The Expert Job

No comment 695 views

Kasrun baru pulang dari rumah sakit mengantarkan istrinya periksa kandungan. Setelah memastikan istrinya masuk ke rumah dengan aman, Kasrun pamit ke istrinya. Dia harus pergi lagi. Ada agenda meeting yang harus dihadirinya sore itu.

Di depan pintu mobil, Kasrun mencari kunci di sakunya. Ia masukkan tangannya ke saku kiri & kanan bergantian. Mencari kunci mobil. Tapi tak ada. Ia balik lagi ke rumah, bertanya pada istrinya dimana kunci mobilnya. Tapi istrinya tak melihat keberadaan sang kunci mobil.

Kasrun membongkar tasnya, siapa tahu kuncinya terselip di dalam tas. Tapi tak ada juga. Ia keluar lagi menuju mobil. Berpikir kuncinya menggantung di pintu. Tapi tak ada kunci menggantung di pintu. Tiba-tiba ia berpikir, “jangan-jangan masih menempel di sarangnya, di setir mobil.” begitu pikirnya.

Lalu ia melongok ke dalam mobil, dan BENAR!

Kuncinya ada di dalam. Dan ia ada diluar. Tak punya kunci selain kunci yang tertinggal di dalam mobil. Kasrun mulai bingung bagaimana mengambil kunci yang ada di dalam mobil. Ia mulai browsing. “Cara mengambil kunci yang tertinggal di dalam mobil” Begitu ketiknya di handphone-nya.

Ada banyak cara. Salah satu cara yang paling dianjurkan adalah dengan menggunakan penggaris dari besi. Dan tanpa menunggu lama, Kasrun berlari ke dalam rumah mengambil penggaris besi yang bulan lalu dibelinya. Ia mulai beraksi memasukkan penggaris besi itu lewat celah kaca jendela.

10 menit…15 menit… 30 menit berlalu. Dan tak ada tanda-tanda ia akan berhasil membuka pintu yang terkunci dari luar itu. Ia mulai panik. Ia masih teringat dengan agenda meetingnya. “Ah..gawat. Aku pasti akan telat!” Begitu pikirnya.

 

left9

source : www.eaglelocksmithservice.com

 

 

Karena kehabisan akal, Kasrun menelpon Udin. Teman akrabnya yang selalu menemaninya dalam suka dan duka. Dukanya ya seperti yang sedang dihadapinya saat ini.

“Ya elah Srun…kayak nggak ada masalah lain aja. Kunci mobil pake ditinggal di dalam mobil!” 

” Udah gak usah cerewet..lu punya solusi nggak? Ini gimana caranya gua bisa masuk mobil?” 

” Ya udah, lu tunggu aja disana. Ntar gua telponin montir langganan gua..” Jawab Udin.

 

10 menit kemudian, seorang pemuda berusia sekitar  26 tahunan menghentikan sepeda motornya di depan rumah Kasrun.

” Rumahnya pak Kasrun ini ya pak?” tanya si pemuda.
” Iya mas..saya Kasrun. Mas ini montir yang ditelpon Udin ya?” 

” Iya, benar pak. Saya Bejo. Montir langganan mas Udin.” 

” Ini mas, kunci saya saya ketinggalan di dalam. Saya bingung bukanya gimana..” jelas Kasrun. Bejo langsung melihat-lihat ke dalam mobil lewat kaca jendela.

” Ada penggaris besi mas?” tanya Bejo. Kasrun langsung memberikan penggaris yang tadi dipakainya untuk mencoba. Tapi ternyata kurang panjang kata Bejo. Kasrun mencari yang lain. Tapi tak ada.

” Kawat yang tebal ada pak?” tanya Bejo lagi. Kasrun lalu berlari menuju gudang. Ada! Kasrun lalu memberikan kawat itu kepada Bejo. Bejo lalu membengkokkan kawat itu sedemikian rupa. Membantuk semacam pengait. Ia mengambil obeng dari tasnya. Kemudian meminta kain lap pada Kasrun. Dengan obeng dan kain lap itu ia membuka kaca jendela mobil dari atas. Setelah terbuka sedikit, Bejo memasukkan kawat yang sudah dibengkokkannya itu melalui celah kaca.

Pelan-pelan ia arahkan kawat itu menuju tombol pengunci pintu. Dan.. cklek! kunci pintunya terbuka.

“Alhamdulillaaah…!” teriak Kasrun

Beberapa saat kemudian, Bejo pun pamit pada Kasrun. Kasrun juga berangkat menuju tempat meeting. 

Di mobil, sambil bengong, Kasrun berpikir. Betapa sederhana yang dilakukan Bejo tadi. Dia hanya membengkokkan kawat, lalu membuat celah di kaca jendela dengan kain lap dan obeng. Lalu memasukkan kawat ke celah itu untuk membuka tombol pengunci pintu yang terkunci.

Ini bukan soal sederhana atau tak sederhana. Ini soal pekerjaan yang dilakukan oleh seorang ahli. Kasrun sudah memikirkan segala macam cara dan menghabiskan 30 menit untuk membuka pintu mobil yang terkunci. Tapi tak juga ketemu caranya. Dan Bejo hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk membuka pintu. Pekerjaan Bejo yang sangat sederhana itu, tak pernah terpikirkan oleh Kasrun.

Bejo mampu memikirkan cara yang sangat sederhana itu tentu bukan hasil pembelajaran sehari-dua hari. Ia tentu sudah menghabiskan banyak tahun dalam hal itu. Benar kata buku yang dibaca Kasrun kemarin. “Seorang ahli, pikirannya akan menemukan cara yang tak pernah terpikirkan oleh orang lain. Mereka berada di level tertinggi sebuah keahlian.” 

 

 

The End

 

Salam

Ingin ngobrol dengan saya di twitter ? Sila berkunjung ke twitter @JendralGagah

 

 

 

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.