SIM U (SURAT IJIN MEMULAI USAHA)

No comment 474 views
Beberapa waktu lalu saya membuat kultwit di twitter saya : @jendralgagah. Saya beri judul seperti judul notes ini. #SIM U. Alias Surat Izin Memulai usaha.
Rupanya, ada banyak sekali teman-teman yang begitu bersemangat ingin memulai sebuah bisnis, namun harus terkendala restu dari orang tua.

Ada apa sebenarnya?
Mengapa orang tua begitu sulit memberikan restu pada anaknya untuk memulai sebuah usaha?
Begini ceritanya. Orang tua kita, sebagian besar memiliki latar belakang pekerja kantoran, pegawai, karyawan, atau apalah namanya. Mereka terbiasa bekerja setiap hari, pergi jam7 pagi, pulang jam7 malam. Lalu di awal/akhir bulan mereka mendapat upah dari hasil kerja selama 1bulan. Dengan jumlah yang pasti.

“meski tak lebih, yang penting tak kurang..”  begitu mungkin yang dipikirkan orangtua kita demi menghidupi keluarganya. Demi membesarkan anak-anaknya.
Orang tua kita itu, hanya begitu khawatir jika anak-anaknya tak bisa makan jika mereka punya penghasilan yang tak pasti. Maka, mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang pasti ,syukur jika gaji besar, lantas punya masa depan, sudah sangat cukup bagi mereka. Ya, begini kurang lebih mind setyang ada pada orang tua kita.

Salahkah mind set ini? 


Ah,saya mohon jangan buru-buru menyalahkan.
Orangtua kita sama sekali tak salah memiliki mind set seperti ini. Mind set yang ada pada mereka ini, bisa jadi bukan keinginan mereka. Mind set semacam ini, adalah mind set  keturunan. Yang diturunkan oleh kakek, ayahnya kakek, dan kakeknya kakek kita. Bahwa cara paling aman untuk hidup adalah dengan menjadi karyawan.

“Nah, lalu apa yang harus  saya lakukan?” 
Yang harus anda lakukan jika memang serius ingin mengurus #SIM U dari orangtua adalah ; menjadi mind setter. Tugas anda adalah, menambahkan mind set  baru pada orangtua. Sehingga, memungkinkan menggantikan mind set yang lama.

Mind set seperti apa yang harus ditambahkan?

Orang tua agaknya perlu memiliki mind set  ini : 

#1 The Unpredictable Way
” Dan DIA memberinya rezeki yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal pada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..”  Ath-Thalaq : 2

Orang tua yang sangat kita cintai itu, perlu menambahkan tema ini pada mind set nya. Setiap muslim yang telah berikrar tentang keimanannya, wajib meyakini bahwa Allah sebagai satu-satunya pemberi rezeki. Dan rezeki yang diberikannya itu bersifat PASTI. Jauh lebih pasti dari 1+1 = 2. 

#2 Not Door but Doors
تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِزْقِ فِي التِّجَارَةِ
“Sembilan, dari sepuluh pintu rezeki itu..” sabda Rasululllah “dari berwirausaha”
Setelah keyakinan yang begitu bulat akan kepastian rezeki, maka, mind set selanjutnya yang perlu ada, adalah “Jika inginkan penghasilan tanpa batas alias unlimited income satu-satunya cara adalah dengan berbisnis. Mengapa unlimited ? Ya jelas, wong pintu masuknya saja ada 9 !

 #3 Every job has it’s own risk!
Jika selama ini orang tua kita begitu yakin bahwa bekerja pada sebuah perusahaan milik orang lain, maupun milik pemerintah adalah sebuah jaminan keamanan,silakan jelaskan bahwa tak ada satupun pekerjaan yang aman di muka bumi ini. Perusahaan raksasa sebesar apapun selalu memiliki potensi bangkrut!

“Ya kalau begitu bekerja di perusahaan milik pemerintah..” anda boleh ajak jalan-jalan ke Bandung, lalu saya akan tunjukkan sebuah perusahaan pembuat pesawat terbang milik pemerintah yang bernama PT.Dirgantara Indonesia. Ini perusahaan pemerintah yang dulu para pegawainya begitu bangga bekerja di dalamnya. Dan sekitar 10tahun yang lalu ribuan karyawan harus menangis karena di PHK ! aman?

“Kalau begitu jadi PNS saja…”  Jadi yang namanya negara itu nggak bisa bangkrut ? Uni Soviet adalah negara terbesar di dunia pada zamannya. Dan karena masalah ekonomi, negara itu bangkrut. 

Bisa jadi ada banyak alasan dan argumen. Anda boleh menyusun argumen apapun yang bisa dikomunikasikan pada orangtua. Pintar-pintarlah mencari pilihan kata yang tepat untuk membicarakan keinginan anda untuk memulai usaha. 

Pintar-pintarlah mencari momentum yang tepat untuk membuka pembicaraan. 
Ada 4 syarat mengubah mind set seseorang, termasuk orang tua : 
  • Sering-seringlah mengulangi keinginan anda untuk memulai usaha itu. Pastikan orang tua benar-benar memahami apa yang menjadi impian anda. Tak ada orang tua yang tega menghalangi anaknya mencapai impian hidupnya. Sering-seringlah ungkapkan impian hidup anda kepada orang tua. Semakin sering, semakin besar kemungkinan #SIM U akan keluar. FYI, saya perlu waktu lebih dari 4 tahun untuk bisa dapat #SIM U loh 🙂
  • Carilah seseorang yang memiliki otoritas lebih besar dari ayah-ibu kita. Paman, kakek, atau nenek mungkin. Komunikasikan pada mereka keinginan anda. Lalu perlahan, minta mereka untuk menyampaikannya pada orang tua. 
  • Perhatikan momentum anda bicara. Pastikan suasana hati orang tua sedang nyaman, senang, bahagia. Sambil memijat pundak, atau kakinya, ngobrollah dengan nyaman, lalu perlahan, arahkan pembicaraan pada keinginan anda itu. Bisa jadi tak cukup sekali. Ulanglah lagi lain waktu. 
  • Kenalkan mereka pada lingkungan wirausaha. Berikan buku tentang bisnis pada mereka. Jika ada teman orang tua yang berbisnis, akan lebih baik lagi. Lingkungan akan dengan sangat mudah mengubah mind set seseorang. 


Sudah, berhentilah membaca. Segera temui orang tua anda. Jika orang tua jauh diluar kota, seringlah menelpon. Jika tak punya pulsa untuk menelpon segeralah jualan pulsa 😀 

Selamat mengurus #SIM U, semoga sukses !

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.