Teknik Ngilangin Kenangan Buruk

No comment 582 views

Bohong banget jika diantara kita ad yang g pernah ngalamin “kenangan buruk”. tapi…. ada berita baik dan berita buruk tentang “kenangan  buruk”,, mau yang mana dulu yang dikasih tau?? :D, yang buruk aja dulu yah… 🙂


>>> Berita buruknya kenangan buruk TAK MUNGKIN bisa dihilangkan dari pikiran kita.

>>>Kenapa? yaa karena memang itulah aturannya. Data yang udah masuk ke DataStorage,       tak mungkin bisa di delete kecuali ada hardware yang rusak

 >>>Artinya, tak ada cara praktis untuk menghilangkan data secara “legal”, dengan teknik apapun, karena data di DataStorage itu bersifat permanen.

>>>Mau itu kenangan baik, ataupun kenangan buruk semua yang udah masuk ke DataStorage kagak bakalan bisa dihapus, koma kecuali amnesia 😉 


>>>Nah.. berita baiknya, meski kenangan itu tidak bisa di delete, tapi ia bisa Di-EDIT sesuai keinginan. Fungsinya?? Untuk menghilangkan emosinya.

 >>>Yang jadi masalah kita, tentu adalah kandungan emosi negatif dalam kenangan buruk itu, ya kan?? Tak ada masalah dengan kenangannya. 

>>>Kenangan buruk dan kenangan baik itu takdir Allah. Tak ada takdir buruk, semua takdir adalah kebaikan, kita lah yang mengANGGAPNYA buruk.

>>>Masalah muncul saat menganggapnya takdir itu buruk. Saat menganggapnya buruk muncullah emosi negatif yang menyakitkan.

>>>Semakin sering diakses datanya, semakin kuat ia. Semakin ia menjadi “recent dokumen”. Semakin menyakitkan pula ia dirasakan.

>>>Selayaknya data bervirus di komputer, emosi negatif itu menyebar semakin luas, dan semakin kuat saat ia terus menerus diakses.

>>>Saya cuma ketawa kalau ada yang berkata “saya ingin menghilangkan dia dari ingatan saya”—> makin ingin dihilangkan, makin jadi recent doc!

>>>Koq begitu?? lha saat berkata “saya ingin menghilangkan dia..”pun orang itu sedang mengAKSES semua data tentang si “dia” kan?

>>> Jadi, clear ya… yang kita bereskan EMOTIONAL EFFECT terhadap suatu kenangan. Yang sebenarnya adalah penyebabnya!

>>>Jadi,, tak perlu lagi nangis bombay sambil berkata “mengapa ini harus terjadi?? hiks..hiks.. lebaaayyy `:p!

>>>Sekarang kita bahas teknisnya. Bagaimana membereskan EMOTIONAL EFFECT dengan meng-edit datanya.

>>>Ada 2 cara, yang sulit dan yang mudah. Mau yang mana?? kita bahas yang mudah aja dulu deh ya?? 😀

>>>Cara ngeditnya sederhana, Allah sudah siapkan alatnya. mata, hidung, telinga, dan pasti pikiran adalah alat utamanya. Tinggal pakai!

>>>Pertama: Anda boleh menghadap ke tembok atau dinding putih. Ini akan kita jadikan layar nantinya.

>>> Kedua: Anda panggil kembali kenangan yang Anda ANGGAP buruk itu, lalu nyalakan “infokusnya”, tembak ke dinding putih yang di depan anda itu.

>>> Bisa lihat sejelas jelasnya, di layar itu ada film kenangan buruk, siap utuk di play? jika belum pertajam lagi infokusnya!

>>>Ketiga: Jika sudah sangat jelas gambar filmnya, tekan tanda PLAY di remote yang anda pegang (anggap saja Anda pegang remote)!

>>>Keempat: mulai nikmati film kenangan yang anda anggap buruk itu, lalu mulai rasakan emosinya, mulai rasakan ketidaknyamanannya.

>>>Kelima: tekan tombol volume untuk mendengar suaranya lebih jelas, tombol brigthness untuk mempertajam gambarnya. Rasakan tak nyamannya.

>>>Keenam: perkuat emosi tak nyaman yang Anda rasakan. Lihat perubahan fisiologisnya, jantung makin cepat berdetak, nafas, keringat, dan lain lain.

>>>Jika perlu, perbesar layar untuk meningkatkan intensitas emosinya.

>>>Ketujuh: jika sudah maksimal emosi tak nyamannya, saatnya kita edit datanya. Caranya, pegang baik-baik, kita mainkan!

>>>Kedelapan: kecilkan volume filmnya, perlahan tapi pasti sampai suaranya semakin mengecil, hingga hilang sama sekali.

>>>Kesembilan: kecilkan juga volume brightnessnya, biarkan ketajaman gambarnya berkurang perlahan, sampai memudar.

>>>Kesepuluh: pencet tombol mengecilkan layar, kalau sebelumnya 1×1 meter, kecilkan ukurannya sampai 30×30 cm, perhatikan rasanya!

>>>Kesebelas: berhenti sejenak. Pejamkan mata, tarik nafas panjang, keluarkan perlahan, kalau perlu minum dulu. Cek emosinya!

>>>Keduabelas: berikan nilai 1-10,berapa nilai ketaknyamanan emosi anda sekarang? Anggap saja di awal tadi nilainya 10, sekarang?

>>>Keempatbelas: Jalankan prosedur seperti sebelumnya. Lalu, mulai kecilkan suaranya, kecilkan layarnya sampai 10×10 cm, buramkan gambarnya.

>>>Kelimabelas: Perhatikan gambarnya baik-baik, pencet tombol black and white di remote, lihat gambarnya perlahan berubah jadi hitam putih.

>>>Keenambelas: pencet tombol “ant” artinya semut, fungsinya membuat layarnya bersemut! 😀 pencet sekarang!

>>>Ketujuhbelas: perhatikan layarnya mulai dipenuhi semut, itu loh kalo TV antenanya jelek, bukan semut betulan ya!

>>>Kedelapanbelas: pejamkan mata, tarik hembuskan nafas panjang, minum air lagi (g usah kebanyakan, ntar kembung!) cek lagi emosinya.

>>>Kesembilanbelas: cek lagi nilainya, bila belum NOL, ualngi lagi dari langkah awal, bikin beberapa putaran, sampai tuntas.

>>>Teknik ini kreatifitas saja ya…Anda bisa pakai teknik lain yang lebih seru, yaaa paling g Anda paham konsep dan filosofinya 😀

>>>Konsep dan filosofinya itu yang repot di sini, sya janji akan bahas nanti di #TrainingBackpaker 10-13 juni nanti deh InsyaAllah 😀

>>>Yang belum daftar di #TrainingBackpaker, langsung daftar ke 0896-5620-4384, atau invite 2A4D6ED0, tanya selengkap lengkapnya dah!

>>>Teknik Ngilangin Kenangan Buruk ini sangat bergantung pada ketajaman imajinasi Anda. Memunculkan gambar, aroma, suara, dan lain lain secara imajinatif.

>>>Kalau imajinasinya belum oke bisa dilatih dulu, anggap main-main aja dulu teknik ini. Selama filosofi benar, apapun tekniknya bisa jalan.

>>>segitu dulu ya…kapan-kapan bahas teknik lain, selamat mencoba 🙂 monggo kalo mau nanya,,

>>>Teknik Ngilangin Kenangan Buruk insyaAllah bebas efek samping 

-end- :))

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply