Think Simple

No comment 542 views

>>>Di KelasMTM kemarin, saya berikan simulasi ke para peserta. Sebuah game sederhana. Sederhana banget.

>>>Saya tunjukkan sebuah game dari seutas rantai & ring. Si rantai sy renggangkan dgn jari telunjuk & jempol tangan kiri.

>>>Lalu ring berdiameter ± 3cm sy pegang dgn jari telunjuk & jempol tangan kanan.

>>>Kemudian, rantai di tangan kiri sy masukkan ke dalam ring di tangan kanan. Sehingga ring berada di luar rantai.

>>>Lalu ring itu sy naik & turunkan ke bawah & ke atas rantai. Dan dilepaskan..hupp! Criingg! Si ring jatuh ke lantai.

>>>Saya bilang, “nah,ini kondisi normalnya..” lantas saya ulangi lagi memasukkan rantai ke dalam ring. Naik & turunkan lagi.

>>> sy lepaskan lg ring dari jari tangan kanan..simsalabim! Hupp!Si ring tak lagi jatuh ke lantai,krn sekarang ia terikat ke rantai.

>>>Ya, si rantai sekarang secara cantik mengikat ring yg seharusnya jatuh ke lantai.

>>>Dan peserta pun bengong. “Eh,kok bisa gitu?” “Kok bisa ngiket?” “Kok bisa..?”

>>>Lalu seperti demian, saatnya sy bilang..sempurnaaaa! Dan peserta masih bengong di tempatnya.

>>>“Sekarang silakan coba!” Kata sy ke teman-teman peserta. Dan mereka mulai mencoba..

>>>Simulasi ini sy berikan di hari pertama. Karena masi banyak materi yg harus dibahas, mereka mencoba di sela-sela break.

>>>Malam hari seusai workshop hari pertama, mereka lanjutkan mencoba simulasi ini. Dan nyaris frustasi 😀

>>>Pagi di hari kedua sy bertanya, “gimana sudah ada yang sukses?” Sy gak perlu jawaban, krn nampaknya blm ada yg berhasil.

>>>Sy belum kasi tahu rahasianya, krn memang belum masuk ke materinya. Pasca break shalat Asar,baru sy bahas.

>>> “Perhatikan baik-baik!” Kata sy mengulangi simulasinya. Masukkan rantai ke ring,daaan.. “Fuahh!” Nyangkut ringnya!

>>>Beberapa kali sy ulangi. Mata peserta tak ada yg berkedip melihat “kesaktian” sy :)) seolah-olah gerak tangan sy super cepat.

>>> Berkali-kali sy lakukan. Mereka mengamati tak berkedip. “Nah,coba lagi” nyaris 1jam dihabiskan utk materi yg satu ini.

>>> “Keywordnya; modeling & fokus ke solusi!” Saya bilang. Di slide terpampang gambar & tulisan besar; MODELING”

>>>Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya tinggal 1orang yg belum menemukan RAHASIA simulasi ini.

>>>Kenapa yg lain berhasil & hanya tinggal satu orang yg BELUM berhasil ? Padahal semua keyword sudah dijelaskan gamblang.

>>>Jawabannya ada di ; The way we THINK! Ya, cara kita BERPIKIR ! Ini yg jadi bahasan utamanya.

>>>Hidup kita, selalu dikepung oleh segala dinamika yg selanjutnya biasa disebut persoalan alias masalah.

>>>Kenapa ada yg namanya masalah?

>>> Ya,karena kita masih hidup, dan karena kita menamakan segala dinamika kehidupan itu dengan kata “masalah”.

>>>Seperti yg sering kita bahas, saat seseorang menganggap dinamika itu masalah, yg muncul adalah emosi negatif.

>>>Suatu perasaan ketaknyamanan di dada. Kenapa itu muncul? Ya, krn #datastorage kita memuat data itu di dalamnya.

>>>Pikiran kita, sejak lahir sampai detik ini sudah menerjemahkan bahwa kata “masalah” adalah sesuatu yg tak menyenangkan.

>>> “Orang bermasalah”, “rumah bermasalah”, “bermasalah dgn rumahtangga”, “masalah di tubuh” dll, dsb.

>>>Semuanya dipersepsikan sebagai sesuatu yg tak diinginkan untuk terjadi. Feel-nya jelas membuat tak nyaman.

>>>Maka, sy benar-benar takjub dgn peserta TrainingBackpackeran kemarin. Sy bilang, “tak ada yg hafal jalan ke puncak gunung”.

>>>“Kita punya pilihan menganggapnya sebuah masalah atau sebuah tantangan” kata sy.

>>>Dan semua sepakat menamakannya dgn TANTANGAN. Hasilnya? kita menghajar tantangan itu dengan senang hati!

>>>Begitupun simulasi ring & rantai tadi. Ada 2 hal yg jadi teknik problem solving-nya.

>>>1.Modeling–> Perhatikan CARA orang yg lebih dulu berhasil dalam melakukan yg ingin kita lakukan itu. Lalu ikuti caranya!

>>>2. Focus! –>Sy katakan, “perhatikan fokusnya! Jangan salah fokus! Fokus ke SOLUSI, abaikan masalahnya!”

>>>Kedua teknik ini mengerucut ke “The way we think”, utk dapatkan kedua poin itu, think SIMPLE! Berpikirlah dgn sangat sederhana!

>>>Masalah itu semakin rumit, karena kita tak mampu berpikir sederhana hingga kita akhirnya mendramatisasi masalah itu.

>>> Hanya dgn menyederhanakan cara berpikir, baru kita bisa memodel orang lain yg sudah lebih dulu berhasil.

>>>Lantas fokus pada solusi pun, hanya bisa dilakukan bila kita tak lagi mendramatisasi masalah yg ada.

>>>Adakah hubungannya dengan MentalBlock? ah,tak perlu ditanya..jelaslah ada!

>>> MentalBlock lah yg paling berperan utk menyulitkan kita membereskan masalah-masalah yg ada.

>>> MentalBlock lah yg membuat kesombongan itu semakin menggembung, sehingga gengsi bertanya “gimana caranya?”

>>> Mentalblock juga yg selama ini membuat pernyataan, “ah,dia sih enak..lha saya?”

>>> MentalBlock juga yg membuat kita memelihara fokus pada masalah, bukan solusi.

>>>MentalBlock juga yg membuat kita memelihara peRASAan tak nyaman hingga ia betah berdiam di diri. Padahal tak ada manfaatnya!

>>>MentalBlock juga yg membuat kita lebih betah menggunakan kata “masalah” dibanding kata “tantangan”.

>>>Nah,tetaplah berpikir sederhana. Hanya dari sana semua kemudahan akan berloncatan & membereskan segala persoalan kehidupan..

>>>Ingat! Kita yg bertanggung jawab atas diri kita. Tak boleh ada faktor eksternal yg boleh mengganggu kenyamanan perasaan kita.

>>>Hanya kita yg berhak menentukan,kita akan bahagia atau tak bahagia!

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.