EWS

No comment 507 views
EWS,5 / 5 ( 1votes )

>>>Apakah gerangan #EWS itu?

>>> Kepanjangannya : Early Warning System. Atau sy menyebutnya “alarm pikiran”, krn fungsinya memang mirip alarm

>>>Jadi EWS ini anugerah Allah sepaket dgn pikiran manusia yg luar biasa potensinya. Fungsi awalnya mengidentifikasi informasi

>>>Yg udah baca #BT, mungkin udah sedikit ngeh apa EWS dan gimana menginstall & mengoperasikannya. Ini sofwer canggih loh!

>>>Saking canggihnya,nampaknya tak semua orang bisa menginstall dgn sederhana. Bisa jadi perlu latihan πŸ™‚

>>>Agar lebih mudeng, izinkan sy jelaskan dgn cerita penipuan yg dialami istri sy. Nanti kita bikin link ke bahasan #BT.

>>> Ceritanya, istri sy kan pelaku bisnis online. Dia jualan fashion di FB, WA dan BBM. 70% di BBM ini –> 2A4D6ED0

>>> Nah, utk mengekspansi perdagangan, ya standarlah dia buka peluang RESELLER & dropshiper utk ikut bersenang-senang jualan.

>>>Nah, beberapa hari lalu, ada orang berinisial RIA πŸ™‚ meng-infait (invite) bbm istri sy. Menyapa & tanya-tanya produk.

>>>Sudah jadi kebiasaan, setiap ada reseller / dropshiper baru utk dagangan istri sy, kita pasti senanglah ya..

>>> Singkat cerita, si RIA ini pesan ini itu. Beberapa item fashion berbeda. Makin SENANGlah namanya ada orderan,banyak pula..

>>> Seperti biasa, barang dikirim setelah customer mengabari sudah transfer uang. Ditunggulah si RIA ini transfer.

>>>Setelah dia bilang, “udah transfer” maka,barang langsung kirim ke TKP. Beberapa hari kemudian, barang sampai.

>>>Dia beri kabar ke istri sy. “Teh, barang udah sampe, makasi ya..” Oke, sampai sini clear! Nampak tak ada masalah ya..

>>>Beberapa hari kemudian, dia pesan lagi barang ini itu. Seperti biasa pula, kita tunggu transferan. Nah disini masalahnya.

>>>Sampai disini, EWS sy & istri mulai bunyi *tidit..tidit*. Lalu EWS kirim sms ke kepala “bos,ada yg gak beres nih dgn orang ini..”

>>> Pasalnya, dia bolak-balik bilang mau transfer gak jadi-jadi. Inilah itulah alasannya. Sampai kemudian dia bilang, “udah transfer”.

>>>Karena EWS udah nyala, dia nyuruh cek mutasi rekening. Transferan si RIA belom masuk! Kita tanya ke RIA, “kok blm masuk?”

>>> RIA keukeuh bilang udah transfer. Istri sy minta bukti transferannya. Tapi dia bilang “udah ga ada. masa sih ga masuk?”

>>> “Saldo sy udah berkurang kok” kata dia | “Ini buktinya belum ada transferan masuk” kata istri sy kirim capture mutasi rekening.

>>> “Oh ya udah besok sy cek” katanya. | besoknya, istri sy tanya, trus dia jawab, “oiya,memang belum ditransfer sama bibi sy” *dezig!

>>>Alarm EWS kami makin keras bunyinya. Katanya udah ditransfer, udah kurang saldonya, kenapa jadi bibinya blm transfer? Makin aneh!

>>> Sejak itu, ngelesnya makin aneh-aneh. Nunggu foto struk transferlah,inilah itulah. Udah makin gak enak perasaan.

>>> Istri sy ingat sesuatu. Lalu bongkar mutasi rekening dari e-banking,cek transfer RIA sebelumnya. Dan NGGAK ADA sodara-sodara!

>>> Nggak ada transaksi yg berhubungan dgn Ria. Istri sy lemas!! Baru ingat, Ria kemarin tak kirim bukti transper & gak dicek jg.

>>> Lenyaplah itu barang2 yg dikirim pertama. Tak besar sih, nggak nyampe sejuta. Tapi,jd mikir, “Kok bisa kecolongan ya?”

>>>Nah, apa sebenarnya yg terjadi disini? Lalu coba bandingkan dengan bahasan #BT kemarin. Apa bedanya? Apa yg salah dgn EWS sy?

>>>Oke,gini kira-kira ceritanya..

>>> Poin paling utamanya sebenernya cuma 1 kata : EMOSI. Ada apa dgn emosi?

>>>Gini loh, EWS itu gak didesain Allah utk “Emotion Resistant”. Dia gak kebal dgn emosi. Artinya, dia gak bisa kerja kalau ada emosi.

>>>Yg terjadi pada sy, di kasus #BT dgn klien sy, EWS sy bisa bekerja canggih banget. Tanpa gangguan. Krn sy gak punya emosi saat itu.

>>>Sehingga, EWS di kepala sy bisa dgn mudah menDETEKSI informasi-informasi yg gak wajar dari eksternal, dari luar diri sy.

>>> Sedangkan di kasus Ria, sejak awal sy & istri sudah main-main dgn emosi ; SENANG. Walau intensitasnya kecil,tetap merepotkan.

>>>Apapun yg dikerjakan diri saat ada intensitas emosi, biasanya akan berujung negatif. Krn tiada kejernihan pikiran disana.

>>> Ditambah lagi, kuantitas informasi yg sy terima dari kedua kasus itu kan beda jauh. Di #BT sy bertemu langsung dgn klien sy..

>>> Sedangkan di kasus Ria, sy gak berinteraksi langsung. Cuma istri sy yg BBMan. Ya,itupun hanya BBMan. Jadi informasinya terbatas.

>>> Padahal, level akurasi EWS sangat ditentukan oleh banyaknya informasi yg diterima oleh panca indera kita. Yg dilihat, dengar, rasa.

>>> Makin banyak informasi yg dilihat, dengar, & rasakan, seharusnya identifikasi EWS semakin akurat. Krn banyak data pembanding.

>>> Oya,tentu saja bukan cuma kuantitas. Tapi juga kualitas datanya. Kalau sy melihat klien sy itu dari jarak 25meter, gak bisa lah.

>>>Tapi krn sy mlihat,dengar suaranya dr jarak 1meter bahkan bersalaman langsung dgn si klien itu,jd akurasi #EWS sy bisa mendekati 97-99%.

>>>Sementara utk Ria, kebalikannya. Sy gak memiliki kualitas & kuantitas data yg memadai utk identifikasi.

>>>Itu repotnya komunikasi tulisan. Kita kesulitan mengidentifikasi informasi tentang orang yg bersangkutan. Termasuk ya twitter ini.

>>>Ya,begitulah kira-kira. Yg belum baca #BT sila cek di blog, bisa liat di bio. Biar nyambung ceritanya dgn #EWS πŸ™‚

>>>Okeh wankawan..semoga bingung ya hehee..biar penasaran, biar makin semangat belajarnya. Curiousity itu pintu ilmu. πŸ˜‰

>>>Kapan-kapan kita sambung lagi insyaAllah obrolan #EWS dgn case yg beda. Kalo ada yg mau nyumbang case,kasi tau ya πŸ™‚ #EWS

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply