The Qurban Cash

No comment 1026 views

 

The Qurban Cash

Saya punya kebiasaan yang tak biasa jelang Idul Adha. Kebiasaan saya itu adalah; berqurban tanpa menabung dulu sebelumnya. 

 

Bukan….bukan karena uang saya banyak sehingga tak perlu menabung jauh-jauh hari untuk berqurban. Jujur, saya tak punya anggaran yang saya anggarkan khusus jauh-jauh hari sebelum Idul Adha hadir. Bisa jadi, ini kebiasaan jelek sebenarnya. Tapi, bagi saya, ini lebih menyenangkan.

 

Ada 3 hal penting yang saya lakukan :

  • Get Intention
  • Aware for the opportunity
  • Perfectly Execution

 

Niat adalah bahan bakar utamanya. Selanjutnya saya tinggal menunaikan sunnatullahnya hingga tercapai goal yang saya tetapkan itu.

Di alam semesta ini, kita punya sebuah mekanisme yang kita kenal dengan ; Your Intention Creates Your Attention.

Niat kita, akan menciptakan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang kita niatkan itu. Dengan bahasa lain, kita akan menciptakan kenyataan sesuai apa yang kita niatkan.

 

 

Jadi, inilah yang saya lakukan :

 

  • Get Intention

Niatkan dulu agar kita tahun ini bisa berqurban. Dan kita siap bertempur habis-habisan untuk bisa mendapatkan cash agar terbeli hewan qurban itu. Pelihara terus niat itu. Pastikan tidak ada keraguan sedikitpun bahwa kita memang bisa berqurban tahun ini. Niat kita adalah keyakinan di pikiran dan perasaan kita. Semakin yakin kita, semua anggota tubuh kita akan semakin mendukung untuk mencapai apa yang diniatkan itu. Seperti petuah dari Imam Asy Syafi’i rahimahullah, “Jika engkau katakan tak bisa, maka seluruh anggota tubuhmu akan membenarkannya..” 

 

 

  • Aware for the opportunity

Pasang mata dan telinga tajam-tajam. Perhatikan segala peluang yang ada di sekitar kita. Bagi saya yang memang pengangguran profesional, sejujurnya bukan perkara sulit mencari dan mengamati peluang. InsyaAllah apapun yang ada disekitar kita, bisa kitamonetize menjadi sumber cash. Ini ada hubunganya dengan kecerdasan kita mengubah apapun sumber daya yang ada pada diri kita untuk menjadi sumber uang. Teman-teman alumni kelas seminar saya yang Monetizing Intelligence, sudah lebih terlatih soal ini, coba tanyakan pada mereka. Semakin tinggi tingkat Monetizing Intelligence kita, semakin mudah kita menghasilkan uang.

 

Dan sebenarnya, secara alamiah, ketika seseorang meniatkan untuk mendapatkan sesuatu, mendadak ia jadi lebih sering melihat apa yang diniatkannya itu. Tubuh kita akan semakin sensitif terhadap sesuatu yang kita niatkan itu. Misal : Sudah seminggu kita ingin bakso. Tapi belum ada kesempatan untuk bisa makan bakso. Biasanya, panca indera kita jadi lebih sensitif mendeteksi adanya penampakan bakso, suara tukang bakso ataupun aroma bakso.

 

Begitupun dengan qurban. Kalau saya, biasanya saya jadi lebih sering melihat spanduk, banner, baligho dan media iklan lainnya yang menampilkan gambar domba atau sapi qurban di pinggir jalan.

 

 

  • Perfectly Execution

Setelah ketemu peluangnya, tinggal eksekusi dengan sempurna. Personal skill kita akan memengaruhi secara langsung kesempurnaan hasilnya. Kesempurnaan hasilnya, memengaruhi langsung besaran cash yang kita terima. Begitu rumusnya.

 

Jadi, pastikan kita punya agenda pribadi untuk meningkatkan kapasitas personal skill kita. Baca lebih banyak buku, ikut seminar & training yang menambah kompetensi kita, agar kita bisa mengubah keilmuan & keahlian kita menjadi sumber cash.

 

 

Cara saya ini memang agak anti mainstream. Jangan dicoba jika tak benar-benar yakin.

 

Untuk teman-teman yang karyawan, yang gajinya memang besar, saya yakin bukan urusan sulit untuk berqurban setiap tahun. Tapi bagi yang gajinya belum cukup besar, qurban bisa jadi adalah perkara yang sulit diwujudkan selama ini. Sehingga perlu komitmen yang benar-benar serius untuk menabung, menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan untuk bisa berqurban. Tapi, kalau masih kesulitan, atau ternyata dananya masih kurang, cara saya diatas bisa digunakan. 🙂

 

Bagi teman-teman yang berdagang, cara saya diatas sebenarnya lebih menantang untuk dicoba. Nggak usah menabung untuk berqurban! Lakukan saja pola saya diatas. Niatkan, perhatikan peluangnya, lalu injak pedal gas untuk ngebut melesatkan omzet.

Tapi ya balik lagi, jika tak yakin, menabung sajalah.

 

Masih ada sekitar 20 hari lagi untuk bisa menghasilkan cash lebih banyak untuk bisa berqurban tahun ini.

 

Siapa berani coba?

 

 

 

Salam sembelih!

 

Ngobrol dengan saya juga di Twitter @JendralGagah dan Facebook Jendral Nasution

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply