>#Hijrah. Mari belajar dari konglomerat Makkah yg mirip dengan Shuhaib, meninggalkan kekayaannya di Makkah ; Abdurrahman bin ‘Auf.

>>>#Hijrah. Seperti halnya Shuhaib, Abdurrahman bin ‘Auf meninggalkan seluruh hartanya di Makkah.. Di Madinah,ia memulai bisnisnya dari NOL.

>>>#Hijrah. “Winner mentality”nya sangat terlihat saat ia berdialog dgn Sa’d bin Rabi’,seorang konglomerat asal Madinah..

>>>#Hijrah. Sa’d bin Ar Rabi’ berkata pada Abdurrahman. “Sesungguhnya aku adalah orang yg paling banyak hartanya di kalangan Anshar..”

>>>#Hijrah. “..Ambillah separuh hartaku itu untukmu. Kita bagi dua. Aku juga punya dua istri. Pilihlah, akan kuceraikan,lalu kau nikahi.”

>>>#Hijrah. Ini tawaran yg super menggiurkan. Tawaran mendapat modal besar utk memulai bisnis di daerah baru itu hadiah besar!

>>>#Hijrah. Andai Abdurrahman mengambil tawaran itu,tentu ia lebih mudah membangun bisnisnya. Toh,ini bukan tawaran pinjaman modal. Ini GIFT!

>>>#Hijrah. Ini hadiah dari Sa’d yg Abdurrahman tak punya kewajiban utk mengembalikannya. Sa’d berikan itu gratis!

>>>#Hijrah. Tapi,lihat jawaban Abdurrahman; “Semoga Allah berkahi keluarga & hartamu. Lebih baik tunjukkan saja dimana PASAR kalian?”

>>>#Hijrah. Beuh! Gagah sekali jawaban Abdurrahman itu. Sy melihat ada 2 kemungkinan kenapa Abdurrahman menolak tawaran Sa’d saat itu..

>>>#Hijrah. Satu : Abdurrahman ingin menjaga mentalitas pemenangnya. Real winner will fight. Apapun kemudahannya, ia memilih bertarung.

>>>#Hijrah. Mungkin,ia khawatir bila tawaran itu diterima, suatu saat nanti ketika ia jatuh, ia TERGODA untuk minta bantuan lagi pada Sa’d.

>>>#Hijrah. Dan jelas, Abdurrahman tak mau itu terjadi. Ia konglomerat paling kaya di Makkah sebelum hijrah, ia punya self esteem yg tinggi.

>>>#Hijrah. Dua : logika saya, bila Shuhaib saja memiliki pola kesuksesan bisnisnya, apalagi Abdurrahman bin ‘Auf. Maka,alasan penolakannya..

>>>#Hijrah. ..adalah Abdurrahman bin ‘Auf sudah paham betul pola & struktur kesuksesan. Ia paham benar pengalamannya dulu di Makkah..

>>>#Hijrah. Maka,nampaknya tak terlalu penting bagi Abdurrahman bin ‘Auf memulai bisnisnya dgn modal yg besar. Ia cukup mulai dari NOL.

>>>#Hijrah. Yg lebih emejing, sepertinya Abdurrahman bin ‘Auf sengaja ingin menguji “selling skill” nya dgn hanya bertanya “dimana pasar?”

>>>#Hijrah. Maka ditunjukkanlah ia pasar bani Qainuqa’. Dan nampaknya tebakan saya benar. Syaikh Mubarakfury menjelaskan, tak berapa lama..

>>>#Hijrah …Abdurrahman bin Auf sudah mendapatkan sejumlah Samin dan Keju. Sy kurang paham, mungkin ini produk awal dagangannya. 🙂

>>>#Hijrah. Jadi jelas sekali ya, Abdurrahman bin ‘Auf jaauuuuuh dari mental gratisan. Mentalnya adalah mental petarung. Real winner FIGHT!

>>>#Hijrah. Dari dialog Abdurrahman & Sa’d kita bisa ambil satu pelajaran lain. Mental pemenang itu selalu MEMBERI. Seperti yg dilakukan Sa’d.

>>>#Hijrah. Mungkin Sa’d berpikir, Abdurrahman adalah Muhajirin yg nampaknya butuh bantuan. Maka, sebagai Anshar, ia berikan service excellent.

>>>#Hijrah. Sa’d menawarkan penawaran yg agak-agak sulit diterima akal bila dibawa ke dunia modern. Separuh asset & salah seorang istri!

>>>#Hijrah. Manusia mana yg bisa-bisanya menawarkan separuh hartanya & salah seorang istrinya pada orang yg belum 24jam dikenalnya?

>>>#Hijrah. Ya begitulah jernihnya #MindSet para manusia langit itu tentang ukhuwah; bahwa ikatan keimanan, jauh lebih erat dari ikatan nasab.

>>>#Hijrah. Mereka pun nampaknya paham benar mekanisme kerja universe ; when you give more, you’ll receive more. Ngasi lebih,nerima lebih..

>>>#Hijrah. Seperti yg dipahami orang terkaya bumi ini; Buffet, Gates, Slim,Zuckerberg dkk. Toh,mrk tak lagi bangga disebut entrepreneur,kan?

>>>#Hijrah. Bukankah kini mereka lebih nyaman dipanggil “philanthropist” daripada entrepreneur ? Mereka sudah naik level..

>>>#Hijrah. Mereka paham benar mekanisme alam semesta ini. Yg memberi lebih memang akan menerima lebih..hingga mereka berlomba memberi.

>>>#Hijrah. Begitu mungkin yg dipikirkan Sa’d waktu itu. Tapi sy bicara “give more receive more” hanya dlm konteks rezeki ya, bukan istri 😉

>>>#Hijrah. Sekian dulu bahasan #Hijrah. Semoga ada manfaatnya.. 🙂 -end-

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply