Eatless

No comment 671 views
Eatless,5 / 5 ( 1votes )

momentum yang pas nih, menjelang Ramadhan alangkah baiknya kita bahas EATLESS,,, hayooooo banyak yang kalap ketika berbuka kan?? :p

>>> Pertama, sy mau meluruskan mindset dulu ya.Pernah dengar hadits, “makanlah setelah lapar & berhentilah sebelum kenyang” ?

>>>Sodara-sodara,ketahuilah kalimat ini ternyata bukan hadits. Ini hanya semacam kalimat hikmah saja. #eatless

>>>Persis dgn kalimat,”anazhofatu minal iman” kebersihan itu sebagian dari iman.Pun kalimat ini hanya kalimat bijak saja.Bkn hadits

>>>Tapi kalau ada yg bisa menjelaskan sanad & perawinya lengkap,bahwa kalimat itu memang hadits,mohon koreksi ya. #eatless

>>>Namun begitu,kalimat ini memang baik sekali. Kita bahas dari 2 sisi ; self mastery & healthy life style ya….

>>>Self mastery dulu » sederhananya, self mastery adalah kemampuan seseorang mengelola,menguasai, hingga mengoptimasi dirinya

>>>Kalimat “makan setelah lapar” itu, pada dasarnya menunjukkan “eat is a need, not a want” makan itu kebutuhan,bukan keinginan.

>>>Makanlah,karena makan itu kebutuhanmu. Bukan keinginan. Seperti halnya tidur, ia kebutuhan,bukan keinginan. Deal?

>>>Karena “eat is a need”,karena ia kebutuhan, maka pertanyaan selanjutnya, “apa yg dimakan?”

>>>Al Quran berikan jawaban, “halalan thayiban”, yg halal & baik utk tubuh. Halalkah? Baikkah?

>>>kita anggap memilih makanan halal tak susah ya. #logicaldecision tetap dipakai. Perhatikan logo halal MUI di setiap kemasan.

>>>Tapi memilih yg baik agaknya cukup merepotkan nih. Memilih makanan yg baik nampaknya perlu ilmu tambahan.

>>>.Pastikan saja memilih hanya yg menyehatkan. Menyehatkan pasti = baik(thayib). Tak susah ya?

>>>Hindari makan gorengan, mie instan, minuman ringan bersoda, jajanan di tempat terbuka,makanan basi 😀 dan sejenisnya

>>>Pahami knp makanan diatas itu tak baik dikonsumsi.Ilmui.Kalo perlu cek di lab. 😀 agar punya data utk bikin #logicaldecision

>>>Jika setelah pahami,lalu masih memakannya, berarti anda masih gunakan #emotionaldecision alias “eat is a want”

>>>Tapi bila anda mampu me-nol-kan keinginan dgn meyakinkan diri,bahwa makanan itu tak punya manfaat, applause utk anda! prokk prookk prookk 😀

>>>Anda telah berhasil gunakan #logicaldecision utk bisa jalankan #selfmastery dgn baik.

>>>Yg selanjutnya, kita bedah “berhentilah sebelum kenyang”.

>>>Makan sampai kenyang, hanya membuktikan bahwa kita masih gunakan prinsip “eat is a want”. Masih #emotionaldecision

>>>Yg kita butuhkan sebenarnya sudah dapet. Tak perlu sampai kenyang. Apalagi sampai sulit berdiri krn terlalu kenyang.

>>>Katakan pada tubuh kita, “okee tubuh, makannya segini dulu ya..nanti boleh makan lagi kok”

>>>Kemampuan mengelola keinginan ini ialah bukti kedisiplinan diri. Kemampuan mengelola diri utk tak lakukan #emotionaldecision.

>>>Nah,dari sisi healthy life style, makan setelah lapar sebenarnya berfungsi utk memberikan waktu yg cukup utk percernaan.

>>>Lapar merupakan sinyal dari percernaan, lambung,dkk agar kita makan sesuatu lagi utk mereka olah.

>>>Bila blm lapar,berarti mereka blm siap menerima makanan baru utk diolah, deal? 😉

>>>Knp harus berhenti sebelum kenyang? Makan sampai kenyang hanya akan memberatkan kerja pencernaan.

>>> Insulin yg diproduksi akan semakin besar bila kita makan sekaligus dlm jumlah banyak.

>>>Begitu ceritanya,knp kita katakan makan ialah paramater seseorang telah kuasai self mastery dgn baik.

>>>Sekian obrolan #eatless. Semoga bermanfaat.

Puasa itu menyehatkan, jangan sampai selama Ramadhan ataupun setelah Ramadhan kita melakukan MCU hasilnya Wooww tinggi semua….. manfaatkan momentum Ramadhan ini untuk redesign pola makan kita 😉

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.