Ied (Idhul Adha)

No comment 485 views

>>>Dari dulu,sebelum Ibrahim as diangkat menjadi Rasul,beliau telah beri keteladanan kejernihan aqidah yg luar biasa jernih..

>>>Dimulai dari pembentukan InternalBelief soal pencarian tuhan. Pertanyaan “Inikah tuhan?” pada benda-benda langit..

>>>Hingga pembantaian berhala-berhala yg dibuat oleh bapaknya. “Tuhan kok bisa dihancurkan!” Begitu pikirnya.

>>>Lalu, kemurkaan sang Namrud dengan membakar dirinya di api yg menyala-nyala. Kejernihan Aqidahnya bicara disana. Tak ada MentalBlock!

>>>Hingga berpuluh tahun kemudian, sejarah kembali menunjukkan kejernihan aqidah bapaknya para nabi itu.

>>>Baru sebentar beliau menikmati kebersamaan dengan bunda Hajar & Ismail yg baru saja didapatkannya setelah puluhan tahun menunggu..

>>>Rabbnya memerintahkan agar ia meninggalkan keluarganya di padang pasir yg panas menggila. Ya,meninggalkan mereka berdua!

>>>Normalnya,adalah sebuah kegilaan meninggalkan seorang wanita & seorang bayi di padang tandus nan ganas tanpa bekal apapun!

>>>Berdiam di padang pasir panas nan tandus,tanpa peneduh, tanpa air, merupakan cara efektif untuk menjemput kematian secara perlahan.

>>>Ibrahim berjalan meninggalkan mereka. “Kenapa kau meninggalkan kami?” Tanya Hajar beberapa kali. Tanpa jawaban sedikitpun dari Ibrahim.

>>>“Apakah ini perintah Allah?” Tanya Hajar akhirnya. Ibrahim mengangguk. Andai bukan jernihnya aqidah yg jd #InternalBelief nya,mustahil!

>>>Bila bukan kejernihan aqidah yg jadi landasannya, mustahil seorang bapak tega meninggalkan istri & anaknya di gurun ganas seperti itu.

>>>Sampai disini, aku ragu tak ada sedikitpun MentalBlock pada diri Ibrahim. Pasti ada meski secuil. Nabi juga manusia biasa.

>>>Anak bayi itu berpuluh tahun dinantikannya. Pasti begitu besar kecintaannya pada bayi itu. Kau yg punya anak,pasti bisa rasakan itu.

>>>Kau yg punya anak bayi yg sudah bertahun dinantikan kehadirannya, cobalah tinggalkan seminggu saja tanpa komunikasi apapun. Rasakan..

>>>Tapi begitulah Ibrahim ‘alaihisalam, kecintaannya pada Rabbnya melebihi apapun di jagad raya. Melebihi kecintaannya pada anak istrinya.

>>>Meski bisa jadi tak mudah, beliau mampu mengelola segala #MentalBlock yg mendadak muncul di kepalanya. Segala pertanyaan logis..

>>>“Bagaimana mereka akan bertahan hidup?”, “siapa yg memberi makan mereka?”, “bagaimana jika ada hewan buas?” dan pertanyaan lainnya..

>>>Kejernihan aqidah beliau yg menjawab semua pertanyaan #MentalBlock itu. Jawabnya satu saja agaknya, “Allah yg jadi pelindungnya!”

>>>Bukankah telah selesai perkara, bila Allah sudah dijadikan satu-satunya pelindung dari segala macam ketakutan pada dunia?

>>>Tak ada sedikitpun keraguan dalam dirinya, bahwa Allah yang menjamin rezeki setiap hambaNYA. Apalagi, DIA sendiri yg memerintahkannya!

>>>Saya penasaran, sekeras apa usaha para syaitan meniupkan keraguan dalam #MindSet Ibrahim ‘alaihissalam ?

>>>Syaitan,memang punya “default mission” menumbuh suburkan #MentalBlock akan kekuasaan Allah SWT. Berlaku pada manusia manapun!

>>>#MentalBlock berupa keraguan akan kemahabesaran, kemahaberkehendakan, kemahakayaan, kemahamuliaan Allah SWT.

>>>Syaitan tahu benar kedua tipe motivasi manusia itu; toward & away. Maka mereka fokus memunculkan ketakutan-ketakutan itu..

>>>Ketakutan akan tak dapat menikmati kesenangan-kesenangan, atau ketakutan untuk merasakan ketidaknyamanan. Mereka memanfaatkan ini.

>>>Dan Ibrahim ‘alaihissalam,tentu memiliki motivasi ini. Tentu ingin sekali beliau berkumpul & bercengkrama bersama keluarganya..

>>>Dan tentu,takut sekali beliau bila keluarganya merasakan ketidaknyamanan, atau bahkan bahaya yg mengancam. Ini fitrah manusianya..

>>>Tapi #InternalBelief Ibrahim ‘alaihissalam telah ter-install sempurna. Beliau begitu yakin bahwa Allah-lah sebaik-baik pembuat rencana.

>>>Begitu yakinnya Ibrahim ‘alaihissalam, bahwa bila Allah memerintahkan meninggalkan keluarganya,maka DIA yg menjamin rezekinya!

>>>Bukan hanya Ibrahim yg menjadi pemerannya. Tapi juga Hajar. Setelah ditinggal Ibrahim, semua urusan Ismail ditanggung Hajar. Semua!

>>>#InternalBelief Rabbaniyah Hajar pun nampaknya sudah ter-install sempurna. Ia hanya bertanya, “apakah ini perintah Allah?”

>>>Saat Hajar tahu bahwa Allah yg memerintahkan suaminya meninggalkan mereka, ia dengar lalu ia taat. Sam’an wa tha’atan,

>>>Seperti suaminya, pasti syaitan pun berperan menumbuh suburkan #MentalBlock keraguan pada Allah di detik-detik awal berita itu.

>>>Tapi ia paham benar, mustahil Allah mengingkari janjiNYA. Bila Allah telah berjanji, itu pasti terjadi. Pasti ditepati.

>>>Ia paham benar, ia tak perlu memikirkan darimana rezeki dari Allah hadir. Yang perlu ia lakukan hanya berusaha menJEMPUTnya..

>>>Maka,berlari lah Hajar ke bukit Shafa..lalu ke bukit Marwa, kembali ke Shafa lagi, lalu ke Marwa lagi.. Begitu seterusnya..

>>>Hajar tahu dimana ia akan mendapatkan rezekinya? Tidak! Sama sekali tidak. Ia hanya berusaha. Ia melepaskan urusan hasilnya padaNYA.

>>>Dan benar..rezekinya ada di bawah kaki bayinya. Saat didapatinya kaki Ismail basah karena menjejak-jejak pasir gurun di bawahnya.

>>>Maka,berteriaklah Hajar sambil berseru.. “Ayo berkumpul..zam-zam.. Zam-zam!” Bayangkan, betapa girangnya Hajar saat itu!

>>>Betapa girangnya seorang ibu yg menemukan air saat bayinya menangis kehausan,padahal sebelumnya tak ada sedikitpun air yg bisa diminum.

>>>Hanya kejernihan aqidah yg membuat manusia-manusia mulia ini meyakini seyakin-yakinnya bahwa Allah lah sebaik-baik pelindung!

>>>Lalu Ismail menjawab spontan. ” Ia menjawab: “wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu…””

>>>Maka Allah menjadikan momentum ini sebagai salah satu rukun haji/umrah agar jd pelajaran berharga bagi orang-orang yg beriman.

>>>Sejarah kembali mengabadikan kejernihan aqidah Ibrahim & anaknya Ismail. Saat Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih Ismail..

>>>Perintah untuk menyembelih Ismail ini pun agaknya merupakan momentum pembentukan #MentalBlock bagi Ibrahim ‘alaihissalam

>>>Entah,mungkin inilah perintah yg paling berat dari Allah untuk Ibrahim. Sekaligus agaknya paling sulit dicerna oleh akal sehat.

>>>Bagaimana mungkin Allah zhalim pada hambaNYA dengan memerintahkan seorang ayah memotong anaknya? Allah punya rencana apa?

>>>“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata: “wahai anakku sesungguhnya aku bermimpi..”

>>>” …bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!”

>>>Lalu Ismail menjawab spontan. ” Ia menjawab: “wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu…””

>>>“insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. As Shaffat 102

>>>Mungkin tak mudah bagi Ibrahim. Tapi begitulah kualitas keimanan beliau. Karena itu perintah Allah,semua #MentalBlock harus dibuang.

>>>Semua keraguan yg ada harus dibuang bila itu adalah perintah langsung dari Allah. Begitu Ibrahim ‘alaihissalam mengajarkan.

>>>Dan kambing yg menggantikan posisi Ismail,membuktikan janji Allah. Bahwa tak pernah mungkin Allah SWT menzhalimi hambaNYA

>>>“Tak pernah mungkin Allah menghendaki sesuatu yg buruk bagi kita” <-- ini yg agaknya perlu menjadi #MindSet dalam diri kita.

>>>Keberhasilan Ibrahim ‘alaihissalam dlm bersangka baik pada Allah itu langsung mendapat apresiasi dari Allah SWT di ayat selanjutnya..

>>>“Lalu kami panggil dia,”wahai Ibrahim!” “Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh demikianlah kami beri balasan..”

>>>“Kepada orang yg berbuat baik” “sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yg nyata” QS 37: 104-106

>>>Belum cukup sampai disitu. Allah memberi apresiasi lagi kepada Ibrahim atas jernihnya aqidah beliau,dgn janji mengabadikannya..

>>>“Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yg datang kemudian.” 37:108

>>>Disambung lagi apresiasi itu dengan , “salaamun ‘alaa ibraahiim.. keselamatan atas Ibrahim.” 37:109

>>>“Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yg berbuat baik. Sungguh,dia termasuk hamba-hamba Kami yg beriman.” 37: 110-111.

>>>Perhatikan bagaimana Allah bertubi-tubi memuji Ibrahim. Atas keyakinan beliau. Atas kemampuan beliau mengelola #MentalBlock nya.

>>>Ini #MindSet–>”Jika Allah menghendaki sesuatu, pasti itu adalah kebaikan bagi orang yang dikehendakinya. Kebaikan! Pasti! Pasti!”

>>>Maka kita bershalawat di setiap tasyahud shalat pada nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Kama barakta ‘alaa ibraahiim wa ‘ala alii ibrahiim.

>>>Maka, maha benar Allah dengan janjiNYA utk mengabadikan momentum Ibrahim ‘alaihissalam ini. Milyaran orang beriman mengingatnya!

>>>Qurban menjadi agenda tahunan yg menjadi reminder kejernihan aqidah bapaknya para nabi ini. Jernihnya aqidah salah satu outcomenya!

>>>Bila ada yg miliki outcome qurban; berbagi pada dhuafa, menyembelih sifat hewan dlm diri, atau sekadar menjalankan syari’at, silakan..

>>>Alangkah baiknya,tambahkan satu lagi outcome-nya. Bahwa qurban, ialah salah satu cara menjernihkan aqidah yg diteladankan Ibrahim as.

>>>Sekilas,mungkin tak terlalu tampak. Apa hubungannya qurban dgn kejernihan aqidah? Bila hanya qurban mungkin tidak..

>>>Tapi coba jauhkan jangkauan pandangannya. Pakai helicopter view. Lihat ia sebagai rangkaian lengkap Iedul Adha. Nampaknya lebih jelas.

>>>Perhatikan semua ritual haji itu. Lalu sambungkan dengan sejarah Ismail, Hajar & tentu saja Ibrahim. Disana benang merahnya.

>>>3 hamba Allah yg mulia itu membuktikan kejernihan aqidahnya, “bila Allah yg perintahkan, maka jawabnya; sam’an wa tha’atan”

>>>Kenapa ada Sa’i & Jumrah yg menjadi rukun haji? Mengapa pula ada qurban? Bukankah itu janji Allah utk mengabadikan momentum itu?

>>>“Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yg datang kemudian.” <-- Ini janji Allah itu!

>>>Kita bisa sebut, Iedul Adha ialah rangkaian proses penjernihan aqidah secara komprehensif. Komplit. Integrated.

>>>Di Iedul Adha,kita lepas lekatnya diri dari dunia. Meneladani #InternalBelief, #MindSet & cara 3 orang itu mengelola #MentalBlock nya.

>>>Cara Hajar, Ismail & Ibrahim mengelola #MentalBlock yg mampu menjauhkan mereka dari Tuhannya. Cara mereka gunakan #LogicalDecision nya.

>>>Oya, atas keberhasilan Ibrahim ‘alaihissalam menunjukkan kejernihan aqidahnya, Allah berikan hadiah terindah satu lagi utk beliau..

>>>Allah berikan janin di rahim Sarah, istri pertama Ibrahim..yg selanjutnya dilahirkan dengan nama Ishak. Ya, nabi Ishak ‘alaihissalam.

>>>“Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang shalih.” QS 37: 112

>>>Semoga Allah karuniakan hidayah pada kita utk meneladani hamba-hamba Allah yg mulia itu. Selamat merenungi iedul adha ini..

>>>Mudah-mudahan Allah karuniakan untuk kita keluarga yg mengantarkan kita pada ridha-NYA. Istri, suami, anak-anak shalih/ah. Aamiin..

>>>Dicukupkan ya obrolan #Ied nya. Maafkan bila ada yg khilaf. Semoga berlimpah pahala nan barakah.

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply