Systemized Amal

No comment 1010 views

nature

 

Salah satu karakter yang harus dimiliki seorang muslim adalah ; seberapa sering ia memikirkan strateginya dalam beramal. Jadi, bukan hanya memikirkan strategi bisnis dan strategi pekerjaan saja.

Amal ibadah pun perlu strategi yang seharusnya dipikirkan dengan sangat serius. Untuk apa? Jelas agar kita bisa mendapatkan banyak pahala, bahkan kita hanya melakukan sebuah amal sekali, tapi penghasilan pahalanya berkali-kali.

Apa bisa ? Jelas bisa. Di agama kita, kita mengenal istilah amal jariyah. Sebuah amal yang dilakukan sekali, namun berpotensi menghasilkan pahala berkali-kali.

Misal : Kita punya uang 20ribu perak. Amal apa yang bisa kita lakukan dengan uang 20ribu itu? Katakanlah jawabannya sedekah! Oke, kalau kita sedekahkan ke pengemis seluruhnya, tentu akan jadi amal kebaikan yang menghasilkan poin pahala. Tapi, mungkin kita hanya mendapatkan pahala sekali saja. Nah, apa yang harus kita lakukan agar melakukan amal sekali, namun mendapatkan pahala berkali-kali? 

Caranya sederhana. 10 ribunya boleh sedekahkan ke pengemis itu. Sisanya 10 ribu lagi belikan sendal jepit sepasang. Syukur-syukur bisa dapat 2 pasang. Bawa sepasang sendal itu ke masjid. Tinggalkan disitu. Pastikan orang-orang yang hadir ke masjid menggunakannya untuk berwudhu. Kita hanya melakukan amal sekali dengan memberikan sendal itu ke masjid, namun potensi penghasilan pahalanya insyaAllah berkali-kali. Karena kita akan terus kecipratan pahala, selama sendal itu masih digunakan orang untuk berwudhu.

 

Ini yang saya sebut “systemized amal”

 

Begitu pula yang saya lakukan selama ini…

Saya sangat menyadari keterbatasan saya dalam beramal. Infaq sedikit, ibadah sedikit. Apalah nanti yang mau diandalkan untuk jadi bekal menghadap kematian.

Yang saya lakukan adalah ; membuat beberapa komunitas. Komunitas ini saya pastikan berisi orang-orang baik yang insya Allah berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

 

Setidaknya ada 2 komunitas aktif yang saya inisiasi :

1. Komunitas PasukanOAS. Ini komunitas penjualan. Disini saya berperan membantu teman-teman yang ingin memulai bisnis online. Saya bantu menyiapkan produk tanpa mereka perlu menyiapkan modal sepeserpun. Mereka mendapatkan penghasilan dari keuntungan penjualan. Hanya ada 1 orang admin disini. Namanya MALA , WhatsApp: 0857-1640-2943, silakan kontak untuk bergabung.

2. Komunitas Kampoeng Kata-Kata. Ini komunitas kepenulisan. Di kampoeng ini semua orang berlatih menulis. Semua orang wajib menyetorkan minimal sebuah tulisan dalam sebulan. Tulisan apapun. Berharap tulisan-tulisan ini yang akan mengukir sejarah kehidupan kita dan jadi salah satu sarana amal jariyah yang terus menghasilkan poin-poin pahala meski sang empunya tulisan telah tiada. Ada beberapa pengurus kampoeng disini. Ada Tante Eva WhatsApp 0857-4074-6380 , Om Anto WhatsApp 0813-3331-7743, ada om Rifki dan lainnya. Silakan hubungi mereka untuk jadi warga Kampoeng.

 

Seiring berjalannya dinamika kedua komunitas di grup WhatsApp itu, saya secara diam-diam menyiapkan strategi & siasat untuk mendapat pahala, tanpa mereka ketahui saya akan dapat pahala dari mereka. Saya menyiapkan jejaring ke beberapa lembaga sosial & komunitas lain. Saya lantas mencari seseorang yang bersedia menjadi Infaq Collector. Alhamdulillah ada mbak Dwi yang berbaik hati & bersedia repot mengumpulkan infaq dari komunitas-komunitas diatas. Biasanya mbak Dwi akan mengumpulkan infaq setiap hari Jumat. Mbak Dwi bisa dihubungi di WhatsApp 0812-1919-3979

Setelah dikumpulkan, infaq langsung disalurkan ke lembaga-lembaga sosial seperti ACT, Rumah Wakaf dan sebagainya.

 

Ini yang saya sebut dengan “Systemized Amal”.

 

Kita berharap, dengan keterbatasan kita beramal, kita bisa menciptakan strategi-strategi cerdik untuk menciptakan leverage yang membuat poin pahala dari amal kita bisa meningkat.

Pffiuhh…berat sebenarnya menulis & mempublish tulisan ini. Karena dengan saya publish tulisan saya ini, berarti teman-teman yang ada di dua komunitas itu jadi mengetahui siasat saya ini. Ah, sudahlah.. tak apalah. Semoga mereka mau berbaik hati tetap menciprati saya pahala dengan semakin kencangnya mereka berinfaq lewat dua komunitas itu.

Nah, tapi ada satu peluang lagi jadinya. Ketika teman-teman yang membaca tulisan ini jadi terinspirasi dengan strategi “Systemized Amal” ini, lalu mempraktikkannya. Saya berdoa pada Allah agar saya juga kecipratan pahala dari “Systemized Amal” yang akan teman-teman ciptakan..

Aamiin…

 

Ayo segera pikirkan strategimu!

Salam

Silakan berinteraksi juga dengan saya di twitter @JendralGagah

 

 

 

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.