Collaborate Or Die!

No comment 679 views

Pernahkah teman-teman mengamati sebuah bisnis yang punya produk yang begitu bagus kualitasnya, tapi kesulitan menjual produknya?

 

Pernahkah teman-teman mengamati ada orang yang begitu semangat ingin memulai jualan, tapi kesulitan mendapatkan produk?

 

Unik ya?

 

Kenapa ada produsen yang punya produk yang bagus kualitasnya, tapi kesulitan menjual?

Padahal, ketika ada sebuah produk yang bagus kualitasnya, seharusnya produk itu tak perlu lagi “dijual”, karena pembeli lah yang akan berebut membeli produk bagus itu.

 

Kenapa pula ada orang yang sangat ingin memulai jualan, tapi kesulitan mendapatkan produk untuk dijual?

Padahal, ada begitu banyak produk bagus yang bisa dijual.

 

 

Jawabannya satu saja menurut saya. Karena sebagian besar orang belum memahami sebuah strategi sederhana yang bisa menjadi solusi dari kedua kondisi diatas.

Strategi itu bernama ; COLLABORATION. Ya, kolaborasi.

Bagi saya, kolaborasi adalah tentang menggabungkan kekuatan beberapa orang menjadi suatu kekuatan baru hingga menjadi sangat powerful untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. 

 

 

 

 

Biar mudah, izinkan saya mengupas bahasan ini dengan contoh nyata ya…

 

Saat ini, saya sedang menjadi kurir dari bisnis yang dijalankan istri saya ; Oregano Exclusive Wear.

Sebuah usaha kecil yang baru merangkak dan ingin segera belajar berjalan.

Produk utama Oregano adalah jaket, coat, mantel, blazer dan sejenisnya. Ketika pertama masuk ke sektor produksi, produksi Oregano amat sangat sedikit. Sampai saya bilang ke istri saya, “Kalau penjualan diledakkan, siap nggak?”

 

Saat itu istri saya bilang, “siap!”

Lalu saya jawab, “Awas kewalahan ya!”

Dia jawab lagi, “Siapa takut?!”

 

Lalu saya mulai merancang sedikit strategi sederhana. Satu saja yang ada di kepala saya waktu itu. Bahwa saya takkan bisa bekerja sendiri. Sehingga, akhirnya, lahirlah Oregano Affiliate Seller (OAS). Sebuah komunitas penjualan yang berafiliasi ke Oregano Exclusive Wear. Sejak para pasukan OAS (sebutan saya untuk teman-teman yang bergabung di OAS) bergerilya, penjualan produk Oregano benar-benar meledak. Alhamdulillah.

Sampai ada salah seorang tukang jahit saya yang bilang begini ke tukang jahit lain, “eh, mending jangan nerima orderan dari orang yang jualan online deh. Bakalan kerepotan!”

 

Tak sampai disitu, OAS lantas menjelma menjadi mesin penjualan yang mensinergikan banyak potensi. Kenapa saya katakan begitu?

Karena teman-teman yang sangat ingin mulai jualan saya fasilitasi untuk bisa jualan tanpa perlu mengeluarkan modal untuk mendapatkan produk.

Teman-teman yang bergabung di OAS juga mendapat suntikan personal competence seputar penjualan dan bisnis yang diharapkan membantu akselerasi penjualan mereka.

 

Dan hasilnya AMAZING!

 

Ada banyak sekali teman-teman di OAS yang tadinya sangat kebingungan memulai jualan, sekarang jadi begitu sakti dalam menjual. Penghasilan tak perlu ditanya. Rata-rata pasukan OAS minimal bisa punya penghasilan tambahan diatas 3 juta perak setiap bulan. Minimal lho ya. Saya nggak tau pastinya. Asumsi saya, rata-rata dari penjualan per hari mereka bisa mengantongi keuntungan minimal sekitar 100ribu per hari.

Saya sebut penghasilan tambahan karena sebagian besar pasukan OAS berstatus karyawan. Ini sekaligus jadi jawaban bahwa untuk mulai jualan, seseorang nggak perlu keluar dari pekerjaannya. Modalnya cuma satu ; komitmen. That’s all!

Karena ternyata banyak juga yang tak bisa mengikuti aturan main di OAS.

 

Ada banyak produsen yang akhirnya terbantu penjualannya. Karena begitu produk mereka masuk ke OAS, maka saat itu juga pasukan OAS akan bergerilya menjelajah dunia maya untuk menjual produknya.

 

Cukup sampai disitu?

 

Tentu nggak. Ada banyak orang di sekitar kami yang akhirnya pun bisa punya penghasilan tambahan. Tukang jahit jadi punya orderan lebih banyak. Ada ibu-ibu rumah tangga yang jadi penjahit dadakan dan tukang pasang kancing. Belum lagi kurir seperti saya jadi punya pekerjaan tambahan mengantar barang ke perusahaan ekspedisi. Ah ya! Karyawan perusahaan ekspedisi pun akhirnya makin senang, karena pagi-pagi para kurir sudah mengantarkan paket yang siap disebar ke seantero nusantara.

 

Semua bermula dari strategi sederhana bernama Kolaborasi !

Itu kenapa diawal tulisan ini saya sebut kolaborasi itu dengan “menggabungkan kekuatan”. Karena kolaborasi pada dasarnya adalah kerja keroyokan. Jangan mau kerja sendirian. Jangan mau jualan sendirian. Dalam buku Business Model Generation, ada 2 elemen penting yang menjamin panjang umurnya sebuah bisnis ; channels & partners. Kita semua tentu paham, kedua elemen ini adalah bagian dari bahasan kolaborasi.

 

 

 

 

By the way, saya teringat petuah guru ngaji saya ketika SMP. Bahwa kolaborasi itu persis analogi sapu lidi. Guru ngaji saya itu berkata, “Lidi itu kalau cuma satu mudah patah dan nggak akan bisa dipakai menyapu. Tapi begitu bersatu, kekuatannya langsung berlipat ganda!”

 

Nah, siap berkolaborasi?

 

Salam..

 

@JendralGagah

 

NB : Teman-teman ingin bergabung di komunitas OAS untuk belajar & mulai jualan?

Sila langsung hubungi WhatsApp 082214064435 atau Pin BBM 25D2C47E

Kapan lagi belajar jualan gratis, dan dapet duit? 😉

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply