EWSJ

No comment 1002 views
EWSJ,5 / 5 ( 1votes )

>>>Namanya Budi, tapi bukan budi yg saya kenal atau yg anda kenal. Pokoknya budi lain. Mungkin Budi yg di buku b.indonesia itu.

>>>Suatu hari, budi mengatakan pada temannya, “saya mau menikah…”.lantas temannya yg bernama Adi (bukan yg sy & anda kenal) bilang.. 

>>> “kamu mau yg gimana?” kata Adi, Lalu budi memberi serentet kriteria calon istri idamannya pada adi. Adi angguk-angguk. 

>>>“Ini kriteria, atau daftar belanjaan?” tanya adi. Budi cuma nyengir. Kriteria itu memang cukup panjang, lebih mirip daftar kasbon. 

>>> “yang paling penting yg nomor 2 itu..sukunya harus sama dengan suku gue, perintah nyokap!” kata budi. adi angguk-angguk lagi.

>>>.singkat cerita, adi pun bergerilya membantu sahabatnya itu mendapatkan jodohnya. Beberapa pekan kemudian, adi menghubungi budi.

>>>“Bro, ini ada..calon dokter. kesini ya..” kata adi. Mereka bertemu. Adi memberikan foto seorang wanita pada budi. 

>>>“ini biodatanya..” kata adi menyerahkan sebuah amplop coklat. “Oke thanks. gue semedi dulu ya..” kata budi sambil nyengir. 

>>>Seminggu kemudian adi menghubungi budi. Penasaran, karena budi tak ada kabar berita. Setelah kontakan, mereka bertemu. 

>>>“gimana?” l “apanya yg gimana? l “ya gimana hasil semedi lu? lu menghilang gitu..” l “gelap bro..” l “kok gelap? kurang sajen?”

>>> “gak tau nih, udah bolak-balik gw baca tuh biodata, melototin itu foto. Tapi kok gak nemu FEELnya ya?” l “kenapa? kurang cantik?”

>>>“nggak juga sih, 10 orang yg gw tanya, semua bilang wanita ini cantik. Tapi gw kok gak sreg ya?” 

>>> “ada data di biodatanya yg bikin lu gak sreg?” l “nggak..semua nyaris perfect.” l “trus kenapa lu ga sreg?” l “ya gak tau..” 

>>> “gini deh bro..lu mending pelajarin lagi. lu cari tau. Datengin ke tempat aktifitasnya. lu cari tau temen-temennya..kumpulin data”

>>> “mungkin siapa tau setelah lu liat langsung orangnya, perasaan lu jadi beda..” l “gitu ya? jadi gw harus datengin langsung?” 

>>>“saran gw sih gitu” l “okelah..dicoba…” obrolan berakhir disitu. Setelah berpisah hari itu, budi kembali menghilang tanpa kabar.

>>>beberapa hari setelah pertemuan terakhir, budi mengirim pesan singkat. “Woi..gimane, udah lu liat orangnya?” l “belom..”

>>> “Di…kayanya gw mundur deh. Cari yg lain dulu.” l “ooh..ya sudah..yakin lu ya? gak akan nyesel ya? l “iya bro..” 

>>>Beberapa minggu kemudian…budi menghubungi adi lagi. “Di..kalo gw sambung lagi yg kemarin gmana? masih bisa?” l “masih kayanya..” 

>>> biodata budi pun dikirim ke sang calon dokter. Tapi sesuatu yang mengejutkan terjadi, “bud…dia bilang nggak bud..sori ya..” 

>>>“maksudnya gw ditolak?” l ” ya bisa dibilang gitu bro..” adi menjawab sambil nyengir. “elu sih ogah-ogahan duluan..” 

>>>Dan..sampai detik ini, budi masih mencari cintanya. berminat? hubungi saya..hahaha…budi..budi…kan elu udah belajar EWS bud! 

>>> syarat kerja EWS itu DATA bud..DATA! Jangan pake ilmu kebatinan gitu deh. Jodoh itu urusan keputusan. Keputusan itu urusan logika! 

>>>Ini si budi nggak belajar juga ya dari perintah Rasulullah. Udah dibilang sama Rasulullah. lihat calonmu..lihat aslinya!

>>>Andai budi belajar dari Al-Mughirah bin Syu’bah. Pasti nggak akan kejadian begini. Adalah Mughirah yg mengalami kejadian sama..

>>>Lalu Rasulullah berkata, ““Lihatlah calonmu, karena yg demikian itu akan lebih memperlanggeng hubungan di antara kalian.” 

>>>kisah lain diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah. “Aku pernah berada di sisi Rasulullah, tiba-tiba ada seorang lelaki.. 

>>> ..menginformasikan kepada beliau bahwa ia telah melamar seorang perempuan dari kaum Anshar, maka Rasulullah bersabda.. 

>>>…“Apakah kamu telah melihatnya sebelumnya?” Lelaki itu menjawab, “Tidak.” Maka Rasulullah bersabda…” 

>>>“Pergilah ke sana dan lihatlah calonmu, karena sesungguhnya di mata kaum Anshar itu ada SESUATU” 

>>>Ini saya bahas dikit, tapi anda NGGAK BOLEH percaya ya sebelum bertanya pada ustadz yg PAKAR HADITS.. jangan ustadz abal-abal ya.

>>> Di ujung kalimat hadits Muslim ini, ada kata “شَيْئًا” atau “SESUATU”, bagi saya, ini sebuah sinyal dari Rasulullah… 

>>>Agar semua yang dilakukan oleh kita, semua keputusan yang diambil punya DATA yang VALID! Agar nanti jadi sebuah #LogicalDecision.

>>>“SESUATU” itu bisa APAPUN. Semua informasi yang DILIHAT, DIDENGAR, DIRASAKAN, itu adalah SESUATU.

>>>Catat ya, INFORMASI. Informasi itu DATA. Kenapa dibutuhkan DATA? Agar semua keputusan nantinya,nggak ada unsur EMOSIONAL.

>>> Knp gak boleh ada unsur emosional? Agar nanti, nggak perlu ada penyesalan. Krn semua keputusan telah diambil dgn pikiran JERNIH.

>>>Kalau anda nggak punya data, anda gak membiarkan AWARENESS anda bekerja. Semua cuma pake Feeling. Nggak sehat kalau begini.

>>>EWS itu memang ada unsur feelingnya, tapi setelah lebih dulu diberi DATA. Dan tentu saja DATAnya VALID. Valid itu DIALAMI sendiri. 

>>>Valid itu bukan KATANYA.Kata si ini kata si itu. Valid itu dilihat,didengar, dirasakan sendiri. Knp kata si ini si itu ga valid? 

>>>Krn manusia punya fungsi DELESI & DISTORSI dalam pikirannya. Artinya, informasi yg KATANYA itu,sangat mungkin sudah NGGAK KUMPLIT!

>>>Kalaupun harus KATANYA, pastikan DATAnya KUMPLIT, dan bersumber dari SUMBER informasi yg sangat bisa dipegang AKURASI infonya! 

>>> Jadi, kekeliruan budi adalah, menganggap feelingnya itu adalah EWS. Dia nggak sreg hanya dari foto? itu kesalahan fatal. 

>>> Seandainya dia mau menuruti saran adi untuk MELIHAT sang calon dokter, bisa jadi jalan ceritanya akan beda.

>>> Paling tidak, kalaupun dia MENOLAK setelah melihat, dia memutuskan dgn #LogicalDecision. Krn saat itu dia punya DATA yg VALID!

>>>Tapi saya sangat yakin, kalau budi sempat melihat sang calon dokter, 80% kayanya lanjut. Krn itu banyak banget data baru yg masuk.

>>> Lha, ini sama foto kok percaya? Bukankah ada banyak kemungkinan psikologis yg membuat foto itu “bicara”? 

>>> Ada kjadian apa sblm foto itu diambil?ada lintasan pikiran apa dikepalanya saat si fotografer motret? smua ngaruh ke bahasa tubuh. 

>>> Lalu semua bahasa tubuh si calon dokter terekam di selembar foto, yg selanjutnya menjadi INFORMASI yg masuk ke kepala budi. gitu?

>>>Lalu budi dengan sok tau bilang, “gw gak sreg deh..” yaelah bud..informasi secuil gitu kok dipercaya. budiii..budii…nyesel kan? 

>>>Konon, seorang sahabat Rasulullah (sy lupa namanya) pernah memanjat sebuah pohon utk mencari tau gerak-gerik calon istrinya. 

>>>Rasulullah SAW, bahkan lebih dahsyat pengumpulan datanya: Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi SAW akan menikahi seorang wanita.

>>> …maka beliau pun mengutus seorang wanita untuk melihatnya. Beliau bersabda, ‘Ciumlah aroma mulutnya dan lihatlah kedua Urqub..

>>>.. (urat besar di atas tumit)nya. ” Hadits shahih ini diriwayatkan oleh Al-Hakim. Mohon dicek kebenarannya ya! 

>>>Anda bayangkan, betapa komplitnya data yg diinginkan Rasulullah. Bahkan sampai aroma mulutnya pun mendapat perhatian Rasulullah! 

>>>Sampai disini jelas ya, bahwa jodoh sama sekali bukan urusan PERASAAN. Jodoh itu seharusnya sangat logis. Deal ya kawan-kawan?

>>>Anda yg sudah menikah, tak perlu berpikir yg aneh-aneh ya. “Kenapa dulu nggak gini..nggak gitu..” syukuri saja yg ada 😀 

>>>Ini jadi pelajaran berharga, nanti kalau anak-anak kita sudah mau menikah, ajarkan cara menjemput jodoh dgn cara yg benar.

>>>Disini kita juga bisa menyimpulkan, bahwa pacaran, bukanlah metode yg benar untuk menggunakan Early Warning System. kenapa?

>>> Karena SEMUA orang pacaran pasti jatuh cinta. Dan jatuh cinta itu emosional. Dan emosional itu jauh sekali dari data yg logis! 

>>>Jadi tak perlu heran juga, mereka yg pacaran 7 tahun, bisa BUBAR hanya dalam 7 bulan. Knp? DATA ASLI nya keluar semua! hahahaha…

>>>Sederhana kok menjemput jodoh itu. Nggak usah dibikin ribet dengan urusan perasaan yg njlimet lah. Yang logis-logis saja lah 😀

>>>Gimana kalo nggak cinta setelah menikah? wahaha…itu panjang lagi ceritanya. Ini cafenya udah mo tutup. Saya mo pulang dulu 😀

>>>Diakhiri dengan hamdalah…selamat menjemput jodoh dgn sejernih-jernih Early Warning System. Jangan rusak EWS dgn cinta 😀 

>>>eh, yg bingung bahasan tadi..baca blogku dulu ya.. biar makin bingung 😀

>>>Oya, kalau anda pacaran, logika anda mati. Anda jadi bodoh seketika. Dan sebentar lagi anda akan segera menyesal. Tinggal tunggu waktu!

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply