Pillars

No comment 521 views
Pillars,5 / 5 ( 1votes )

>>> Karman adalah seorang mahasiswa teknik yg baru saja lulus kuliah dari sebuah kampus negeri ternama.

>>>Pada dasarnya Karman berasal dari keluarga yg sangat berkecukupan. Ayahnya seorang konglomerat.

>>> Ayahnya adalah pemilik perusahaan eksportir batu bara terbesar. Salah satu orang terkaya di negara ini.

>>>Tapi,luar biasanya, Karman tak pernah sedikitpun ingin menunjukkan kekayaan orangtuanya.

>>>Bukan hal yg sulit baginya mengendarai mobil sekelas BMW utk pergi ke kampus. Tapi ia tak pernah mau.

>>>Pulang-pergi kampus ia hanya mengendarai sepeda motor, hasil keringatnya sendiri.

>>>Sejak awal kuliah,ia nyaris tak pernah meminta uang ke orangtuanya. Ia mengandalkan uang hasil jualan sepatu.

>>> Suatu hari, ia menghadapi persoalan yg cukup sulit. Produsen sepatu yg memberikan supply selama ini bangkrut.

>>>Sementara,ia masih punya kontrak dgn pelanggannya utk memenuhi produksi sepatu 500pasang lagi.

>>> Batas waktunya 1bulan lagi. Kalau itu dikerjakan produsen langganannya, tak ada masalah.

>>>Sekarang,produsen langganannya bangkrut, dan ia terancam tak bisa memenuhi pesanan konsumennya.

>>>Tak bisa memenuhi pesanan konsumen, adalah kesalahan fatal bagi Karman. Berarti ia gagal memberikan pelayanan terbaik.

>>> Sebenarnya bisa saja Karman mencari produsen lain. Tapi resikonya, kualitas,waktu,dan harga menjadi taruhannya.

>>>Kualitas mungkin tak akan sebagus langganannya. Waktu juga pasti ngaret karena produsen perlu pelajari pesanan Karman lg.

>>>Harga apalagi..bisa jadi jauh lebih mahal. Karena Karman akan membuka penawaran dari awal.

>>> Tapi,Karman anak muda yg cerdas. Ia berpikir keras utk memecahkan persoalannya.

>>> Ia teringat salah satu pilar di ilmu Neuro Linguistic Programming (NLP), salah satu pilar itu adalah; fleksibilitas.

>>>Karman sudah sejak awal kuliah belajar Neuro Linguistic Programming, dan ia mempraktekkan NLP dalam kehidupannya.

>>>Terutama dalam bisnis. Ia merasa sangat terbantu saat ia mengaplikasikan ilmu NLP dalam bisnisnya.

>>> Ia berpikir keras. Fleksibilitas apa yg bisa ia gunakan dalam kondisinya saat ini?

>>> “Outcome-nya sudah jelas, 1bulan 500pcs. Sementara harga,waktu & kualitas nyaris tak mungkin tercapai..” Pikirnya

>>>“bila aku cari produsen lain. Cara apa yg harus aku gunakan utk mencapai outcome itu?”

>>>“Aha!” Karman dapat ide yg tak ada salahnya dicoba. Hari itu juga Karman mendatangi pak Husen produsen sepatunya.

>>>Karena cukup akrab,ia bertanya santai pada pak Husen. “Pak,boleh sy tahu kendala produksi sepatu yg sedang bapak alami?”

>>>“Yah,masalahnya klasik.. Saya ditipu orang. Dan kami kehabisan modal utk memproduksi sepatu lagi..” Jawab pak Husen.

>>>KLIK! Masalahnya sesuai dgn yg ia bayangkan.

>>>“Kalau persoalan modal bisa teratasi, berarti, produksi sepatu bisa dimulai lagi, begitu pak?” Tanya Karman.

>>> “Ya jelas lah itu..” Jawab pak Husen santai.

>>> “Kalau sy bisa bantu, bapak bersedia?” Tanya Karman lagi.

>>>“Hahaha..gak mungkinlah sy menolak!”

>>>“Oke pak..berapa nominal yg dibutuhkan?”

>>>“Kamu serius ya?”

>>> “Hahaa..Iyalah pak..ini sy terancam bangkrut juga. Masa saya main-main sih? kan tau sendiri masalah sy.”

>>> “Okee, sy butuh 300juta.” Jawab pak Husen serius.

>>> Saat itu juga, Karman terlihat memencet hape-nya, lalu serius sekali bicara pada seseorang.

>>> “Oke pak. Ayah saya sepakat memberikan Rp.300juta utk modal produksi awal. Akadnya bagi hasil”

>>> Besok beliau serahkan uangnya pak. Dan produksi bisa dimulai lagi..” Kata Karman.

>>> Wajah pak Husen sumringah sekali mendengar itu. Mereka bersalaman. Pak Husen berterima kasih.

>>>Setelah modal diserahkan,pak Husen langsung bisa memulai produksi. Dan bisa ditebak, pak Husen mendulukan pesanan Karman.

>>> Setelah pesanan sepatu 500pcs itu beres, Udin penasaran, bagaimana ceritanya Karman bisa membereskan persoalan kmrn.

>>> “Berpikir fleksibel itu memang Amazing!” Kata Karman. “Aku hanya terapkan fleksibilitas berpikir..”

>>>“..eh..malah rapport-ku dan pak Husen jd makin terbangun.” Jawab Karman.

>>>“Aku gak ngerti!” Kata Udin sambil garuk-garuk hidung.

>>> ” Aku hanya mencoba fleksibel mencari cara terbaik..dapatlah ide utk menghubungkan ayahku dan pak Husen.”

>>> “Aku berharap masalah pak Husein adalah modal, supaya aku bisa membantunya dgn suntikan dana dari ayah”

>>>“Ternyata benar. Syukur banget. Aku janjikan profit share pada ayahku. Turunlah dana segar itu besoknya.”.

>>>“Tanpa diduga, ini membuat rapport atau hubunganku dgn pak Husen semakin baik.”

>>>“Tanpa kuminta, pak Husen mendahulukan pesananku yg 500pasang itu. Ini yg dlm NLP disebut Rapport”

>>>“Rapport akan terbangun saat seseorang bisa membangun kenyamanan & kepercayaan pada orang lain.”

>>>“Dalam bisnis, Rapport itu ibarat aliran darahnya. Kalau rapportnya tersendat, bersiaplah bisnis kita kena stroke!”

>>>Udin mengangguk-angguk pura-pura ngerti. “Kau tau apa yg lebih keren lagi?” Tanya Karman. Udin mengangkat bahunya.

>>>“Ayahku bilang, bagi hasil 300jt kemarin tak usah diberikan padanya. semuanya untukku. Alhamdulillaaah.. Rezeki nomplok “

>>>“Jadi NLP itu apa sebenarnya?”

>>>“Intinya NLP/ Neuro Linguistic Programming itu sebuah ilmu yg mempelajari pola perilaku manusia.. ”

>>>“Setelah pola itu dipahami, kita bisa menyesuaikan tindakan kita dgn pola perilaku seseorang, agar mencapai satu tujuan.”

>>> “Seandainya selama ini aku tak dekat dgn pak Husen, rasanya ceritanya ga akan semudah ini. Aku memang menjaga kepercayaannya”

>>>“Ke ayahku, aku gunakan teknik NLP yg disebut TOWARD, krn beliau pengusaha. Aku janjikan bagi hasil. Karena itu yg menguntungkan.”

>>>“Seandainya aku hanya pinjam modal tanpa iming-iming bagi hasil,sepertinya beliau gak mungkin berikan duit sebesar itu.”

>>>Karman menjelaskan panjang lebar apa itu NLP pada Udin. Dia angguk-angguk sambil garuk hidung bagian dalam.

>>>Sejak itu Udin jadi belajar NLP pada Karman. Karman banyak mengajarkan teknik negosiasi & komunikasi ala NLP.

>>>Perlahan, Udin mencoba mempraktekkannya dalam karirnya sebagai pegawai negeri sipil di sebuah departemen.

>>>Kamu, mau belajar Neuro Linguistic Programming juga? -the end-

>>>Wannabe a neuro linguistic programmer? | Training “Magic of NLP” | Bdg,7 Sept ’13 | Daftar: 089656204384 / 2A4D6ED0 | Limited seat!

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply