Muhammad Al Fatih & Mission Impossible -part II-

No comment 1522 views

Kembali sedikit ke perang Ahzab. Entah ya. Bagi saya, Ahzab nampaknya menjadi perang paling istimewa dalam hal pertunjukkan kejernihan visi seorang pemimpin. Dan entah juga, kok saya merasa, Ahzab adalah salah satu perang yang paling menginspirasi Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel. Bukan sekadar hadits Rasulullah di perang itu, namun juga seluruh proses kemenangan Ahzab yang menakjubkan.

Di perang ini, Rasulullah mengungkapkan pernyataan-pernyataan “tak masuk akal” namun mampu menggelorakan semangat pasukan.

Satu lagi pernyataan beliau yang menunjukkan kejernihan visinya. Saat di tengah terik matahari yang membakar, sambil menghantam batu keras yang menghalangi  penggalian parit, Rasulullah bersabda,

 

“AllahuAkbar! Aku diberi kunci-kunci syam. Demi Allah,aku benar-benar melihat istana-istananya yang bercat merah!” “AllahuAkbar! Aku diberi tanah Persia. Demi Allah,aku dapat melihat istana-istana Mada’in yang berwarna putih dari tempat ini” “AllahuAkbar! Aku diberi kunci-kunci Yaman..Demi Allah, dari sini aku bisa melihat pintu gerbang-pintu gerbang Shan’a”

Tiga kali, dalam tiga pukulan keras, Rasulullah mengucapkan kalimat yang bagi orang-orang munafik adalah sebuah kebodohan.

Ya mereka tentu menganggap itu kebodohan. Karena kalimat itu diucapkan Rasulullah dalam keadaan mereka yang kata Anas bin Malik “Saking laparnya, rasa nyerinya hingga ke ulu hati”

 

Waktu terus berjalan..

Cita-cita penaklukkan Konstantinopel pun terus digelorakan.

Sejarah mencatat para sahabat, dan orang-orang beriman setelahnya terus berlomba menjadi “sang penakluk”. Ada Abu Ayyub Al Anshari, sang pemegang bendera perang nabi, yang hingga usia 80 tahun masih terus merindukan menjadi bagian dari penaklukkan Konstantinopel.

 

Dalam perjalanan menuju Konstantinopel, Abu Ayyub wafat karena sakit. Ia berpesan untuk dikuburkan di tempat yang paling dekat dengan Konstantinopel. “Agar aku bisa mendengar tapak kuda & gemerincing kemenangan pasukan Muslimin” katanya.

Orang-orang beriman ini rupanya memang sangat meyakini, bahwa sabda Rasulullah tentang penaklukkan Konstantinopel itu memang bukan ungkapan visi semata, tapi ia sebuah keniscayaan. Sesuatu yang pasti terjadi. Zaman hanya tinggal menunggu waktu, siapa yang berperan sebagai “the conqueror”. Dan akhirnya beliau dikuburkan persis diatas wilayah Golden Horn, Konstantinopel. Semoga Allah meridhainya…

 

 

 

Setelah itu ada Yazid bin Muawiyah, Maslamah bin Abdul Malik, Di tahun 190H ada Khalifah Harun Al Rasyid, Sultan Beyazid, hingga sampai giliran Sultan Murad II, ayah nya “sang penakluk”…

Dan mereka semua GAGAL, atau GUGUR dalam usaha penaklukkan Konstantinopel. Kota itu memang terlalu kuat. Kota terkuat di muka bumi pada masanya. Kota terkuat & termegah selain Roma. Wajar jika Rasulullah ditertawakan saat menyabda haditsnya itu.

Tapi nama terakhir yang saya sebut itulah yang justru menjadi penentu misi penaklukkan Konstantinopel. Sebuah misi yang dipercaya orang banyak sebagai misi yang mustahil!

Ya, beliau adalah Sultan Murad. Seorang sultan dinasti Ottoman.

 

 

Sultan Murad sudah berjaga-jaga, seandainya ia bukan orang yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, maka ia ingin anaknya yang melanjutkan misi itu.

Maka, ia mulai berpikir untuk menyiapkan anaknya, Muhammad Tsani. Yang selanjutnya dikenal dengan Muhammad Al Fatih (Mehmed II)

 

Sultan Murad, memberikan dua orang guru pada Muhammad Al Fatih kecil. Kedua guru tersebut adalah Syaikh Aaq Syamsuddin & Syaikh Muhammad bin Ismail Al Qurani atau Ahmad Qurani. Syaikh Qurani yang mengajarkan Al Qur’an pada Muhammad Al Fatih hingga mampu menghafal 30 juz Al Quran diusia 8 tahun, dan Syaikh Syamsuddin yang mengajarkan Al Fatih semua tentang Islam & menggembleng mentalnya.

Syaikh Syamsuddin lah yang menanamkan pada Muhammad Al Fatih betapa pentingnya menaklukkan Konstantinopel. “Bapakmu, kakekmu, buyutmu, semua sudah mencoba menaklukkan Konstantinopel dan mereka semua gagal. Karena hanya ada satu orang yang akan berhasil menaklukkan kota itu itu; DIRIMU!” begitu kata sang syaikh kepadanya.

Terus diulangnya hadits sang nabi tentang kota Heraklius yang lebih dulu ditaklukkan itu pada Muhammad Al Fatih.

Hingga obsesi menaklukkan Konstantinopel itu begitu mendarah dan mendaging dalam diri & pikirannya. Nyaris setiap pagi Muhammad Al Fatih mendaki ke puncak perbukitan Bursa. Memandang ke seberang Laut Marmara. Ke arah kota terkuat di dunia itu. Konstantinopel. Betapa ia berhasrat menjadi sebaik-baik pemimpin yang disabdakan Rasulullah SAW 7 abad lalu itu.

 

 

Muhammad Al Fatih paham benar, bahwa sebaik-baik pemimpin yang disabdakan Rasulullah bukanlah manusia sembarangan. Melainkan manusia yang sangat dekat dengan Tuhannya. Maka, sejak balighnya ia tak pernah sekalipun meninggalkan Shalat wajib. Ia bahkan tak pernah sekalipun meninggalkan shalat Tahajud, puasa ayyamul bidh, dan tak pernah sekalipun mengkhatamkan Al Quran lebih dari sebulan.

Ia berlatih & menguasai pedang dengan baik, menguasai 7 bahasa asing, menguasai 5 bidang ilmu berbeda yang salah satunya adalah fisika. Dari sini kita akan terhenyak, bahwa pencapaian-pencapaian besar dalam kehidupan, tak punya celah untuk bisa GRATIS! Semua butuh biaya..semua butuh pengorbanan…

 

 

if you wanna get more…you gotta give more! 

-bersambung ya ke part III-

 

salam

Ingin ngobrol dengan saya di twitter? Sila berkunjung ke @JendralGagah

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply