LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender)

No comment 931 views

>>>Tentang LGBT (Lesbi, Gay, Bisex, Transgender) yg sempet rame kemarin. Ada yg sedikit mengganjal di kepala sy

>>>Sy berpikir siapapun yg mengurusi LGBT, entah komnas HAM atau siapapun perlu memikirkan 1 pekerjaan lagi.

>>>Diantara praktisi LGBT itu, sy yakin ada orang yg merasa tak nyaman dgn kondisinya. Dan mau bertaubat. Hanya mereka bingung..

>>>Mereka sendiri gak ngerti kenapa mereka jadi seorang LGBT. Bisa jadi bukan keinginan mereka utk jadi LGBT

>>>Memangnya ada yg bukan keinginan mereka? Oh,ada! Sy pernah menerapi seorang klien yg jadi “korban”.

>>>Klien sy ini seorang pria bisex yg sejak lama punya kecenderungan suka pada lawan/sesama jenis

>>>Klien sy ini gak ngerti kenapa dia bisa jadi bisex. Tiba-tiba saja dia punya kecenderungan utk suka pada lawan/sesama jenisnya.

>>>Klien sy ini tak nyaman dgn kondisinya, dan mau berubah. Saat datang ke sy, dia bilang dia mau berubah,lalu kita mulai sesi terapi.

>>>Dengan gunakan teknik “mind programming” alhamdulillaah klien sy ini bisa kembali normal.

>>>Nah,sy yakin banyak diantara para praktisi LGBT ini yg tak nyaman dgn kondisinya ,mau berubah,tapi bingung gimana caranya.

>>>Seperti klien sy tadi, mungkin banyak yg masa lalu/masa kecilnya jadi latar belakang munculnya penyimpangan sexual itu.

>>>Di waktu kecil,mrk mungkin punya pengalaman buruk berkaitan dgn seksualitas. Kekerasan, pelecehan dll dsb.

>>>Klien sy itu bahkan menjadi bisex hanya karena nonton sinetron ketika usianya 5tahun. Tentu ini bukan salah mereka.

>>>Mereka sama sekali gak ngerti, kok tiba-tiba jadi punya penyimpangan sexual. Jadi jangan buru-buru menyalahkan mereka ya.

>>>Ah,itu krn mereka kurang dekat dgn agama! Nggak mas/mbak, klien sy itu ibadahnya rajin sekali!

>>> LGBT itu urusan psikis, sedikit kaitannya dgn agama. Ibadahnya baik,tp tetap tak bisa hilangkan dorongan penyimpangan dlm dirinya.

>>>Saat ibadahnya rajin,memang bisa menekan penyimpangannya, tapi bukan membereskan. Ini semacam trauma seksual

>>> Bila anda sudah baca bahasan sy tentang InternalBelief, insyaAllah nyambung dgn obrolan LGBT

>>>Jadi saran sy, ini jadi pekerjaan tambahan utk pihak berwenang,agar mendata siapa yg tak nyaman & ingin berubah?

>>>Praktisi LGBT yg benar-benar merasa tak nyaman & ingin sekali kembali “sembuh” sy sarankan mendapat perhatian khusus.

>>>Mungkin bisa diwacanakan utk gunakan konsep rehabilitasi narkoba versi BNN. Atau seperti apalah teknisnya.

>>>Saya & teman-teman yg concern di bidang mind reprogramming insyaAllah sangat mendukung bila ini dapat berjalan

>>>Kasihan mereka yg merasa tak nyaman & ingin segera berubah & bertaubat, lalu kembali ke jalan yg benar.

>>>Kalau ada yg bisa meneruskan saran sy ini ke pihak terkait, sy yakin akan bermanfaat sekali.

>>> Atau paling tidak, secara personal,bila ada yg kenal dgn para praktisi LGBT, boleh langsung rekomendasikan utk terapi.

>>>Mudah-mudahan jadi pemantik api pada lilin, dan tak sekadar mengutuk kegelapan karena ketakberdayaan ciptakan terang.

>>>Sekian obrolan LGBT, semoga bermanfaat. Tengkyuuuh.. :))

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply