Menikmati Kegagalan

No comment 696 views

Udin kedatangan tamu hari itu di rumahnya. Nama tamunya itu Ucok Siregar. Temannya sewaktu SMP. Ada banyak sekali yang mereka bincangkan hari itu karena sudah lama sekali  tak bertemu. Hingga akhirnya obrolan itu sampai ke masalah yang sedang dialami Ucok. Ucok bercerita tentang bisnisnya yang hancur dan sekarang ia harus menanggung hutang hampir 10 Milyar.

need job

source : vimeo.com

 

” Aku ditipu Din. Tepatnya dikhianati oleh teman sendiri. Kalau ingat hutangku itu, rasanya aku ingin mati saja..” kata Ucok

” Bagaimana ceritanya bisa sampai seperti itu?”

” Ceritanya panjang Din. Kalau kuceritakan bisa jadi satu novel saking panjangnya. Tapi intinya begitulah. Aku ditipu dan sekarang harus menanggung hutang hampir 10M.”

 

” Aku tak tau harus bilang apa Cok. Aku sendiri tak pernah mengalami masalah seperti yang kau alami..” kata Udin.

” Tak apa-apa Din. Aku hanya ingin cerita kok. Ada yang ingin mendengarkanku saja aku sudah cukup bahagia.” Ucok tersenyum.

” Tapi kalau kau mau, aku punya seorang teman baik. Namanya Kasrun. Dia seorang pengusaha cangkang kelapa sawit dan perkebunan. Kita bisa main ke kantornya hari ini. Katanya hari ini dia ada di kantor” jelas Udin. Ucok mengangguk setuju.

Udin lalu pamit ke kamar untuk mengganti baju. Beberapa menit kemudian, mereka sudah meluncur membelah jalanan kota Bandung yang cukup padat.

 

Udin membuka pintu ruangan Kasrun. Kasrun baru saja menutup laptopnya. Melihat Udin masuk bersama Ucok, Kasrun langsung bangkit dari kursinya, menyambut.

” Ayo..ayo duduk..silakan duduk..” sambut Kasrun setelah menyalami keduanya.

” Eh..pada ngopi ya?” Tanya Kasrun kepada Ucok & Udin. Yang ditanya hanya mengangguk sambil senyum. Kasrun berjalan ke pintu, membuka pintu ruangannya dan memanggil mang Usep. Office boy di kantornya. Minta disiapkan tiga gelas kopi.

” Eh, kita belum kenalan ya? Saya Kasrun..” Kasrun menjulurkan tangannya sekali lagi ke Ucok. Ucok menjabatnya. ” Ucok Siregar..” jawabnya.

” Ucok ini temanku dulu ketika SMP. Baru bertemu lagi setelah sekian lama tak bertemu..” Kata Udin membuka obrolan. Dan mulai mengalirlah obrolan mereka sampai ke tujuan utamanya.

” Ucok ini baru dapat musibah Srun.. jadi aku ajak dia kesini untuk ngobrol-ngobrol. Siapa tau bisa mencerahkan…” kata Udin.

” Musibah apa kalau saya boleh tau bang Ucok?” tanya Kasrun kepada Ucok.

” Saya baru bangkrut mas. Saya ditipu rekan bisnis saya. Teman saya sendiri. Sekarang dia menghilang ke luar negeri..” jelas Ucok.

” berapa total kerugiannya?” tanya Kasrun

” Yang pasti hutang saya sekarang sekitar 10 Milyar mas..angka yang selalu bikin nafsu makan saya hilang seketika kalau mengingatnya..” jawab Ucok sambil tertawa ringan.

” Yaaah..begitulah bisnis bang Ucok. Ada banyak hal yang tak bisa diprediksi dalam bisnis. Dan kadang itu benar-benar merepotkan..” 

” Iya benar.. kadang saya berpikir. Apa saya bisa melewati ini ya? Kalau tak ingat dosa, ingat anak & istri, rasanya saya ingin mati saja daripada terus dikejar-kejar hutang..” 

” Mengakhiri hidup dengan bunuh diri hanya akan berpindah dari satu masalah ke masalah baru. Mungkin selesai urusan di dunia. Tapi tidak dengan urusan akhirat. Hutang adalah hutang. Sebesar apapun , harus tetap diperjuangkan untuk dibayar. Atau kita tak pernah bisa menginjak surga.” 

“Tenanglah..pasti bisa bang Ucok. Sejarah mencatat ada begitu banyak orang-orang besar yang hidupnya penuh dengan kegagalan. Michael Jordan pernah gagal 3000 kali memasukkan bola ke jaring lawan. Tapi ia tetap dijuluki pemain basket terhebat di dunia sepanjang masa. ” 

” Pabrik milik Soichiro Honda pernah 2 kali kena ledakan bom saat perang. Setelah didirikan kembali, giliran gempa yang menghancurkan pabriknya. Yang paling parah adalah krisis ekonomi akibat perang dunia kedua yang membuat Honda bangkrut total & jatuh miskin. Tapi justru kebangkrutan itu yang membuat Honda melesat. Honda mengikatkan sebuah mesin ke sepedanya. Hingga jadi sepeda bermotor. Rupanya ide itu membuat orang penasaran, dan akhirnya permintaan pesanan tak terbendung. Hingga jadilah Honda seperti sekarang.” jelas Kasrun. Ucok mendengar dengan serius Kasrun berkisah.

 

” Atau biar lebih nyata, izinkan saya bertanya. Ini kebangkrutan ke berapa kali bagi bang Ucok ?” tanya Kasrun.

“Pertama.” jawab Ucok.

” Oh wajar. Nanti kalau sudah kedua dan ketiga juga akan terbiasa kok..hehe..” jawab Kasrun.

” wah, jangan lagi deh..” jawab Ucok

” Iya semoga ini yang pertama dan terakhir.” Kasrun tersenyum. “Kalau bagi saya, ini adalah ketiga kalinya saya bangkit setelah bangkrut beberapa kali. Baru 6 bulan lalu saya bangkrut karena kapal yang membawa barang saya ke Korea tenggelam. Dan saya rugi besar. Hutang kita juga beda tipis kok. Hutang saya 7 Milyar. Sebelumnya 12 Milyar.. hehe..” 

” Hah..serius mas?” tanya Ucok tak percaya.

” Iya serius. Mau saya tunjukin catatan hutang saya?” Kasrun cengengesan.

Pintu ruangan Kasrun terbuka. Mang Usep masuk mengantarkan tiga gelas kopi. “Silakan diminum pak..” kata mang Usep ramah. sambil pamit.

” Oya, saya belum bertanya, bisnis bang Ucok apa?” 

” Sewa & jual beli alat berat mas..” 

” wah, kebetulan sekali! Dari kemarin, saya mencari penyedia alat berat. Saya ingin sewa beberapa untuk di daerah Lampung. Saya boleh dikirimkan penawarannya ya bang Ucok?” 

” Sangat boleh mas Kasrun. Sore nanti saya minta staf saya mengirimkan untuk mas Kasrun” 

” loh..loh…kok jadi transaksi begini? saya harus kebagian uang dengar ini!” celetuk Udin. Mereka tertawa bareng.

 

shutterstock_30676639

source : www.networkinginberkshire.co.uk

 

 

Epilog 

Gagal & berhasil adalah sunnatullah dalam kehidupan. Dua hal yang sama-sama biasa terjadi dalam kehidupan. Menganggap kegagalan adalah akhir dari segalanya adalah kesalahan fatal. Menganggap keberhasilan adalah kehebatan berlebih pun bukan sebuah kebenaran. Biasa sajalah menghadapi keduanya.

“Mas Kasrun, pesanan mas Kasrun sedang on the way ke Lampung. Semoga lancar dijalan..” Jelas Ucok melalui telepon. Sejak itu, Kasrun & Ucok menjadi partner bisnis yang serasi. Kasrun banyak memberikan proyek pada Ucok. Ucok pun banyak membantu Kasrun bila membutuhkan bantuan.

 

the end

Salam

Ingin ngobrol dengan saya di twitter ? Sila berkunjung ke twitter saya @JendralGagah

 

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.