Get Married

No comment 699 views
sumber : www.zawaj.com

sumber : www.zawaj.com

Jodoh nampaknya adalah obrolan yang paling serius bagi yang belum mendapatkannya. Sebagian santai dengan jodohnya, sebagian mulai serius mencarinya, sebagian lagi malah sudah sangat sibuk bertanya-tanya “kemana jodohku? kenapa belum datang juga?” 

Jodoh memang misteri. Tapi sebenarnya, Allah SWT memberikan peluang bagi kita untuk memahami & melakukan sunnatullahnya. Apa itu sunnatullah? apa saja yang menjadi sunnatullah dalam hal pencarian jodoh? Apa yang perlu dipersiapkan dalam menjemput jodoh? Bagaimana keilmuan mind technology berperan dalam hal menjemput jodoh? Bagaimana mind technology bisa dimanfaatkan untuk mengenali siapa sebenarnya calon pasangan kita?

Pelajari semuanya di Kelas Online #GetMarried. Kelas ini akan membahas :

– Memahami Sunnatullah jodoh : kita tahu bahwa jodoh punya mekanisme yang disebut dengan sunnatullah. Namun, kebanyakan orang tak memahami mekanisme ini. Misalnya pemahaman “Jodoh itu nanti juga datang sendiri”, pemahaman ini tentu tidak sesuai dengan sunnatullah jodoh. Karena jodoh wajib diusahakan.

– Memahami Konsep Jodoh & Lauhul Mahfuzh : Bagi seorang muslim, adalah sebuah kewajiban meyakini adanya Lauhul Mahfuzh. Kitab yang mencatat segala kejadian yang terjadi di alam semesta. Jika selembar daunpun telah tertulis di Lauhul Mahfuzh, bukankah begitu pula jodoh kita? mari mengilmuinya, agar bisa menyempurnakan ikhtiarnya.

– Mengetahui karakter calon pasangan : Kebanyakan orang berpikir hanya dengan pacaran seseorang bisa mengetahui karakter calon pasangan. Benarkah? Sebagian besar aktifitas pacaran justru berusaha menyembunyikan karakter aslinya. Semuanya manis. Begitu menikah, keluar aslinya. Bagaimana mengetahui karakter calon pasangan dengan mind technology? Kelas ini membahas semuanya.

– Membangun hubungan : Menikah bukan hanya urusan dua orang. Tapi juga dua keluarga. Membangun hubungan dengan keluarga calon istri/suami begitu penting untuk diperhatikan, karena akan sangat berpengaruh pada harmonisnya hubungan setelah menikah kelak. Atau, lampu hijau yang akan diberikan keluarga calon pasangan.

– Cinta = #LogicalDecision : Kebanyakan orang menggunakan cinta dengan perasaan, dan mengabaikan logika. Dari pengalaman, kebanyakan cinta yang didasarkan dengan perasaan berujung ketidaknyamanan perasaan. Kekecewaan misalnya. Pelajari bagaimana seharusnya menggunakan cinta dengan cara yang baik & benar.

– Mengedit TRAUMA kegagalan : Trauma menjadi sebab takutnya seseorang untuk melangkah. Sebagian besar berpikir bahwa mereka sangat mungkin mengalami kegagalan itu lagi. Dalam mind technology, proses terjadinya trauma sebenarnya sangat sederhana. Dan membereskannya pun sangat sederhana. Pelajari caranya di kelas ini.

– Mengelola tembok mental menikah : Kita tentu pernah mendengar istilah mental block dalam dunia pengembangan diri. Ternyata, mental block juga ada dalam urusan menikah. Biasanya muncul dalam bentuk ketakutan-ketakutan untuk membuat sebuah keputusan, kegalauan-kegalauan yang diciptakan oleh pikiran, dsb. Yang membuat hidup jadi tak nyaman. Padahal jika dikelola dengan baik, tembok mental ini justru sangat menguntungkan.

Dan banyak lagi lainnya…

Semua dibahas mendalam dengan keilmuan mind technology.

***

Waktu : Mulai 15 Agustus 2015. Setiap Sabtu – Ahad jam 20.00. 

Selama 30 hari penuh. 2x seminggu. Lebih dari 20 jam durasi belajar. Lebih dari 10 materi.

Tempat: Untuk menambah intensitas diskusi, kelas online ini digelar di Secret Group Facebook #GetMarried

***

Teman Belajar :

nunik

@BundaNoveldy , konsultan pernikahan & penulis buku best seller “Menikah Untuk Bahagia”

jendral

@JendralGagah, Professional Life Coach

***

Normal Hari H : Rp.550.000

10 orang pendaftar pertama : Rp. 299.000,-

10 orang pendaftar kedua : Rp. 349.000,-

10 orang pendaftar ketiga : Rp. 399.000,-

Syarat peserta : Peserta yang boleh mengikuti kelas ini adalah BELUM / PERNAH MENIKAH.

***

Fasilitas :

– FREE konsultasi secara private selama 1 tahun!

– Peserta yang boleh mengikuti/mengulang kelas online #GetMarried selanjutnya secara FREE sepuasnya.

– FREE Voucher mengikuti training online & offline “Build Your Online Business” senilai Rp.100.000,- berlaku seluruh Indonesia.

– FREE Voucher mengikuti Training Mind Technology Mastery (offline) senilai Rp.1.000.000,- berlaku seluruh Indonesia.

– FREE E-Book “Banjir Orderan dengan BBM” supaya bisa nambah modal nikah 😉

Untuk menjaga efektifitas belajar, peserta yang ikut kelas ini sangat dibatasi. Ayo daftar segera! 🙂 

***

Kata Alumi Tentang Kelas #GetMarried :

” Selama mengikuti kelas banyak ilmu yang didapat sangat ilmiah dan masuk akal dan yang terpenting semuanya berkaitan dengan Allah…sehingga yang saya rasa tidak hanya pandangan tentang menikah yang nambah tapi hati pun semakin dekat denganNya… 😀 Penyampaiannya yang saya suka, interaktif, lewat online ternyata ga kalah dengan offline. Terimakasih ya pak jendral 😀 “  -Vera, analis kesehatan-

” Setelah saya ikut kelas Get Married banyak hal yang baru saya tau,ternyata menikah bukanlah sekedar ritual,banyak hal yang harus di siapkan,terutama kesiapan diri yg nantinya akan menjadi ibu,cara mendidik anak yg berkwalitas bukan dengan materi dan fasilitas saja.. dari sini saya semakin mantab untuk menikah dan percaya takdir akan jodoh yg seperti apa tuhan kasih,itulah jodoh saya dan tidak memaksakan seperti dulu yg saya pikirkan.. terimakasih Get Married 🙂 🙂 ” – Itta, karyawati –

 

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply