Identitas

No comment 514 views
Identitas,5 / 5 ( 1votes )

Hi, parents sudah memberikan identitas yang tepat untuk anak?? apa sih identitas itu??



>>>Apakah gerangan identitas itu?

>>>Identitas itu semacam stempel tentang diri yg sangat kuat pada diri seseorang yg diciptakan oleh diri/lingkungan sekitarnya.

>>> Identitas ini diciptakan saat masih kecil, dan menentukan seperti apa jadinya seorang anak kelak di masa depan.

>>>Pemberani, penakut, pemarah, periang, penyabar, shalih, percaya diri, minder, sukses, pintar, bodoh, nakal, baik, dkk, disebut.

>>>Identitas ini pernah sy bahas dgn bahasa internalbelief. Atau keyakinan yg sangat kuat di dalam diri.

>>>Ada sebuah survey yg dilakukan oleh seorang psikolog kepada murid-murid SD di suatu sekolah

>>>Sang psikolog melakukan tes IQ pada murid-murid SD ini. Setelah tes dilakukan, sang psikolog membalik hasilnya. 

>>>Tanpa diketahui siapapun,sang psikolog menukar hasil tes.Hasil tes murid yg ber-IQ tinggi diberikan ke murid yg IQ-nya rendah.

>>>Sebaliknya hasil tes dari murid ber-IQ rendah diberikan ke murid yg ber-IQ tinggi. Tanpa diketahui para murid atau para guru.

>>>Para murid ber-IQ tinggi dilaporkan ber-IQ jongkok, dan sebaliknya yg ber-IQ jongkok dilaporkan sebagai anak jenius.

>>>Diakhir tahun pelajaran, murid – murid menerima laporan hasil pelajaran mereka. 

>>>Hasilnya mengejutkan. Murid yg aslinya ber-IQ rendah,memiliki nilai jauh lebih bagus dari para murid yg aslinya ber-IQ tinggi 

>>>Apa yg sebenarnya terjadi?

>>>Anak-anak yg aslinya ber-IQ rendah namun dilaporkan sebagai anak yg jenius rupanya mengalami perubahan identitas di dirinya.

>>>Setelah hasil tes,mereka baru tahu kalau mereka sebenarnya adalah anak-anak yg jenius.Ini mengubah keyakinan ttg diri mereka.

>>>Kepercayaan diri mereka berubah drastis.Semangat belajar mereka pun rupanya meningkat tajam krn mereka punya identitas baru.

>>>Identitas ternyata adalah faktor penting yg mengubah nasib seseorang.

>>>Saya mau ceritakan kisah tentang identitas yg dialami pak Jamil Azzaini, dan ust.Yusuf Mansur.

>>>Saat kecil,pak Jamil Azzaini sgt senang melihat pesawat yg terbang di langit.Lantas sang bapak yg melihat itu mengatakan.. 

>>> “Nanti kamu kalo sudah besar akan sering naik pesawat” kata sang bapak.

>>>Pak Jamil bercerita di blognya, tahun ini belum tuntas&beliau sudah lebih dari 100x naik pesawat utk pergi mengisi seminar. 

>>>Ust.Yusuf Mansur pun begitu. Saat kecil orangtua beliau sering berkata, “nanti bolak-balik ke Mekkah ya..” 

>>>Dan itu jadi kenyataan kata beliau. Sering sekali beliau umrah hanya 2 hari, lalu kembali ke Indonesia,krn ada urusan lain.

>>>Dari sini kita tahu, orangtua adalah sosok yg paling efektif untuk memberikan identitas pada anak-anaknya.

>>>” Anak itu lahir dalam keadaan fitrah” kata Rasulullah. “Dan orangtuanya yg jadikan anak itu Yahudi,Nasrani atau Majusi” 

>>>Kata-kata Rasulullah itu menunjukkan bahwa orangtua punya otoritas yg sangat besar utk menciptakan identitas seorang anak. 

>>>Maka berhentilah membuat identitas buruk pada anak-anak kita, seperti “Anak sy ini susah sekali dibilangin lho bu..”

>>>Maka kata Rasulullah, “berkatalah yg baik atau diam” bila sedang marah,diamlah. Kita takkan bisa berpikir jernih saat marah.

>>>Mulailah menciptakan identitas yg baik pada anak. Identitas yg kita inginkan ada pada diri anak-anak kita.

>>>Apapun yg kita katakan ke anak, besar sekali probabilitasnya utk disave di datastorage anak. 

>>>Data yg di save di datastorage inilah yg selanjutnya menjadi identitas anak. Apapun datanya,itulah identitasnya. 

>>>Konon, ibunda imam Asy-Syafi’i rahimahullah punya cara unik membentuk identitas sang anak. 

>>>Tiap kali marah,sang ibu berkata,”dasar kau penghafal qur’an!” Pada sang anak.Dan jadilah Imam Syafi’i sprti yg kita kenal. 

>>> Anak kita,investasi masa depan kita. Bentuklah dengan identitas terbaik! Sekian bahasan ini,semoga bermanfaat.

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.