Belief

No comment 667 views
Belief,5 / 5 ( 1votes )

>>>Ada satu kisah yg rasanya sering sekali kita dengar. Kisah seorang pengantar daging yg terjebak di ruangan pendingin.

>>>Si pengantar daging ini sebenarnya sudah harus pulang ke rumah. Tapi,ia kembali lagi ke toko.

>>>Ada yg tertinggal di ruangan pendingin. Jadi ia harus kembali dan masuk ke ruangan pendingin.

>>>Saat berada di dalam ruangan pendingin,tiba-tiba pintunya terkunci. Ia berusaha membuka tapi tak bisa.

>>>Berkali kali ia berusaha membuka. Tapi percuma. Digedor-gedornya pintu agar ada yg mendengar tapi tak ada satupun yg dengar.

>>>Sepertinya semua orang sudah pulang. Karena saat itu memang sudah malam.

>>>Akhirnya ia duduk lemas. Habis sudah hidupnya. Sebentar lg ia akan mati kedinginan pikirnya.

>>>Ia menulis kondisinya di buku catatannya..

>>>Aku sedang terjebak di ruangan pendingin es. Lelah aku mencoba membuka,tapi sia-sia hasilnya..”

>>>“Hawa disini sangat dingin kurasakan. Mungkin sekitar minus 10derajat celcius. Dingin sekali. “

>>>“Sekarang dinginnya semakin menusuk ke tulang-tulang tubuhku. Jari-jariku sudah beku. Semakin sulit kugerakkan. “

>>> “Aku semakin sulit bernafas. Setiap kali bernafas rasa nyeri sangat terasa. Tenggorokanku beku.”

>>>“Kini mataku semakin perih utk kubuka. Telingaku tak mampu dengar apapun lagi. Jantungku semakin lemah detaknya.”

>>>“Jantungku semakin sakit..semakin sakit”

>>>Pengantar daging itu menghembuskan nafas terakhirnya di ruangan pendingin.

>>>Keesokan paginya, orang yg pertama datang ke toko kaget krn menemukan jenazah si pengantar daging.

>>>Setelah diselidiki polisi,ada peristiwa aneh. Si pengantar daging meninggal dlm kondisi tubuh yg beku krn kedinginan.

>>>Kejadiannya semakin aneh,krn ruangan pendingin itu sebenarnya tak dingin sama sekali,krn pendingin sedang dimatikan.

>>>Artinya,tak ada alasan utk si pengantar daging mati kedinginan. Ruangan itu tak mungkin membekukan.

>>>Dengan kata lain,si pengantar daging itu sendirilah yg membuat tubuhnya kedinginan, dan akhirnya membeku.

>>>Yg terjadi padanya, ia hanya berpikir bahwa ruangan itu adalah ruangan dingin, lalu ia meyakininya.

>>>Biasanya alurnya akan seperti ini; Think ~ belief ~ reality. Apa yg kita pikirkan & percayai,itu berpotensi besar jd kenyataan.

>>>“Think” itu pemantik awalnya, lalu “belief” akan memunculkan feel/ perasaan. Di “feel” inilah semua organ tubuh menyesuaikan.

>>>Organ tubuh akan menyesuaikan dgn apapun yg dipikirkan oleh pikiran.

>>>Maka, berhati-hatilah dgn pikiran & perasaan kita. Hati-hati dgn apa yg kita pikirkan & percayai.

>>>Tgl 24-25 Agustus nanti,sy akan melatih teman-teman utk menguasai “mind technology” secara utuh.

>>>Karena sesungguhnya,pikiran kita memang persis perangkat high technology, yg bisa kita setel,instal,edit dll.

>>>Bagaimana kuasai cara kerja pikiran manusia, kuasai teknologinya, hingga bisa berpikir & meyakini dgn benar.

>>>0896-5620-4384/2A4D6ED0. Nomor & pin itu bisa anda tanya bila tertarik belajar “mind technology” secara utuh.

>>> Kemampuan kita menguasai teknologi pikiran insyaAllah akan memudahkan kita memiliki remote atas diri kita.

>>>Sehingga,apapun hasil yg kita inginkan pada diri kita, tinggal pencat-pencet tombolnya. 🙂

>>>Sekian dulu obrolan pagi ini, selamat beraktifitas!

Suka dengan artikel ini? Dapatkan update terbaru melalui email:

author
Author: 
Nama asli saya..hmm..ah perlu disebutkan nggak ya? hehe.. Mengapa jadi Ki Jendral Nasution? Ah, jawabannya sederhana. Sekadar agar mudah diingat sesiapa yang menyebutnya. Saya lahir di Medan, beberapa puluh tahun lalu, dari keluarga dengan suku Mandailing. Dengan marga Nasution. Sejak kecil, nampaknya sudah menggemari aktifitas menulis & bicara. Sewaktu di Sekolah Dasar, pelajaran yang paling saya senangi adalah Bahasa Indonesia. Terutama ketika disuruh mengarang. Bagi saya, adalah sebuah keasyikan luar biasa, ketika bisa mengeluarkan apa saja yang ada di kepala, menjadi rangkaian kalimat yang punya makna.. Selengkapnya klik disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.