The People Effect

No comment 556 views

Pernahkah kita melewati sebuah warung bakso yang ramai sekali, lalu di pikiran kita terlintas “wah, rame tuh…kayanya perlu dicoba nanti!”, pernahkah?

Kenapa kita jadi ingin mencoba? 

Apa yang membuat kita ingin mencoba? 

Ya, jawabannya adalah “curiosity” alias rasa penasaran. Kenapa? Tentu saja karena ada banyak orang yang makan di tempat itu.

Kenapa kita penasaran? Nah inilah poin paling pentingnya. 

Jawabannya : karena kita punya program di pikiran kita “If WARUNG RAME then BERARTI ENAK”, bahwa sebuah tempat makan yang ramai dikunjungi orang, pastilah makanannya enak. Kalau tak enak, tentunya tak mungkin ramai. Begitu logika yang terbangun dalam pusat penyimpanan data di pikiran kita. 

 

Nah, inilah yang kemudian memunculkan sebuah strategi marketing. Entah apa namanya diluar sana. 

Tapi saya menamakannya The People Effect” .

 

Jika pernah mendengar nama “Keripik Ma’Icih”, nah mereka adalah salah satu merek yang memanfaatkan strategi “people effect”. Mereka membuat sebuah konsep penjualan berdasarkan lokasi. Artinya mereka tak memiliki sebuah lokasi yang permanen. Teknisnya, mereka berjualan menggunakan mobil-mobil pribadi. Mobil-mobil ini akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sesuka hati mereka saja. 

Perpindahan lokasi ini akan diumumkan melaui twitter. 

“tweeps, kami nanti sore ada di Jl.Setiabudi ya..”

Teknis begini memungkinkan mereka mengumpulkan banyak orang di satu titik dalam satu waktu. Tumplek! Kita bisa bayangkan, jika melihat sebuah mobil parkir di pinggir jalan, di belakangnya berdiri mengantri orang-orang sepanjang 20meter, siapa yang tak penasaran? Siapa yang tak akan bertanya, “ada apaan sih?”

 

Setelah orang-orang bertanya dalam pikirannya, “ada apaan sih?”, tentu mereka akan berusaha melihat sumber keramaian itu. “Maicih, apaan tuh?”  Yang melek internet tentu akan bertanya pada mas gugel siapa gerangan ma’icih.

 

Selanjutnya kita tinggal memanfaatkan program “If WARUNG RAME then BERARTI ENAK” ini. Program ini sudah terinstall di pikiran sebagian besar orang. Sehingga, sebagai seorang penjual, kita tinggal memanfaatkannya. 

Lalu apa yang harus dilakukan? 

 

Nah, sebagai seorang penjual cerdas & kreatif, , kita bisa mulai berpikir untuk menciptakan“people effect” tadi. Bagaimana cara mengumpulkan banyak orang, sehingga membuat orang penasaran, dan semakin banyak yang berkunjung ke warung kita.

Salah dua strategi yang mungkin bisa dilakukan adalah : 

– Kumpulkan data kawan-kawan, saudara, tetangga, kawannya tetangga, sodaranya kawan, dll, ajak mereka untuk makan di warung kita secara GRATIS! Kita bisa membuat anggaran memberikan gratis untuk sekitar 10-15 orang setiap hari. 

– Kuota gratis untuk 10-15 orang tadi juga bisa dibuat jadi publikasi “YANG ULANG TAHUN HARI INI MAKAN GRATIS!” , atau biar agak nasionalis, “YANG HAFAL BACA PEMBUKAAN UUD ’45 MAKAN GRATIS!”, atau kalau mau banyak pahala, “YANG HAFAL SURAT AL-BAQARAH GRATIS MAKAN SEMINGGU SEPUASNYA!”

Atau strategi apapun yang bisa mengumpulkan orang ke lapak kita, sehingga memunculkan rasa penasaran orang lain yang melihat ada keramaian di warung kita. 

 

Saya jualan online, gimana cara memanfaatkan “people effect” untuk bikin orderan membanjir? 

Pertanyaan bagus! 

 

Pertanyaan ini akan saya jawab di “FREE SEMINAR ONLINE JEMPOLPRENEUR” tanggal 19 April mendatang. Semoga kita bertemu di “ruang seminar” itu ya 🙂

 

 

Tapi hati-hati menggunakan “people effect” ini, bisa mengakibatkan kewalahan meladeni orderan!

Salam banjir

@JendralGagah

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.