Beautiful Sorowako

2 comments 2467 views

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menginjakkan kaki di sebuah daerah yang amat sangat istimewa.

Kenapa saya sebut istimewa? karena untuk mencapai daerah itu, saya harus menempuh perjalanan udara dari Bandung ke Makassar selama 2,5 jam. Lalu berlanjut dengan perjalanan darat dari Makassar ke Sorowako selama sekitar 12jam. Ya, 12 jam!

Tapi memang semua effort waktu dan tenaga akhirnya terbayar dengan pesona luar biasa dari desa itu. Oh ya, Sorowako adalah nama sebuah desa kata teman-teman disana. Sampai di Sorowako, saya nyeletuk bertanya kepada bang Muhlis, sahabat yang menjemput saya di terminal. “Ini masih Indonesia, kan?”  saking jauhnya perjalanan yang saya tempuh.

Kelelahan saya terbayar ketika melihat gunung-gunung yang berjajar memagari daerah itu. Ditambah lagi rupanya ada sebuah danau indah yang menunggu untuk dinikmati airnya. Danau Matano namanya. Konon ini adalah danau yang terdalam se-Asia Tenggara. Kedalamannya bisa mencapai 700meter kata sahabat saya itu. Saya memang tak pernah bisa menahan diri ketika bertemu sungai atau danau. Selalu ingin menceburkan diri.

 

Danau Matano

 

 

Belum selesai sampai disana istimewanya. Lidah saya pun ikut dimanjakan menikmati makanannya. Coto Makassar, Dangkot dan beberapa makanan lain yang saya lupa namanya. Sampai saya katakan ke teman-teman disana, “Sepertinya habis dari Sorowako, saya harus diet ketat ini!” 

Dan tentu saja yang paling istimewa adalah para peserta kelas offline Covert Selling yang sangat antusias mengikuti kelas yang berlangsung. Teman-teman peserta kebanyakan adalah para perawat yang sudah memulai bisnis online, ataupun yang baru mau memulai. Semoga semakin sukses ya teman-teman!

Sorowako2

 

Bahkan saya berkesempatan mempresentasikan sebuah konsep kelas training saya ke beberapa sahabat disana. Saya sempat menjelaskan sebuah konsep training untuk para karyawan yang sedang dalam masa persiapan pensiun.  Oya, izinkan saya bercerita sedikit tentang konsep training saya ini.

Kita tahu, kebanyakan training Masa Persiapan Pensiun (MPP) selalu menekankan untuk memulai usaha setelah seorang karyawan itu pensiun. Yang jadi persoalan adalah, peluang usaha yang biasanya dipilih oleh para pensiunan adalah usaha yang membutuhkan modal sangat besar. Tak masalah modalnya besar kalau pelakunya memang sudah sangat memahami seluk beluk usaha itu. Tapi, justru kebanyakan karyawan yang baru akan memulai usaha itu adalah yang sama sekali tak pernah bergelut di dunia usaha selama mereka bekerja dulu.

 

Nah, ini akan berpotensi jadi sumber masalah nantinya. Ketika sebuah bisnis mengeluarkan modal awal sangat besar, sedangkan pengelolanya belum berpengalaman sedikitpun, tentu sangat beresiko. Orangtua saya sendiri, menghabiskan modal sekitar Rp.500juta untuk membuka bisnis toko besinya. Ini luar biasa berbahaya ketika dikelola oleh seseorang yang nggak rapi secara manajemen. Terutama manajemen keuangan.

Belum lagi, biasanya usaha konvensional itu membutuhkan effort yang sangat besar ketika baru dimulai. Kemungkinan besar, pengelola akan terjun langsung dan menghabiskan banyak energi dan waktu untuk mengelolanya. Ini jadi masalah serius untuk bapak-ibu kita yang sudah membutuhkan lebih banyak waktu untuk istirahat.

Makanya, ketika saya mempresentasikan konsep training saya itu, teman-teman sangat antusias. Karena bapak-ibu yang sedang mempersiapkan masa pensiun itu, akan dilatih untuk memiliki bisnis online. Mereka akan dilatih untuk membuat sistemnya. Yang memungkinkan mereka bisa mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup, meski cuma duduk santai sambil ngopi dan baca koran, atau main bersama cucu-cucunya.

 

Sistem yang akan dibuat, akan memastikan uang yang bekerja untuk mereka. Bukan mereka lagi yang capek bekerja untuk menghasilkan uang. Bapak-ibu yang sudah pensiun itu bukan saatnya lagi bekerja keras untuk mendapatkan uang.

“Bagaimana dengan modalnya, pasti sangat besar ya?” begitu mungkin yang dipikirkan. Jawabannya ; modalnya sangat kecil jika dibanding usaha konvensional itu. Kalau ayah saya yang baru pensiun punya anggaran Rp.500juta untuk memulai usaha, maka konsep saya ini hanya membutuhkan Rp.20juta-an saja. Atau bahkan dibawah itu. Sekadar untuk menyiapkan resources yang akan memudahkan jalan bisnisnya.

“Bagaimana potensinya?” jika ada pertanyaan semacam itu, maka saya nggak akan muluk-muluk jawabnya. Kalau pengelolaannya serius dan profesional, sudah terbukti bisa menghasilkan income yang yaaaah… cukuplah untuk membeli sebuah mobil dalam 2 bulan. Yang namanya bisnis, selama dikelola dengan keseriusan yang tinggi, insyaALlah PASTI berkembang.

Teman-teman yang sempat saya ceritakan konsep saya ini InsyaALlah akan merealisasikannya. Tinggal kita lihat, berapa banyak nantinya para pensiunan yang bisa menikmati hidup lebih menyenangkan. Kerja sedikit, penghasilan banyak. Hehe..

Kembali ke Sorowako. Saya masih penasaran untuk menikmati Kano menyeberangi Danau Matano itu. Suatu saat saya harus balik lagi kesana, mungkin bersama keluarga, khusus untuk liburan.

Rupanya masih banyak bumi Allah yang harus saya kunjungi. Memang benar, jangan sampai gara-gara kerja, kita nggak bisa menjelajahi bumi Allah yang amat sangat luas dan indah ini. Kerja itu ibadah. Tapi ibadah itu bukan hanya kerja. Belajar itu ibadah, main dengan anak itu ibadah, menjelajah bumi Allah untuk bertafakur itu ibadah. Ketika kita menganggap hanya kerja yang disebut ibadah, maka kita pasti akan mengabaikan ibadah-ibadah yang lainnya.

 

Salam..

Ki Jendral

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 

Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution.

Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

  1. author

    Marsuki Salang1 year ago

    Sayang saya tak bisa hadir Pak Jenderal, 3 hari sebelum hari H .sy hubungi Akh Muchlis akan waktu yang tak sempat. semoga kedatangan berikutnya ke sorowako kita bisa ketemu Jendral

    Reply

Leave a Reply