Menular

No comment 537 views
Menular,5 / 5 ( 1votes )

>>>Beberapa hari lalu, sy buat twit tentang keBAHAGIAan & keSENGSARAan. Isinya, tentang peNULARan keduanya

>>> Maksudnya, kebahagiaan & kesengsaraan itu bisa menular?

>>>Iya, benar. Bagaimana bisa? Begini ceritanya..

>>>Otak kita ini memancarkan gelombang elektromagnetik. Persis gelombang elektro dari handphone,radio dll.

>>>Apa yang membuat kita bisa bicara dengan orang lain lewat handphone? Ya, connectivity.

>>> Keterhubunganlah yg membuat kita bisa berkomunikasi dengan orang lain lewat handphone.

>>>Apanya yang terhubung? Benar. Gelombang elektromagnetiknya!

>>>Begitupun manusia. Saat kita memancarkan gelombang elektromagnetik tertentu, orang lain bisa menerimanya.

>>>Pertanyaannya, saat koneksi gelombang elektromagnetik ini terjadi, DATA apa yg dikirimkan & diterima oleh orang-orangnya?

>>>Jika sudah “connected”,maka setiap data yg dikirim lalu diterima oleh seseorang, akan langsung di SAVE di #datastorage.

>>>Sampai sini, sudah nyambung ya obrolannya mau kemana?

>>>Benar, begitulah yg terjadi saat seseorang mengirimkan & menerima DATA berkonten keBAHAGIAan & keSENGSARAan.

>>>Begitulah Rasul kita, Muhammad SAW menganjurkan. Agar menCERITAkan ketika mengalami mimpi tentang keBAHAGIAan.

>>>Dan “membuang ke tong sampah”, mimpi yang mengandung keSENGSARAan.

>>>Perintah ini bagi saya, adalah sebuah sinyal agar kita berhenti mengumbar kesengsaraan,keluh kesah dsb..

>>>Apalagi jika itu tidak berpotensi menyelesaikan urusan yang kita keluh-kesahkan

>>>KECUALI, jika menceritakan keluh-kesah itu pada orang yg memang berkompeten menyelesaikan urusan keluh kesah itu.

>>>Karena TIDAK semua orang yg menerima DATA kesengsaraan itu MEMAHAMI…

>>>…bagaimana cara MEMISAHKAN antara keTAKUTan & pemBELAJARan. Sebagian besar menjadikannya ketakutan.

>>>Bukan hanya yg PRESENT, tapi juga yang PAST. Termasuk kisah masa lalu yg mengandung keSENGSARAAN

>>>Intinya STOP menceritakan kisah yang mengandung keSENGSARAan

>>>Apa buktinya bahagia & sengsara itu menular?

>>> Setiap hari kita menyaksikan kok. Perhatikan deh berita kecelakaan setiap musim mudik tiba.

>>>Semakin gencar media memberitakan kecelakaan ini itu di berbagai daerah, semakin tinggi angka kecelakaan yg terjadi!

>>>Sekarang coba perhatikan angka kecelakaan pasca lebaran. Adakah setinggi angka kecelakaan saat musim mudik?

>>>Ah, jelas saat mudik lebih banyak kecelakaan, kan lebih padat?!

>>>Oya? Bukankah kecelakaan itu biasanya terjadi di tempat sepi? Bukankan akan sulit kecelakaan kalau lalu-lintas padat?

>>> Bukankah kalau lalulintas padat paling cuma senggolan,serempetan doang? Gak mungkin sampai masuk jurang dll kan?

>>>Oke,bukti lain. Menurut anda orang melahirkan itu sakit? Sebagian jawab, “ya iyalah!”

>>>Percayakah anda jika saya bilang; ada para wanita di suatu negara yg hanya berhenti bekerja 5-10menit sebelum melahirkan?

>>>Lalu mereka mengambil posisi utk melahirkan, dan melahirkan bayinya seorang diri. Tanpa dokter,bidan dll.

>>>Lalu setelah melahirkan,bayinya dibersihkan.diletakkan di sampingnya, lalu ibunya bekerja lagi!

>>>Percaya? Kalau gak percaya, cari film “the babies” ya,nonton sendiri.

>>>Anda bisa saksikan, ibu-ibu di Afrika melahirkan persis (maaf) kucing melahirkan. Sangat gampang!

>>>Kok bisa? Menurut saya, beginilah “default” proses melahirkan dari Allah utk ibu-ibu..ada sih sakitnya, tapi gak heboh!

>>>Lalu kenapa ada yg sakit luar biasa?

>>>Saya tanya balik, “berapa juta DATA tentang melahirkan itu SAKIT, yg telah diterima orang yg melahirkan sakit itu?”

>>>Sejak lahir,sampai dia akan melahirkan, sbrapa sering dia mendengar, “melahirkan itu sakit!” ? Itulah yg membuatnya sakit!

>>>Mau bukti lain lagi? Mari kita perhatikan angka perceraian di Indonesia!

>>>Berapa angka perceraian sebelum zaman maraknya infotainment? Dan setelah maraknya infotainment?

>>>Menurut anda mana yang lebih besar? Sebelum atau setelah menjamurnya tayangan gosip sesat itu?

>>> Jika itu tentang kesengsaraan, begitupula dengan kebahagiaan. Sama-sama menular pada siapapun yg menerima.

>>>Semakin sering kita mendengar berita-berita kebahagiaan, makin bahagialah kita.

>>>Begitulah..kebahagiaan & kesengsaraan Menular. Lalu bisakah tak ketularan?

>>>Bisa! Pasanglah antivirus yg akan membiarkan data berisi kebahagiaan saja yg boleh di save di datastorage.

>>>Jadi,paham ya..mengapa kata Rasulullah,”Bertemanlah dengan penjual minyak wangi”, untuk apa?

>>>Itu jelas agar statusisasi kita tidak perlu ter-kontroversi dgn kemakmuran & kebahagiaan..

>>>Karena hanya penjual “minyak wangi” lah yang akan memberikan “DATA yang wangi” juga..

>>> Selamat menularkan kebahagiaan..

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply