Limiting Belief

No comment 487 views

>>> “Hidup kita,selalu memberikan banyak pilihan..” Pernah dengar pernyataan ini? Ya, sy setuju lah dgn ungkapan ini.

>>>Salah satunya adalah pilihan utk membentuk keyakinan-keyakinan dlm diri. Keyakinan yg benar, membawa ke jalan yg benar.

>>>Keyakinan yg salah,tentu akan menyesatkan si pembuat keyakinan. Pilihan ada pada kita. Putuskan dgn keputusan terbaik.

>>>Apa gerangan keyakinan yg menyesatkan itu? Di #MoNLP sy biasa menyebutnya dgn #LimitingBelief alias keyakinan yg membatasi.

>>>Seperti apa persisnya keyakinan yg membatasi itu? Mari kita berbincang tentangnya.

>>>Keyakinan yg membatasi, ialah pikiran/ungkapan yg dibuat hingga ciptakan keyakinan yg melahirkan ketakberdayaan diri.

>>>Contoh sederhananya, “saya tuh kalau makan mesti pakai kerupuk,kalo ngga,rasanya gak enak gitu..”

>>>Seorang lelaki yg berkata “Kayanya sy gak mungkin deh bisa mendapatkan dia..dia kan anak orang kaya, cantik, pinter..”

>>>Seorang sales yg berpikir, “100 deal dlm 2 bulan? Ah,gila! Gak mungkin banget lah itu..”

>>>seseorang yg berkata, “ga tau mau gimana lg,udah makan dikit,masi aja gemuk, udah bawaan dari sono..”

>>>Seorang yg lain bicara,”padahal sy udah makan banyak..tetep aja badan kurus. Kayanya emang ditakdirkan kurus nih..”

>>>Seseorang yg menanti, “sy udah usaha mati-matian mencari pasangan hidup. Tapi kok sulit sekali ya?”

>>>.Seorang ibu yg berkata, “Anak sy itu susah sekali makannya. Kalo makan itu bisa dua jam baru selesai. Itupun gak habis”

>>>.Masih ingat kisah George Dantzig yg jadi profesor termuda Stanford University? Kisah itu membuktikan betapa bahayanya

>>>Pernah dengar cara melatih gajah sirkus?

>>>Gajah yg akan dijadikan gajah sirkus mesti dilatih sejak kecil. Saat kecil,kaki mereka akan dirantai oleh rantai besar.

>>>Ketika ia mencoba berjalan,ia akan terhambat oleh rantai yg ada di kakinya itu. Ia akan mencoba menarik rantai itu.

>>>Tapi krn rantainya sgt besar, tenaganya tak cukup kuat utk memutuskan rantainya. Berkali-kali ia mencoba hasilnya sama.

>>>Ini berlangsung bertahun-tahun,sampai si gajah semakin besar.

>>> Ketika si gajah sudah besar, rantainya akan diganti dgn rantai yg jauh lebih kecil, bahkan dari kaki si gajah.

>>>Uniknya,si gajah sekarang tak berusaha memutuskan rantai itu. Padahal jika mau,dgn mudah ia bisa memutuskannya

>>>.Apa yg terjadi? Ya,si gajah sekarang telah miliki #LimitingBelief dlm kepalanya. Ia telah meyakini bahwa rantai itu..

>>> …tak mungkin bisa diputuskan. Ia bikin keyakinan yg bunyinya kira-kira begini.

>>>.”Sy tak mungkin bisa memutuskan rantai ini. Toh sudah sering sy coba & gagal. Jd percuma sy coba lagi. Capek doang!

>>>.Selama ia tak ubah keyakinannya, selama itu pula ia akan terikat dlm keyakinan yg membatasi dirinya melakukan perubahan.

>>>Mirip dgn cerita singa tadi pagi ya? Si singa yg tersisa saat berkompetisi itu adalah teladan utk tak lakukan

>>>.Andai si singa berpikir, “ah,arus sungainya terlalu deras. Tak mungkin ada yg bisa melawan arus yg deras itu!”

>>>Pastilah si singa tadi takkan mampu melewati tantangan utk dapatkan yg diinginkannya.

>>>“Jika engkau berpikir tak bisa..” Kata Imam Syafi’I, ” maka,seluruh tubuhmu akan membenarkannya.”

>>>Ah,andai produser iklan itu tahu bahaya #LimitingBelief ,mereka takkan berani membuat iklan tak cerdas itu!

>>>.”Jadi orang besar itu enak, tapi susah buat dijalanin” <~ bukankah ini #LimitingBelief yg membahayakan?

>>>Apa jadinya bila banyak anak yg menjadikan mindset bahwa menjadi dewasa itu pasti menyulitkan?

>>>.Lalu mereka setiap hari akan ketakutan, karena setiap hari usia mereka pasti bertambah dewasa.

>>>.Persis seperti orang-orang dewasa yg sibuk operasi plastik krn ketakutan akan terus bertambah tua.

>>>.Lalu mrk akan tumbuh menjadi orang2 yg tak punya kepercayaan diri baik,krn dari kecil mrk yakin bahwa jd dewasa=sulit.

>>>Ingat,anak2 blm punya mekanisme #mentalblock yg mampu menyaring informasi negatif dari lingkungannya. Mrk telan mentah2.

>>>Berhenti membuat keyakinan-keyakinan yg mampu membatasimu dari prestasi hidup. Ciptakan keyakinan yg memberdayakan!

>>>Let’s design the life we want! Free 

your 

LimitingBelief !!!!

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply