Stress Release

No comment 497 views

>>>Pertama, pahami dulu, stres itu fitrah. Tekanan dlm kehidupan itu sunatullah. Wajib ada.

>>>Masih bernafas? Jantung masi berdetak? Kita masih akan terus bertemu tekanan-tekanan.

>>>Tak perlu berharap hidup bebas dari tekanan. Berharaplah bisa gagah dalam hadapi tekanan.

>>>Tekanan hidup itu biasa menghantam psikis kita. Pintar-pintarlah mengelolanya.

>>>Yg paling pintar kelola tekanan, biasanya itulah yg akan melesat di depan.

>>>Nah, pernah merasa kepala penuh kayak mau meledak? Dada nyesek?

>>>Itu tanda tekanan sudah mulai memuncak. Segera buang ke tempat sampah. Caranya?

>>>Oke begini caranya.

>>>Pejamkan mata..bayangkan tekanan yg ada di dada itu berkumpul, lalu bayangkan tekanan itu BERUBAH menjadi sebuah benda.

>>>Bisa berubah jd benang kusut, cahaya, bola atau benda apapun yg anda mau. Beri warna yg jelas & bentuk yg jelas.

>>>Kalau sudah jelas bentuk & warnanya, sekarang tarik nafas panjang, lalu keluarkan perlahan..

>>>..sambil bayangkan benda itu keluar bersama hembusan nafas. Fiiiuuuh..

>>>Bayangkan lagi, tarik nafas panjang.. Lalu hembuskan perlahan sambil bayangkan benda itu keluar. Fiiuuhh..

>>>Ulangi terus..jika sudah, buka mata, beri nilai. 0 – 10 berapa nilai rasa tak nyamannya?

>>> Kalau masih >5 ulangi lagi langkah diatas, sampai dibawah 3. Bahkan sampai NOL.

>>> Ini adalah P3S (pertolongan pertama pada stres). Tujuannya agar, “sampah”nya tak menggunung.

>>> Idealnya, “sampah” itu tak perlu masuk ke diri kita, tapi kalau sudah masuk ya tinggal di buang.

>>>Ini salah satu materi di workshop “Mind Tech Mastery”. Kapan-kapan kita ketemu di kelas ya, biar makin jelas.

>>> Oke, sekian dulu ya stress release-nya. Semoga bermanfaat.

>>>Enjoy your high quality life! -the end-

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.