Cinta Itu Buta?

No comment 509 views

firKita sudah sering membincangkannya. Bahwa cinta yang benar, bukanlah cinta yang tak punya aspek logika di dalamnya. Ya, cinta harus logis. Jikapun ada perasaan yang bermain, pastikan itu hanyalah salah satu nikmat dari efek mencintai atau dicintai. Allah  SWT menciptakan perasaan pada manusia agar bisa menikmati cinta, bukan menggunakannya sebagai alat utama dalam mencintai atau dicintai. Karena alat utama dalam mencintai, haruslah pikiran.

Kenapa, karena pertanyaan yang akan keluar di akhirat nanti adalah, “Afala tatafakkaruun” Apakah engkau tidak berpikir ?

Maka, mari belajar dari Asiyah binti Mazahim. Asiyah, adalah istri dari Fir’aun nan durjana itu. Asiyah hidup dengan lelaki yang telah sangat durhaka pada Allah SWT. Sang pencipta alam semesta.

Saya berpikir, jika hubungannya sehat, nyaris tak ada istri yang tak mencintai suaminya. Begitupun sebaliknya, tak ada suami yang tak mencintai istrinya. Namun pertanyaannya, kecintaan seperti apa yang dibangun? Adakah kecintaan yang dibangun itu melebihi kecintaan kepada Allah SWT ? 

Dari Asiyah istri Fir’aun itu kita belajar. Bahwa tak ada kecintaan kepada makhluk melebihi kecintaan kepada sang Khaliq. “Walladziina aamanu asyaddu hubba lillah…”, dan orang-orang yang beriman itu, amat sangat kecintaannya kepada Allah.

Disini poin pentingnya. Bahwa cinta seharusnya bukan sekadar urusan perasaan. Cinta yang benar menggunakan sejernih-jernih akal nan logis. Agar, semua urusan di dalamnya tetap bisa dipikirkan pula dengan jernih. Maka, istri yang mencintai suaminya, adalah istri yang sangat marah saat suaminya melalaikan shalat. Istri yang mencintai suaminya adalah istri yang sangat marah saat suaminya menerima uang suap atau korupsi. Suami yang mencintai istrinya, adalah suami yang sangat marah saat istrinya gemar bergosip, menceritakan keburukan orang lain. Bukan malah membiarkan karena alasan tak mau menyakiti hati istri. Suami yang mencintai istrinya, adalah suami yang marah saat istrinya terlalu senang menghabiskan waktu menonton tayangan tak bermanfaat di TV.

Asiyah, tentu mencintai suaminya. Tapi kekufuran Fir’aun pada Allah, tentu membuatnya memberontak. Entahlah, apakah masih ada perasaan cinta pada suaminya yang durhaka itu. Tapi yang pasti, Asiyah pernah berdoa seperti ini pada Allah SWT…

“ Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata; “ Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi –Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim” (QS At-Tahriim : 11)

 

Jadi, jelas.. cinta bukanlah Tuhan baru yang sangat perlu dijaga jika ia mulai melenceng dari jalurnya. Cinta yang benar, tak pernah membuat buta, untuk melihat mana kebaikan dan keburukan…

 

Salam jernih

@JendralGagah

 

***

Mari belajar membangun cinta & kehidupan pernikahan lebih baik..

ikuti #kelasMTM Online season 6 edisi #JustMarried. Hanya untuk yang sudah menikah. Klik DISINI untuk info lengkapnya.

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.