Monetizing Intelligence

No comment 1039 views

Monetizing Intelligence adalah sebutan sok tau saya untuk salah satu kecerdasan yang seharusnya ada pada diri seseorang, untuk mengubah keilmuan & keahlian yang ada pada dirinya, menjadi sumber uang. Tapi jangan berpikir ini semacam bagian dari Multiple Intelligence-nya pakde Howard Gardner. Bahasan ini murni hasil ke-sok tahu-an saya. Tanpa riset apapun, tanpa penelitian apapun. Hanya pengamatan dari pengalaman yang sudah saya buktikan sendiri.

Sederhana saja prinsipnya, karena saya yakin siapapun yang sedang membaca tulisan ini, pasti pernah “makan bangku sekolahan”, maka seharusnya kita bisa punya kemampuan menghasilkan uang dengan mudah dari “makan bangku sekolahan” itu. Bukan malah kebingungan, karena gaji yang cuma 10 koma (red : Tanggal 10 sudah sekarat (koma) )

Karena dari “makan bangku sekolahan” itu, tentu kita punya pengetahuan, punya keahlian tertentu. Sehingga, seharusnya kita bisa dengan mudah memikirkan cara mengkonversinya menjadi sumber penghasilan.

Kita punya keahlian apa? Bahasa Inggris? Bahasa Prancis? Bahasa Jawa? Matematika? Ahli gizi? Cleaning Service? Finance? Manajemen? Jago menjodohkan orang? atau apa?

Seharusnya kita bisa mendapatkan penghasilan paling tidak Rp.10juta atau LEBIH per bulan, BAHKAN hanya dari social media seperti : Facebook, Twitter, BBM & WhatsApp dengan keahlian yang kita miliki itu!

“Saya cuma guru PAUD, apa bisa?”

BISA. Syaratnya kamu punya kecerdasan mengkonversi kemampuan mengajar PAUD jadi uang.

“Saya PNS. Apa bisa?”

BISA. Syaratnya kamu punya keahlian yang layak dibayar mahal ketika orang menggunakan keahlianmu itu.

“Saya cuma ibu rumah tangga yang suka bikin kue. Apa bisa menghasilkan uang tanpa harus jualan kue?”

BISA. Menghasilkan uang tak harus jualan barang kok. Keahlianmu bikin kue itu yang akan dikonversi jadi uang.

Konsep Monetizing Intelligence itu simpel sekali sebenarnya ; kita punya ilmu & kompetensi di bidang tertentu, munculkan ide untuk bisa dimanfaatkan orang lain, maka itu jadi uang!

Sesederhana itu.

Pertanyaannya, seperti apa langkah memunculkan idenya? Bagaimana strategi agar orang mau memanfaatkan keahlian kita? Bagaimana meyakinkan orang lain, bahwa kita memang AHLI di bidang yang kita tawarkan kepada orang lain itu?

Itulah yang akan kita bahas di seminar online Monetizing Intelligence! 

* * *

Apa yang akan kita pelajari di seminar online ini?

Monetize Mindset | obrak-abrik mindset kita tentang cara mencari uang.
The People Effect | Memanfaatkan kerumunan orang menjadi klien
Hypnotic Offering Skill | Menawarkan dengan minimalisasi kegagalan
Building Authority | Membangun keyakinan calon klien tentang keahlian kita.
Identified People Needs | Mendeteksi kebutuhan calon klien sehingga bisa memberikan penawaran yang cantik.
Hypnotic Script Writing | Social Media membutuhkan kata-kata dalam tulisan untuk berkomunikasi. Menguasainya berarti menguasai social media.

Dan lainnya…

* * *

Kapan waktunya?

InsyaAllah seminar online ini akan dimulai hari Kamis, 7 Januari 2016, jam 20.00 wib. Selama 1 minggu, kita akan berdiskusi untuk menemukan strategi yang tepat untuk menghasilkan uang dari keahlian yang kita miliki.

* * *

Dimana tempatnya ?

Di Secret Group Facebook. Teman-teman yang sudah transfer biaya belajarnya, dan konfirmasi ke inbox FB saya, akan langsung di add ke grup.

* * *

Berapa biaya belajarnya?

Aturan mainnya begini :

Transfer sebelum tanggal 3 Januari 2016 hanya Rp.89ribu (Delapan Puluh Sembilan Ribu Rupiah)

Transfer sebelum tanggal 4 Januari 2016 hanya Rp.99ribu (Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah)

Transfer sebelum tanggal 5 Januari 2016 hanya Rp.109ribu (Seratus Sembilan Ribu Rupiah)

Pendaftaran ditutup jika kuota 50 orang sudah penuh.

* * *

Cara mendaftarnya?

Daftar langsung via inbox FB saya : Jendral Nasution

* * *

Semoga informasi ini bermanfaat. Informasi ini boleh disebarkan tanpa perlu izin dari saya. Agar tak ada lagi sarjana, orang yang sudah sekolah tinggi, atau siapapun yang punya keahlian, tapi bingung cari kerja, bingung cari uang!

Best Regards

@JendralGagah

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.