Metaphor (Teknik NLP)

No comment 926 views
>>> Pagi itu, Doni tergesa ke kampus. Dia harus segera menemui dosennya yg sudah 30menit menunggunya di ruang dosen.
>>>Dia lari menaiki tangga dgn kecepatan penuh. Lift di kampusnya sedang ngadat. Keringatnya mulai menetes.
>>>Akhirnya ia sampai di depan pintu ruangan dosennya. “Mati gua,telat 30menit pasti kena semprot nih!” Gumamnya.
>>>Dengan nafas terengah-engah, ia memberanikan diri mengetuk pintu dosen. “Tok..tok..tok”
>>>”Masuk!” Kata suara dari dalam ruangan. Ia buka pegangan pintunya. “Maaf pak,tadi jalanan macet. Ada artis kecebur selokan”.
>>>”trus apa hubungannya dgn sy?” Tanya dosennya kalem. “Ya nggak ada pak,cuma pengumuman” jawab Doni. 
>>>Dosennya ini termasuk dosen “pembunuh” di kampusnya. Tapi itu nggak berlaku utk Doni. Doni termasuk mahasiswa jenius.
>>>Jadi keganasan dosennya itu tak terlalu berefek untuknya.
>>>”Jadi ada apa nih pak,sy dipanggil kesini?” Tanya Doni penasaran. Dosennya masih asyik mengetik di notebooknya. 
>>>”Sy ada project buat kamu. Mau?”Tanya dosennya “ada duitnya gak pak? Kalo ada ya sy gak nolak lah!” jawab Doni nyengir kuda.
>>>”Kamu sy bayar 10juta utk berangkat ke Aceh. Bersedia?” Tanya dosennya lagi. “Mau deh pak. Ngapain aja disana pak?”
>>>”Begini..project sebenarnya adalah bikin sebuah game edukasi untuk anak korban gempa Aceh. Sekarang kamu riset dulu disana”
>>>”Riset apaan pak?” Tanya Doni tak sabar. “Bentar dulu, saya belum selesai.” Jawab dosennya. “Oiya pak,silakan dilanjut hehe”
>>>”Riset kamu disana cari tahu antusiasme anak-anak pada game.Nah,salah satu tugas rutin kamu selama disana adalah mendongeng!”
>>>”Hah? Mendongeng? Gak salah pak?” Doni syok. “Nggak. Tugas kamu disana memang mendongeng!” 
>>>”Krn salah satu game yg akan kamu bikin nanti adalah game yg bisa mendongeng ketika anak-anak memainkannya”
>>>”Manfaatnya apa pak?” Tanya Doni. “Pertanyaan bagus!” “Anak-anak di Aceh itu banyak yg rentan trauma. kita berusaha 
 recovery”
>>>”Salah satu cara recovery-nya adalah dgn mendongeng.” Jelas sang dosen. Doni garuk-garuk kepala,bingung. “Belum ngerti sy
pak!”
>>>”Apa hubungan dongeng & trauma bencana?” Tanya Doni. “Ya,ini baru mau dijelasin. Kamu gak sabaran.” jawab dosennya. Ia nyengir.
>>>”Dalam ilmu Neuro Linguistic Programming, ada sebuah teknik yg bernama ‘Metaphor’ atau metafora.”
>>>”Teknik ini digunakan utk mmasukkan sbuah informasi ke dlm pikiran manusia,memberi nasihat, mengubah karakter,mengajari dll..”
>>>”Tanpa orang tersebut menyadari bahwa sedang ada informasi baru yg masuk ke kepalanya & di save di data storage-nya.”
>>>”Dalam konteks pendidikan, si objek sama sekali tak merasa digurui,karena sesungguhnya metafora hanya berkisah.”
>>>”Metafora bisa menggunakan media apa saja pak?” Tanya Doni. Ini bahasan baru yg menarik pikirnya.
>>>”Semua media yg mampu membuat seseorang terhanyut asyik di dalam kisah, bisa digunakan utk metafora.”
>>>”Contohnya ; dongeng, film, puisi, drama, teater atau apapun yg mampu dinikmati bisa dijadikan senjata utk metafora.”
>>>”Kalau ada sebuah kasus yg berhubungan dgn psikologis seseorang. Apa bisa dibereskan dgn metafora pak?” Tanya Doni
>>>Doni memang mahasiswa teknik. Tapi ia senang sekali belajar hal baru diluar bidangnya. Psikologi, seni, kedokteran dll.
>>>Itu yg membuat Doni bisa dgn mudah menaklukkan hati para dosennya.Ia mahasiswa yg gila belajar,tapi jauh dari kesan kutu buku.
>>>”Apa contoh kasusnya?” Tanya sang dosen. “Hmm..misalnya suami isteri yg sedang bertengkar pak. Bisa selesai dgn metafora?”
>>>”Ya tentu bisa. Meski tak ada yg bisa menjamin 100% akan langsung berhasil.” Jawab sang dosen. “Caranya gimana pak?”
>>>”Minta mereka berdua nonton sebuah film romantis, yg menceritakan suami istri yg sangat kompak, keluarga yg hangat, dst..”
>>>”Apa syaratnya agar film itu bisa berhasil mendamaikan mereka pak?” Doni makin penasaran dgn tugas barunya ini.
>>>”Satu-satunya syarat adalah filmnya harus bisa mereka nikmati se-nikmat-nikmatnya..”
>>>”Semua pesan yg ada dalam film itu akan terserap ke dalam pikiran bawah sadar mereka sehingga mengubah emosi mereka.”
>>>”Saat emosi mrk berubah,besar kemungkinan mereka mengubah sikap mereka,agar bisa menyesuaikan dgn pesan yg diterima.”
>>>”Wow keren juga ya pak. Itu kenapa bapak sering memutar film di kelas ya pak?” Tanya Doni. Dosennya mengangguk.
>>>”Itu kenapa orang yg menulis twit ini menjelaskan metafora dgn cara membuat kisah kita ya pak?”
>>>”Entah ya,kau tanyakan saja padanya!” Jawab sang dosen. “Jadi,mengerti kenapa sy tugaskan kamu utk mendongeng?” 
>>>”Iya ngerti pak. Agar bisa memasukkan nilai-nilai positif lewat dongeng ke anak-anak korban bencana di Aceh itu.” 
>>>”Tepat. Tak salah saya menunjukmu untuk mendongeng tiap hari di Aceh” kata sang Dosen. 
>>>” Apa pak,tiap hari?”, “iya tiap hari, sehari 10jam kau harus mendongeng ke 5 desa di Aceh. Selama sebulan!”
>>>*Gubrak* “Don..Don..bangun Don!” Pak Dosen menepuk-nepuk pipi Doni yg tergeletak pingsan.
>>>Epilog- seminggu kemudian, Doni sudah berada di Aceh, sedang menikmati pekerjaan barunya. “A story teller”.

>>>Semoga Doni berhasil ya dgn misinya. Menyampaikan nilai-nilai positif agar anak-anak korban bencana tak trauma lagi.

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply