Dhuha, Produktivitas, dan Rejeki

No comment 816 views



>>>Kita tahu,bahwa shalat Dhuha memang shalat yg dijanjikan Allah sebagai pembuka pintu rezeki bagi hambaNYA..

>>>Secara keimanan,tentu gak perlu diragukan, krn memang kita udah buktiin sendiri lah gimana dahsyatnya dhuha.

>>>Tapi,sy kok mikir begini..Allah itu punya sunnatullah.Artinya,sesuatu yg dijanjikanNYA,selalu ada penjelasan ilmiah sbg sebabnya.

>>>Seperti sedekah yg jadi pembuka keran rezeki, toh bukan hanya orang Islam yg merasakan manfaat sedekah

>>>Siapapun orangnya, apapun agamanya, saat dia “give something” pasti dia “get something” ini yg namanya sunnatullah.

>>>Nah, agaknya begitupun dhuha..pasti ada pola yg menyesuaikan dgn sunnatullahnya. Sehingga rezeki yg dijanjikan terwujud..

>>>Setelah sy amati, sepertinya beginilah pola hubungan antara shalat dhuha dan rezeki itu.. Here we go..

>>>Begini, prestasi & produktifitas kita sangat tergantung dari seberapa efektif kita bekerja.

>>>Efektif itu bagi sy adalah satu pekerjaan yg kita lakukan punya kualitas diatas rata-rata yg bisa dilakukan orang lain.

>>>Tukang jahit yg bekerja efektif, akan menghasilkan jahitan yg rapi, waktu yg cepat, dan kenyamanan yg sangat dari jahitannya.

>>>Itu yg disebut efektif. Parameternya adalah baiknya kualitas hasil pekerjaannya.

>>>Nah, efektifitas ini, sangat bergantung dari seberapa baik kualitas FOKUSnya saat mengerjakan pekerjaannya itu,kan?

>>>Apakah si tukang jahit akan mampu hasilkan jahitan yg baik bila saat menjahit ia diganggu oleh pikiran lain?

>>>Kecil kemungkinan ia bisa punya hasil yg memuaskan,bila pikirannya bercabang saat menjahit.

>>>Nah,persis saat anda membaca tweet sy ini, bila sambil mengerjakan pekerjaan lain, tweet ini bisa jadi akan kurang klik.

>>>Maka,sbg muslim kita punya shalat yg -salah satunya- berfungsi sbg “alat” pengerucutan fokus. Fokus yg bercabang dijadikan satu.

>>>Saat kita shalat, sesungguhnya kita menurunkan gelombang otak kita. Yg tadinya beta, turun ke alpha.

>>>Di gelombang alpha, peluang akses ke #datastorage terbuka sangat lebar. Sehingga banyak informasi yg bisa terakses.

>>>Jadi,tak perlu heran saat kita shalat, semua yg tadinya terlupakan tiba-tiba ter- recall, teringat kembali

>>>“Aduh,tadi belum beli korma buat buka”, “ya ampun,belum nelpon si udin” dan sejenisnya,semua muncul ketika shalat

>>>Tak ada yg salah,ini alamiah. Yg salah,ketika kondisi ini dinikmati. Seharusnya kembali fokus pada shalat.

>>>Yg pasti peristiwa itu menunjukkan akses ke #datastorage yg tanpa penghalang sama sekali.

>>>Disini,bisa banyak sekali inspirasi, ide, gagasan yg muncul ke permukaan. Ide-ide segar yg betul-betul orisinil

>>> Mulai membaca benang hijaunya? 🙂

>>>Mungkin,itu alasannya mengapa waktu dhuha diletakkan di antara jam 8-11 pagi. Ini jam kerja. Jam produktif.

>>>Agar menyegarkan pikiran. Menurunkan gelombang otak,membuka akses ke #datastorage agar banjir gagasan.

>>>Apa jadinya bila saat jam bekerja, kita kebanjiran inspirasi? Mungkinkah akan ada kejenuhan? Jelas gak mungkin!

>>>Gelombang otak yg turun ke alpha, akan menentukan kualitas fokus yg baik, sehingga kualitas pekerjaan jelas akan makin oke!

>>>Apa jadinya pekerjaan kita bila kepala penuh Inspirasi yg membanjir& fokus yg sangat baik? Tentu kualitas hasilnya mengagumkan!

>>> Bukankah kualitas hasil pekerjaan yg sangat baik akan dekat sekali dengan prestasi & produktifitas?

>>>Lantas, menurutmu, bagaimana pula aliran rezeki kita, bila kita miliki prestasi & produktifitas sangat baik?

>>> Ini #Ramadhan. Saatnya latihan kembali merutinkan dhuha. Agar kerja makin produktif, & Allah lancarkan rezeki.

>>>Sekian bahasan dhuha,produktifitas & rezeki, semoga bermanfaat

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply