Positive Mind State

No comment 547 views

>>>Mari berbincang lagi tentang mind state. Masih ingat obrolan ini kan?

>>> Mind state adalah kondisi pikiran yg dipilih oleh seseorang dlm kehidupan sehari-hari.

>>>Setiap mendapat sebuah informasi dari luar melalui panca indera,kita pasti akan meresponnya dgn pikiran

>>>Hasil respon pikiran ini yg selanjutnya kita sebut sebagai “perception” atau persepsi.

>>>Setiap informasi yg kita terima, sesungguhnya kita punya kekuasaan penuh utk meresponnya.

>>>Apakah kita akan meresponnya dgn negatif, ataukah positif. Keduanya memiliki konsekuensi.



>>>Persepsi alias hasil respon kita terhadap informasi ini juga kita sebut dengan mindstate. Atau kondisi pikiran.

>>>Kondisi pikiran ini,tanpa kita sadari rupanya mempengaruhi banyak hal dlm kehidupan kita. Termasuk kesehatan.

>>>Ex case: Sore itu Andi & Jono pulang kantor. Jono nebeng mobil Andi. Andi yg menyetir mobil. Tujuannya rumah Jono.

>>>Saat lewat jalan Sudirman, tanpa disangka jalanan macet total. Ada mobil truk pasir nabrak gerobak bakso.

>>>Perhatikan respon mereka; Andi ~>”ah,pake acara macet pula!” Jono ~>”ah,syukur deh macet. Sy bisa beresin buku tadi!”

>>>Apakah respon mereka tanpa konsekuensi apapun?

>>>Mari simak penuturan Dr.Shigeo Haruyama, seorang dokter spesialis bedah dari Jepang, tentang kedua respon ini.

>>>“Pikiran apapun..” Kata Dr.Shigeo, “mewujud dlm otak memicu reaksi biokimia tertentu”

>>>“Tiap proses brpikir,sllu gunakan energi.Seusai brpikir,ada senyawa protein proopiomelanokortin (POMC) akan dipecah.”

>>> “Respon pikiran negatif atau positif ini akan dipecah dengan cara berbeda. “

>>>“Saat breaksi positif thdp sbuah informasi,dr POMC td akan trbentuk hormon korteks adrenal yg ringankan stres fisik.”

>>>“Selain itu,beta endorfin yg menangkal stres psikis juga akan dibebaskan” lanjut Dr.Shigeo.

>>>FYI,POMC itu protein yg dibentuk di brbagai organ; kelenjar Pituitaria.Saat stres,protein ini semakin bnyk trbentuk.

>>>Selanjutnya ia akan dipecah ke dlm hormon2 peptid yg berbeda,yg selanjutnya dilepaskan ke dalam darah.

>>>Hormon (endo) morphin atau Endhorphin ialah hormon penentu kesehatan & kebahagiaan manusia.

>>>Lalu bagaimana jika sebuah informasi di respon dengan negatif?


>>>Bila seseorang merespon informasi dgn negatif,beta-endorfin di tubuh yg brfungsi ciptakan kebahagiaan tdk terbentuk.

>>>“Sbg gantinya..”Kata Dr. Shigeo, “muncul substansi lain,yakni noradrenalin & adrenalin,yg tdk hanya bracun,tp juga..”

>>>“..memicu pembentukan oksigen aktif yg berbahaya.” Lanjut Dr.Shigeo.

>>> Intinya, merespon sebuah informasi dgn cara negatif, hanya akan merugikan kesehatan. Menurunkan imunitas tubuh.

>>>Maka, kita tahu bahwa Islam sudah lebih dulu miliki konsep husnuzhan & su’uzhan.

>>>Husnuzhan ialah merespon sebuah informasi dgn cara baik (positif),sebaliknya Su’uzhan merespon dgn cara buruk(negatif)

>>>Zhan adalah sangka. Ia bisa disebut persepsi terhadap sebuah informasi. Zhan akan diindikatori oleh feel di dada.

>>>Bila zhan-nya baik, feelnya nyaman, begitu sebaliknya bila zhannya buruk, feelnya gelisah.

>>>Maka kita bisa samakan frekuensi bahwa husnuzhan = positive perception = positive mind state. Begitu ya?

>>>Tentang Jono & Andi, kita telah tahu siapa yg miliki positive & negative mind state, bukan?

>>> Dari sini,kita bisa kembali pahami, bahwa segala perintah dlm Islam, memang hanya akan MENGUNTUNGKAN pelakunya.

>>> Ini sebenarnya hanya masalah kebiasaan. Kebiasaanlah yg menentukan kita akan merespon sebuah informasi dgn cara apa.

>>> Kebiasaan, selalu dimulai dari sebuah lintasan pikiran, lantas diteruskan menjadi sebuah tindakan.

>>>Di sini kita memulainya. Di Ramadhan ini. Di sini kita akan mulai merancang kebiasaan itu.

>>>Di Ramadhan ini, kita berlatih berpersepsi yg baik. Kita biasakan miliki zhan yg baik. Agar ia mendarah & mendaging.

>>> Goalznya jelas; sehatnya fisik, mental & ruh kita.

>>>Are you ready to make your new habit?

>>>Selamat menciptakan kebiasaan positive perception/husnuzhan agar miliki. 🙂

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply