Sindrom Level 3

No comment 524 views

>>>Pernahkah melihat orang yg saat berbicara ingin mendominasi? Ingin tampil sebagai yg paling pintar?

>>>Pernahkah melihat orang yg selalu memamerkan kekayaannya?

>>>“Kemarin kan sy ke Bali,nginep di hotel.ya ampun hotelnya 2juta per malam.Alhamdulillah sih ada rezekinya..” <~ pernah dengar?

>>>Temen-temen alumni training “Mind Tech Mastery” biasa menyebut orang-orang semacam ini “orang level 3”.

>>>Orang level 3 adalah org yg kondisi sebenarnya masih setengah. Di kondisi ini hasrat pengakuan itu memang besar sekali.

>>>Dia memang punya ilmu, tapi kapasitas ilmunya sebenarnya masih biasa saja. Tidak benar-benar wow. Biasa saja.

>>> Jika tentang kaya,dia mungkin kaya. Tapi kekayaannya juga masih biasa saja. Tak benar-benar kaya.

>>>Suatu saat sy kedatangan seorang klien. Namanya pak Ded. Pak Ded ini seorang pebisnis.

>>>Beliau sering ditunjuk menjadi imam di masjid dekat rumahnya krn ia aktif di masjid & punya pemahaman agama yg baik.

>>>Saat datang ke sy,beliau cerita. Ada masalah yg dirasanya cukup mengganggu dirinya

>>>Di masjid dekat rumahnya itu ada 3 orang pengurus, yg jika salah satu dari ke 3 orang ini jadi makmum, ada yg aneh terjadi..

>>>Setiap shalat berjamaah, & ada 1 dari 3orang itu atau ketiganya, bacaan surat pilihan yg dibacanya tiba2 hilang. Blank!

>>>Dia kebingungan. Ada apa dengan dirinya? Ada apa dgn ke 3 orang tersebut?

>>>Lalu sy bertanya pada beliau, “jabatan ke 3 orang itu selevel manajer ya?”

>>>“Iya betul!” Jawabnya.

>>>Lalu sy jelaskan padanya sebabnya. Yg terjadi padanya adalah pembentukan mindset negatif yg tak disadarinya.

>>>Mindset yg dibentuknya adalah,ketiga orang ini lebih hebat dari dirinya.

>>>Tanpa ia sadari, ia memberikan otoritas pada ketiga orang itu utk menghancurkan kepercayaan dirinya berkeping-keping.

>>>Pak Ded ini cerita,ketiga orang ini memang selalu mendominasi setiap forum. Seolah mereka yg paling benar.

>>>Dari status sosial, ketiganya memang lebih superior dari orang-orang di sekelilingnya.termasuk pak Ded.

>>> Karena status sosial itu, ketiganya merasa pantas menunjukkan powernya kepada semua orang di sekitarnya.

>>>Singkat cerita.. sy ajarkan teknik praktis utk memprogram ulang mindsetnya, alhmdulillah kepercayaan dirinya kembali normal.

>>> Yg lebih emejing, pak Ded berhasil membuat ketiganya terdiam di sebuah forum saat pak Ded bicara.

>>>Kapasitas intelektual pak Ded memang tak kalah dari ketiga orang itu. Apalagi, beliau lebih paham Islam.

>>>Mungkin pernah bertemu dengan orang sejenis ketiga orang itu?

>>>Maklumi saja ya, doakan mereka segera naik level, agar berhenti menunjukkan kehebatannya.

>>>Tak semua orang terserang sindrom level3 ini. Yg membaca tulisan ini insyaAllah termasuk yg aman dari sindrom itu 😉

>>> Kenapa sy bilang aman? Bagi sy,mereka yg terserang sindrom ini pada dasarnya tak akrab dgn ilmu.

>>>yg sy amati, mereka yg akrab dgn ilmu nyaris tak berhasrat utk menunjukkan kehebatan dirinya dari orang lain

>>>Saat memasuki wilayah level 3,mereka sudah langsung disibukkan dengan bagaimana menaikkan ke level selanjutnya.

>>>Sehingga, tak ada waktu untuk memamerkan, “eh,sy bisa ini loh..hebat ya?”

>>> Yg berbahaya, penderita sindrom ini tak mungkin sembuh jika ia menikmati sindromnya.

>>>Satu-satunya obat sindrom ini,si penderita wajib menaikkan levelnya agar sindromnya segera beres.

>>>Kita pasti akan masuk ke level3. Tapi pe-er kita adalah,bagaimana melewati level3 tanpa mencicipi sindromnya.

>>>Selamat belajar & terus menaikkan level.. -sekian-


Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.